Tipe Anda dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah

Tipe Anda dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah
Ditulis oleh psikologi-online.com

Saya pernah memiliki masalah berikut : dikhianati, diabaikan, dibohongi, digosipkan selingkuh, kehilangan barang, dimarahi pacar, dituduh merayu kekasih orang. Nah, apa masalah Anda? Saya yakin Anda pun memiliki masalah. Tidak ada orang yang 100% tanpa masalah dalam hidupnya. Pada saat Anda menjalin hubungan cinta dengan seseorang, baik ketika berpacaran atau menikah, saya yakin Anda dan pasangan Anda pernah bermasalah, terlepas masalah itu besar atau kecil. Masalah atau konflik, memang sudah menjadi bagian dari setiap hubungan cinta. Pertanyaannya, bagaimana Anda dan pasangan Anda menghadapi masalah-masalah tersebut? Berdasarkan penelitian terhadap ribuan orang diketahui bahwasanya ada empat strategi yang dilakukan orang ketika menghadapi masalah dalam suatu hubungan. Empat strategi tersebut adalah setia, mengabaikan, aktif dan lari. Masing-masing strategi biasanya bersifat khas, namun tidak selalu. Artinya, jika Anda memiliki strategi setia dalam suatu masalah, maka biasanya Anda selalu menggunakan tipe setia untuk menghadapi semua masalah lainnya.

Berikut adalah keterangan masing-masing strategi. Silakan Anda cermati baik-baik. Ciri-ciri dari masing-masing strategi yang paling menggambarkan diri Anda, merupakan cerminan dari tipe Anda dalam menghadapi masalah.

Tipe 1. Setia
Tipe pertama adalah setia. Pada saat Anda menghadapi masalah, Anda menunggu sampai keadaan menjadi lebih baik. Bila masalah yang dihadapi terlalu menyakitkan untuk dibicarakan dan menimbulkan risiko besar terjadinya perpisahan, maka biasanya pasangan yang setia berharap suatu saat nanti hubungan bisa dilanjutkan lebih baik.

Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan tipe setia saat Anda menghadapi masalah :
- Pasangan saya sedang marah saat ini. Baiklah, saya tunggu saja. Saya berharap hubungan akan membaik nantinya.
- Saya tidak ingin membuat masalah ini terus berlanjut. Meskipun saya sakit hati karena telah dibohongi dan dikhianati, tapi saya mencintainya. Nanti pasangan saya juga akan menyadari kesalahannya dan dia akan berubah.
- Lebih baik saya menunggunya sampai beberapa hari. Nanti masalahnya akan berakhir dengan sendirinya.
- Bertengkar memang buruk. Tapi toh, akan ada akhirnya. Saya yakin suatu saat akan kembali berbaik-baik dengan pasangan saya.

Tipe 2. Mengabaikan
Tipe kedua adalah mengabaikan. Artinya pada saat Anda dan pasangan Anda menghadapi masalah, maka Anda mengabaikan pasangan dan membiarkan hubungan terus memburuk. Tidak ada usaha apa pun yang Anda lakukan. Anda biarkan masalahnya terus terjadi. Akibatnya, masalah bisa berlarut-larut tanpa penyelesaian. Pasangan yang sama-sama keras kepala dan egois biasanya memiliki tipe mengabaikan. Ego masing-masing pihak menghalangi upaya untuk menyelesaikan masalah.

Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan tipe mengabaikan saat Anda menghadapi masalah :
- Saya merasa tidak harus ikut bertanggung jawab dalam masalah ini.
- Pasangan saya yang bermasalah, bukan saya.
- Tidak perlu memperdulikan masalah ini. Ini bukan urusan saya
- Masalah ini memang menekan saya, tapi biar saja.

Tipe 3. Aktif
Tipe ketiga adalah aktif. Anda memiliki tipe aktif jika saat masalah muncul melakukan upaya-upaya aktif untuk menyelesaikan masalah. Misalnya dengan mengajak pasangan berdiskusi tentang masalah yang terjadi dan bersama-sama menyelesaikannya. Cara ini biasa diambil oleh mereka yang memiliki pernikahan yang sukses.

Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan tipe aktif saat Anda menghadapi masalah :
- Saya merasa ikut bertanggung jawab dengan masalah ini
- Jika pasangan saya merasa bermasalah dengan saya, maka berarti memang ada masalah dengan diri saya
- Saya percaya, hanya dengan menyelesaikan masalah secara tuntas maka saya dan pasangan saya akan kembali bahagia
- Saya percaya, mengabaikan masalah akan sama seperti duri dalam daging.

Tipe 4. Lari
Tipe terakhir adalah lari. Anda bertipe lari jika melarikan diri dari masalah yang datang menerpa. Anda berusaha melupakan semua masalah yang datang dengan mencari kegiatan yang bisa membuat Anda lupa pada masalah itu. Misalnya bermabuk-mabukan, belanja sepuasnya atau mencari selingkuhan untuk lari dari masalah dengan pasangan. Ujung-ujungnya, mereka yang bertipe lari akan memutuskan untuk bubaran atau meninggalkan pasangan. Mereka yang purik (keluar rumah, bisa menyewa rumah sendiri atau kembali ke rumah orangtua) saat mengalami masalah dengan pasangan merupakan contoh bagus dari pasangan yang bertipe lari.

Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan tipe lari saat Anda menghadapi masalah :
- Saya merasa tidak ada gunanya meneruskan hubungan ini
- Masalah ini merupakan alasan yang cukup bagi saya untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan saya
- Mengingat masalah yang saya alami, saya akan menyesal jika saya terus bertahan dalam hubungan ini
- Masalah ini merupakan bukti bahwa saya dan pasangan saya bukan pasangan yang sesuai

Apakah tipe Anda dalam menyelesaikan stres?
Salah satu akibat dari masalah yang muncul dalam hubungan cinta adalah stres. Semua masalah bisa menimbulkan stres, mulai dari kekurangan uang, konflik dengan pasangan, mengalami kekerasan, perselingkuhan, hubungan seks yang tidak memuaskan, perilaku pasangan yang buruk, dan sebagainya.

Penyebab stres yang sama belum tentu akan menimbulkan stres yang sama. Ada orang yang stresnya rendah ketika pasangannya selingkuh. Namun ada juga orang yang mengalami stres berat ketika pasangan selingkuh. Perbedaan itu terjadi karena tingkat toleransi yang berbeda terhadap stres. Selain itu, bentuk strategi dalam menyelesaikan stres yang dimiliki masing-masing orang juga bisa menentukan tingkat stres seseorang.

Strategi menyelesaikan stres (istilah teknisnya disebut coping) berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Ada yang langsung berusaha menangani sumber stres secara langsung (jika stres karena kekurangan uang maka mencari uang sebanyak-banyaknya) dan ada yang menanganinya dengan cara menyesuaikan pikirannya (“Tak mengapa kekurangan uang, toh masih sehat. Masih banyak yang lebih sengsara.”). Keduanya merupakan pola dasar setiap orang dalam menyelesaikan stres.

1. Menyelesaikan stres dengan menghilangkan sumber stres
Anda memiliki tipe ini jika ketika Anda stres dan maka Anda menyelesaikannya dengan fokus berusaha menghilangkan sumber penyebab stres. Misalnya Anda stres karena pasangan selalu marah-marah pada Anda. Nah, Anda akan berusaha mencari tahu kenapa pasangan Anda marah-marah. Setelah Anda tahu sebab pasangan Anda marah-marah, misalnya karena Anda tidak pernah lagi mengajaknya jalan-jalan. Anda akan berusaha untuk sering mengajaknya jalan-jalan.

Berikut adalah pernyataan yang menggambarkan tipe penyelesaian stres dengan berfokus pada penyelesaian sumber-sumber stres secara langsung. Jika sangat menggambarkan diri Anda, maka tipe inilah tipe Anda.
- Jika kekurangan uang maka saya mencari uang
- Jika pasangan saya memaksa saya untuk membeli mobil, maka saya bekerja keras agar segera memiliki uang untuk membeli mobil
- Jika pasangan saya tidak suka masakan saya, saya belajar memasak lebih baik
- Jika rumah saya membuat saya tidak nyaman, saya mendekorasi ulang
- Saya percaya ada jalan keluar untuk setiap kesulitan

2. Menyelesaikan stres dengan adaptasi perasaan dan pikiran
Anda memiliki tipe ini jika ketika stres Anda lantas menyesuaikan perasaan atau pikiran Anda tanpa berusaha menghilangkan penyebab stres. Misalnya Anda stres karena pasangan selalu marah-marah maka Anda akan melakukan adaptasi. Mungkin Anda mengembangkan pikiran dalam diri Anda bahwa sudah menjadi takdir Anda memiliki pasangan yang pemarah.

Berikut adalah pernyataan yang menggambarkan tipe penyelesaian stres dengan berfokus pada penyesuaian perasaan dan pikiran. Jika sangat menggambarkan diri Anda, maka inilah tipe Anda
- Saya sulit belajar hal-hal baru. Saya tidak suka mengubah lingkungan saya (pekerjaan, rumah, taman, dan lainnya)
- Jika saya berada dalam kesulitan saya menerimanya sebagai kesalahan saya
- Saya percaya, apapun yang terjadi pada saya adalah takdir yang harus saya terima
- Sudah nasib saya menikah atau berpacaran dengan orang yang tidak baik
- Jika ada masalah, saya lebih suka menyimpannya

Comments
  1. rosita says:

    Sebenarnya, kembali pada diri kita masing-masing,
    tidak semua orang bisa menentukan kedepan nya seperti apa hubungan yang akan di jalani,,karena biasanya kesabaran setiap manusia pasti ada batas nya,,
    dan pasti juga ada titik jenuh nya,,

    So,, Everything
    Just Played Alife,,Key..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s