Biyan aNd Radith Bakalan negobrolin tenTang…

” Narapidana Disekitar kita”

PEMULIHAN HAK-HAK SIPIL MANTAN NAPI

http://externalnapi.blogspot.com/2009/04/pemulihan-hak-hak-sipil-mantan-napi.html
Pendahuluan

Filosofi pembinaan pelanggar hukum yang dianut oleh Indonesia adalah mengintegrasikan kembali pelaku pelanggar hukum ke masyarakat, atau lebih dikenal sebagai pemasyarakatan. Akan tetapi dalam realitas, mantan narapidana secara sistematis justru dihambat untuk dapat berintegrasi kembali dalam kehidupan alamiah di masyarakat. Banyak peraturan perundangan dan kebijakan yang dibuat justru untuk menghambat terintegrasinya kembali mantan napi dengan masyarakat.

Dengan demikian maka filosofi pemasyarakatan napi hanya sekedar slogan kosong, yang dalam realitas menghasilkan pelaku pelanggar ulang, yang bolak-balik kembali ke bangunan penjara. Masyarakat dan struktur sosial (politik) telah melakukan stigmatisasi mantan napi yang sesungguhnya tidak selaras dengan filosofi pemasyarakatan napi.

Makalah ini akan membahas bagaimana cara memperlakukan mantan napi yang selaras dengan filosofi pemasyarakatan napi?

Pokok-pokok pikiran

Perlakuan terhadap mantan napi yang tidak adil sesungguhnya merupakan bentuk kemunafikan dari struktur sosial (politik). Sebab manusia adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah Sang Maha Kuasa sebagai dapat berbuat dosa dan kesalahan. Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa tidak ada satu orangpun yang belum pernah melakukan perbuatan dosa dan kesalahan, termasuk pelanggaran hukum pidana.

Namun demikian sebagian besar dari warga masyarakat tersebut beruntung karena tindakan kesalahan atau pelanggaran hukumnya tidak pernah diketahui oleh sistem peradilan pidana. Hanya sebagian kecil saja warga masyarakat yang tidak beruntung, yang ketika melakukan pelanggaran hukum pidana diketahui oleh sistem peradilan pidana dan tidak mampu menghindari hukuman. Mereka ini terpaksa menjalani hukuman dan diberi label narapidana.

Penghukuman pidana pada dasarnya adalah suatu bentuk penebusan kesalahan yang pernah dilakukan oleh seseorang. Ia seperti tindakan membayar hutang kepada pemberi hutang. Oleh karena itu ketika seseorang narapidana telah selesai menjalani hukuman, ia harus diperlakukan sebagai orang yang merdeka seperti pembayar hutang yang telah melunasi hutangnya. Apabila mantan napi tidak diperlakukan secara adil sebagai warga masyarakat biasa yang telah menebus kesalahan, maka akibat yang paling buruk adalah mereka akan dapat mengulangi kembali tindakan pelanggaran hukumnya.

Pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelanggar hukum sesungguhnya mempunyai beberapa ciri, bukan ciri tunggal penjahat. Penjahat dalam hal ini bukan kategori hukum, tetapi kategori sosial yaitu orang yang pola tingkah lakunya cenderung melanggar hukum pidana. Pelanggaran hukum pidana telah menjadi pilihan utama dalam bertingkah laku. Dengan dasar pengertian ini tipologi pelanggar hukum meliputi:

  1. Pelanggar hukum situasional.
  2. Pelanggar hukum yang lalai.
  3. Pelanggar hukum yang tidak sengaja melakukan pelanggaran.
  4. Pelanggar hukum yang sakit.
  5. Pelanggar hukum berulang atau residivis.

Tipologi pelanggar hukum tersebut seperti status penyakit yang diderita orang. Ada penyakit yang tidak perlu dirawat karena akan sembuh sendiri. Ada penyakit yang perlu perawatan cukup sekali saja. Ada penyakit yang perlu perawatan jalan. Ada penyakit yang memerlukan perawatan inap. Dan ada penyakit yang tak tersembuhkan.

Dengan demikian perlakuan terhadap mantan napi, dengan analogi penyakit tersebut, tidak dapat dilakan secara sama dalam keadaan apapun. Sebagian besar dari pelaku pelanggaran hukum sesungguhnya hanyalah orang-orang yang secara situasional (dalam keadaan khusus) melakukan pelanggaran hukum, dan kemungkinan pengulangan pelanggarannya kecil. Demikian juga banyak orang yang melakukan pelanggaran hukum secara tidak sengaja atau karena lalai. Dalam keadaan sakit (jiwa) orang tidak menyadari apa yang dilakukan ketika melakukan tindakan pelanggaran hukum pidana.

Orang menjadi pelaku pelanggaran berulang melalui suatu proses yang panjang, termasuk memahirkan tindakan pelanggaran ketika berada di dalam lembaga penghukuman (penjara) dan penolakan masyarakat untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat, habitat hidup manusia. Pada tahap tertentu, pelaku pelanggaran ulang akan juga menghentikan kecenderungan pelanggarannya. Suatu penelitian melaporkan bahwa pada umumnya orang akan menghentikan kecenderungan melakukan pelanggaran hukum secara berulang ketika mencapai usia lanjut.

Kecenderungan memperlakukan pelanggar hukum secara represif dalam telaah Durkheim mencerminkan bahwa masyarakat yang bersangkutan lebih dekat dengan ciri masyarakat primitif. Masyarakat modern cenderung menerapkan sanksi pidana terhadap pelaku pelanggaran hukum secara restitutif, yaitu memulihkan hubungan. Dalam dalil evolusi penghukuman, Durkheim menumuskan:

1. Semakin dekat tipe masyarakat ke pada masyarakat primitif, dan semakin absolut kekuasaan pusat dilakukan, intensitas hukuman semakin tinggi

2. Perampasan kemerdekaan yang lamanya berbeda tergantung dari keseriusan kejahatannya, cenderung menjadi alat pengendalian sosial yang normal

Kalau mengikuti dalil evolusi penghukuman dari Durkheim tersebut, dapat dikatakan bahwa perlakuan tidak adil terhadap mantan napi menunjukkan bahwa masyarakat dan kekuasaan pusat (struktur sosial poilitik) yang cenderung absolut merupakan ciri masyarakat primitif.

Padahal sesungguhnya ciri umum masyarakat Indonesia yang merupakan bangsa timur, dalam menyikapi pelanggaran hukum pidana cenderung mencari solusi perdamaian atau pemulihan hubungan antara pelaku dengan korban dan masyarakat. Pelanggaran hukum pidana dilihat tidak semata-mata sebagai konflik antar pribadi (micro cosmos), tetapi merupakan keadaan yang dapat mengganggu kestablian alam semesta (macro cosmos).

Oleh karena itu ketidakseimbangan yang dihasilkan harus disikapi dengan mengembalikan kestabilan hubungan para pihak yang berkonflik. Filosofi penghukuman bangsa-bangsa timur ini telah digali olehilmuwan barat John Braithwaite menjadi konsep restorative justice.

Restorative justice adalah cara penyelesaian konflik pidana melalui cara-cara informal yang dilakukan oleh komunitas dengan tujuan memulihkan hubungan antara pelaku dengan korbannya dan yang direstui masyarakat, dengan tetap menyatakan bahwa pelanggaran hukum adalah tindakan yang tidak benar. Melalui mekanisme ini ada upayq untuk menyatakan bahwa pelanggaran hukum adalah salah, tetapi melalui proses restorasi, pelanggar hukum diterima kembali menjadi warga masyarakat.
Penutup
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa penghilangan dan pembatasan hak-hak sipil dan politik terhadap mantan napi dalam berbagai peraturan perundangan dan kebijakan merupakan ketidakadilan terhadap warga masyarakat yang telah melunasi hutang kesalahan. Oleh karena itu semua peraturan perundangan yang membatasi atau menghilangkan hak-hak sipil dan politik mantan napi haruslah dicabut. Selain itu perlu adanya gerakan penyadaran masyarakat terhadap realitas pelanggaran hukum seperti yang diuraikan di atas sehingga masyarakat secara sadar mampu memperlakukan mantan napi secara adil.
POLEMIK HAK-HAK POLITIK MANTAN NARAPIDANA
Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar uji UU No. 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (UU Pilpres); UU No. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (UU MK); UU No. 5 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (UU MA); UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda); dan UU No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (UU BPK) terhadap UUD 1945, Kamis (1/11).
Agenda sidang adalah Mendengarkan Keterangan Ahli dari Pemohon, yaitu Ketua Komnas HAM, Ifdal Kasim dan Ahli Hukum Pidana, Dr. Mudzakkir.

Perkara Nomor 17/PUU-V/2007 ini dimohonkan oleh Hendry Yosodiningrat, S.H., Budiman Sudjatmiko, MSc., M.Phil., dan Ahmad Taufik dengan kuasa hukum Ari Yusuf Amir, S.H., dkk. Para Pemohon mempermasalahkan, pertama, salah satu persyaratan menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Huruf t UU Pilares yang berbunyi: ”Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus memenuhi syarat: tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih”.

Kedua, calon Hakim Konstitusi yang diatur dalam Pasal 16 ayat (1) Huruf d UU MK menyatakan: ”Untuk dapat diangkat menjadi hakim konstitusi seorang calon harus memenuhi syarat: tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih”.

Ketiga…calon Hakim Agung yang diatur dalam Pasal 7 ayat (2) Huruf d UU MA yang berbunyi: ”apabila dibutuhkan, hakim agung dapat diangkat tidak berdasarkan sistem karier dengan syarat: tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih”.

Keempat, calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 58 huruf f UU Pemda menyatakan: “Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah warga negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat : tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau lebih”.

Kelima, calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Huruf g UU BPK yang berbunyi: ”Untuk dapat dipilih sebagai Anggota BPK calon harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan hukuman 5 (lima) tahun atau lebih”
Di persidangan ini, Ahli dari Pemohon, Ifdal Kasim, menjelaskan bahwa harus ada pembatasan yang mempunyai tujuan yang jelas agar tercipta ketertiban umum, masyarakat yang bermoral, dan melindungi hak fundamental orang yang bersangkutan. Menurut Ifdal, persyaratan yang membatasi mereka yang terkena pidana lima tahun sehingga tidak bisa menduduki jabatan, merupakan persyaratan yang tidak sesuai dengan pembatasan yang diinginkan oleh UUD. “Sebab UUD 1945 juga menjamin persamaan hak bagi orang yang telah menjalani hukuman. Itu artinya, hak-haknya sebagai warga negara kembali pulih termasuk hak-hak politiknya untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara atau pemerintahan. Oleh karena itu dengan tercantumnya persyaratan ini, jelas mengurangi hak yang bersangkutan,” jelas Ifdal.
Ahli Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Dr. Mudzakkir juga menambahkan, pembatasan itu dimungkinkan selama dalam konteks prasyarat administrasif. Sedangkan yang berhubungan dengan kompetensi yang bersangkutan, harus ditentukan berdasarkan jabatan dan syarat tertentu yang diberlakukan secara umum. “Khusus batasan yang menyangkut ancaman pidana apabila tanpa mempertimbangkan tindak pidana yang dilakukan atau jenis tindak pidana yang dilakukan apakah relevan apabila seseorang itu hanya terkena hukuman yang tidak disengaja, semisal kecelakaan lalu lintas lalu dihukum, pasti akan menghambat kapabilitas seseorang tersebut, sama saja itu merampas hak hukum terpidana yang dijamin oleh Konstitusi,” ujar Mudzakkir.
http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=473

Mantan Napi Gagal Menjadi Bupati

Kamis, 8 Januari 2009 | 20:22 WIB
JAKARTA, KAMIS — Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) ulang di Kabupaten Bengkulu Selatan terkait dikabulkannya permohonan pasangan calon Reskan Effendi-Rohidin Mersyah. MK mengabulkan gugatan pemohon karena hasil pilkada tersebut dinilai tidak sah memenangkan pasangan calon Dirwan Mahmud-Hartawan.

Hal itu dikatakan Ketua Majelis Hakim Konstitusi Mahfud MD dalam sidang putusan sengketa pemilukada Bengkulu Selatan di ruang sidang MK, Jakarta, Kamis (8/1). “Memerintahkan kepada KPUD Kabupaten Bengkulu Selatan untuk menyelenggarakan pemungutan suara ulang yang diikuti oleh semua pasangan calon kepala daerah dan wakilnya kecuali pasangan calon nomor urut 7 (Dirwan Mahmud dan Hartawan),” ujar Mahfud saat membacakan putusan.

Seperti diketahui, pasangan calon bupati dan wakil bupati Reskan Effendi-Rohidin Mersyah selaku pemohon mengajukan gugatan perkara terhadap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bengkulu Selatan. Hasil pilkada memenangkan pasangan Dirwan Mahmud-Hartawan dengan perolehan 39.069 suara, sedangkan pemohon memperoleh 36.566 suara.

Hasil pilkada tersebut dinilai pemohon terjadi pelanggaran administratif yang dilakukan bupati terpilih Dirwan Mahmud yang seharusnya tidak dapat menjadi peserta pilkada. Pasalnya, Dirwan Mahmud alias Roy Irawan adalah mantan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, selama 7 tahun (1987-1992) karena delik pembunuhan.

Menurut Mahfud, hal itu bertentangan dengan pasal 56 UU Nomor 32 Tahun 2004 yang melarang seseorang yang pernah dihukum penjara 5 tahun atau lebih menjadi calon dalam pemilukada. Ditambahkan Mahfud, karena alasan itulah, hasil Pilkada Bengkulu Selatan periode 2008-2014 dinyatakan batal demi hukum (void ab initio) dan dilakukan pemungutan suara ulang selambat-lambatnya 1 tahun sejak putusan ini diucapkan.

Larry Levine, Dari Gembong Narkotika Kakap Menjadi Konsultan Finansial Sukses


(Vibiznews – Business)

Kisah sukses seseorang bukan hanya semata-semat dilatarbelakangi oleh positifnya kehidupan yang mengiringi sang individu. Tingginya tingkat pendidikan atau kondusifnya lingkungan di sekitar seseorang belum berarti menjadikan sesorang untuk dapat mencapai kesuksesan. Bahkan dengan ekstremnya lingkungan atau buruknya latar belakang membuat sesorang dapat menjadi tangguh dan kokoh dalam mencapai impian yang akhirnya menjadikan orang tersebut menjadi sukses.

Hal tersebut telah terbukti nyata pada seseorang yang bernama Lawrence J. Levine atau yang lebih dikenal sebagai Larry Levine. Pria berumur 47 tahun dan memiliki tubuh tinggi besar ini merupakan salah seorang konsultan finansial yang cukup sukses di AS saat ini. Namun pasti Anda tidak menyangka bahwa asal usul Levine sebelumnya ialah seorang narapidana kelas berat dalam beberapa kasus yang menjadi “musuh” no wahid negara AS yaitu narkotika dan penyalahgunaan senjata api.

10 Tahun Mendekam di Penjara

Kelakuan kriminal dan pengedaran obat bius hingga mencapai ratusan gram dilakukan oleh Levine beraval pada medio tahun 90an. Dimana ia bersama dengan gang-nya melakukan aksi di wilayah New York. Menurut catatan kepolisian AS, New York merupakan salah satu negara bagian di AS yang memiliki kadar kriminalitas yang sangat tinggi dan merupakan lahan yang subur bagi para pengedar obat bius dan narkotika untuk menjalankan bisnisnya, mengingat letak New York yang sangat strategis dan berdekatan dengan negara-negara dari Amerika Latin yang notabenenya sebagai produsen obat bius terbesar di dunia.

Sampai dengan akhirnya pada tahun 1997 ia ditangkap oleh NYPD, kepolisian di New York dan dijatuhi hukuman selama 10 tahun. Bukan hanya kasus pengedaran narkotika saja, didalam dakwaan oleh hakim, Levine juga telah didakwa telah menggunakan senjata api untuk melakukan pemerasan dan perampokan pada beberapa toko di wilayah New York. Jangka waktu 10 tahun merupakan sebuah jangka waktu tahanan yang cukup pendek dibandingkan dengan kasus-kasus yang sama lainnya. Baiknya perilaku selama pra-penahanan membuta pihak hukum memotong masa hukuman Levine.

Sukses jadi Konsultan Finansial

Tahun 2007 akhirnya ia telah dapat menghirup udara segar dan bebas dari masah hukuman akibat kasus kriminal. Setelah keluar dari penjara, ia mulai mencoba mendalami ilmu mengenai investasi, terutama mengenai investasi di sektor finansial. Setelah hampir menimpa ilmu di bidang investasi dalam kurun waktu hampir 2 tahun, akhirnya di akhir tahun 2008 yang lalu ia mendirikan lembaga konsultan finansial yang dinamai American Prison Consultant.

Titik berat dan segmen klien yang dituju oleh Levine beserta dengan lembaganya ialah mengincar para bekas napi yang kesulitan dalam mengelola keuangan atau justru sedang mengalami tekanan akibat sulitnya memperoleh peluang investasi paska keluar dari penjara. Kondisi tersebut sangatlah penting dan menjadi sebuah permasalahan di AS. Banyak napi yang keluar dari penjara merasa menjadi orang yang putus harapan. Besarnya tekanan membuat mantan napi tersebut sulit untuk memperoleh kehidupan yang sejahtera. Mabuk-mabukan menjadi ajang pelepas stres yang cukup nyata di AS.

Selain mantan napi, segmen klien yang dimiliki oleh APC yaitu keluarga-keluarga miskin dan tidak mampu di AS. Murahnya biaya konsultasi membuat banyak keluarga miskin berminat untuk mendapatkan saran-saran strategis dalam mengatur keuangan sehari-hari. Menurut Levine, kebijakan yang dilakukan oleh lembaganya merupakan sebuah upaya untuk menjalankan aksi sosial. Mengingat Levine merupakan orang asli New York yang terlahir di keluarga miskin.

Kesuksesan yang dialami oleh Levine dan lembaganya membuat banyak pihak terkejut. Kasus Madoff yang cukup memukul sektor finansial akibat kasus freud-nya memberikan sedikit trauma bagi masyarakat AS untuk mendapatkan konsultasi di bidang finansial.

Levine, Mantan Napi yang Dermawan

Selain mendirikan lembaga konsultan finansial, Levine juga mendirikan beberapa pusat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba di wilayah New York. Aksi sosialnya merupakan perpanjangan tangan dari kesuksesan lembaga konsultan finansialnya. Sebagian dari keuntungan hasil dari royalti konsultasi ditujukan kepada pusat-pusat rehabilitasi tersebut. Hingga kini, tercatat sebanyak lebih dari 100 orang pasien menjadi anggota pusat rehabilitasi narkoba miliknya.

http://www.latimes.com, www.eworldwire.com

(Joko Praytno/JP/Forbes dan berbagai sumber)

“LATAH”

Posted: October 31, 2009 in article
Tags:
with Radith n Berto let’s talk about…”LATAH”  pliss read the article then post comment..

Latah, Bawaan Kaum Akhwat?

Posted in OnlyGirl, Pernik by Hafsa Mutazz

Lucu deh punya sohib Ade. Kalau digertak atawa dikagetin, doi ngikutin apa yang kita omongin. Kata orang Ade latah! Tapi benarkah penyakit kagetan itu konon banyak mendera kaum hawa? Apa pula hubungannya ama sakit jantung?

Latah adalah bentuk gangguan kejiwaan berupa meniru ucapan orang lain tanpa sempat berpikir atas ucapan yang ditirunya itu. Latah ada yang ringan, sekadar meniru ucapan but ada yang berat, yakni meniru ucapan sekalighus melakukan perbuatan yang sesuai dengan isi ucapan orang lain itu. Misalnya ada orang yang latah berat kita kagetin sambil ngomong ‘copot sepatu!’ maka doi spontan bakal ngomong ‘copot sepatu’ sembari nyopot sepatu beneran. Coba deh bayangin kalau dia dikagetin sambil ngomong ‘nyebur sumur’ trus nyebur sumur beneran, gaswat! Nah, gimana dong kalo punya sohib latah gitu?

”Kita-kita jadi suka godain Ade. Abis dia latah abis. Celetukannya lucu-lucu lagi, jadi bikin kita seneng. Rame aja ada dia, bikin kita ketawa mulu seh,” terang Dede (16), ABG Bogor yang sohiban ama Ade, si latah. Boro-boro membantu ‘menyembuhkan’ latah Ade, Dede dan gengnya malah suka sengaja merangsang munculnya ‘penyakit’ latah itu.

Lain lagi sama Wida (17), pelajar SMU Negeri di Bogor itu kurang sreg ama orang latah. Apalagi cewek yang suka latah dengan ngomong jorok. ”Ada temen aku di sekolah yang spontan ngomong porno gitu kalo lagi kaget. Sebel juga seh,” katanya pada Permata. Misal ada temen yang kaget karena pensilnya jatuh, si latah itu langsung ngomong jorok (nggak usah disebut ya,…tahu sendiri kan?!!). ”Dengernya jadi kesel. Udah diingetin katanya itu reflek, jadi nggak terkontrol,” keluh Wida. Bener nggak seh itu penyakit, kata Wida lagi balik nanya.

Penyakit vs Tren

Latah bukan bawaan orok sejak lahir, lho! Umumnya timbul karena ada trauma psikologis yang dialami oleh orang tersebut. Trauma psikologis yang dialami seseorang bisa menjelma ke dalam berbagai bentuk seperti phobia, histeris, obsesif-kompulsif, latah, dan sebagainya. But, ada juga orang yang latah sekadar ikutan tren. Tujuannya cuma buat joke dan menambah wawasan pergaulan. Lihat aja para pelawak di teve, banyak yang sengaja latah biar aksi panggungnya jadi lucu. Mereka bahkan dengan sengaja mengasah kemampuan latahnya buat ngeruk duit. Makin latah makin laris.

Memang, orang yang tidak punya penyakit latah tidak akan otomatis jadi latah beneran kalaupun dia coba ikut-ikutan latah sekadar ngikutin tren. Sebab orang yang latah beneran datang dari dalam diri, sedangkan yang cuma ikut-ikutan latah sebenarnya hanya karena faktor kebiasaan/terkondisi.

BTW, bener nggak latah itu karena penyakit jantung? Nggak ada hubungan sama sekali. Artinya bukan karena ada gangguan jantung maka orang pasti jadi latah. Hanya memang, orang yang latah, pada waktu dia dikagetin maka terjadi peningkatan aliran adrenalin dalam darahnya. Adrenalin ini memacu detak jantung sehingga detak jantungnya semakin cepat. Kalau dia sampai kaget sekali selain detak jantung yang meningkat juga disertai otot tubuh yang mengejang dan mata yang melotot. Nah orang yang enggak latah pun kalau dikagetin dan dia kaget betul-betul bisa saja juga jadi kayak orang latah (meniru apa yang dikatakan orang lain yang ngagetin dia).

Cewek Lebih Banyak

Belum ada penelitian tentang perbandingan jumlah penderita latah antara cewek dan cowok. Tapi berdasarkan pengamatan sekilas apa yang terjadi di sekitar kita, latah lebih banyak dialami kaum hawa. Mungkin ini disebabkan karena secara emosional cewek lebih rentan terhadap stress dibandingkan cowok sehingga cewek juga lebih mudah mengalami trauma. Sebut aja kalangan seleb, mulai Viona Rosalia ampe Mpok Atik, pada demen latah.

Nggak ada bedanya seh, latahnya cewek dengan latahnya cowok. Mungkin bedanya hanya dari ucapan yang sering dikeluarkannya. Kalo cewek cenderung mengucapkan sesuatu yang berbau porno atau lucu, sedangkan cowok cenderung ngucapin yang kata-kata yang bersifat kasar seperti (maaf) ‘eh mampus’ dsb.

Di masyarakat seringkali ada pandangan kalau cewek yang latah itu sah-sah aja alias normal. Tapi kalo cowok latah, enggak umum banget. Kesannya kalau cowok itu latah maka dia enggak macho, enggak jantan, orangnya lemah lembut, mudah nangis, dsb. Ini karena orang mengidentikkan orang yang latah sebagai orang yang enggak punya pendirian. Soalnya, kerjanya jadi tukang tiru-tiru orang doang.
Emang nggak dipungkiri, kalangan cowok yang latah ini kebanyakan para banci. Maksudnya, kelompok banci memang paling doyan latah. Tapi bukan berarti kalau dia bencong otomatis pasti latah, atau kalau cowok latah berarti dia bencong. Biasanya ini muncul karena sejak kecil mengalami tekanan batin dan sering menerima perlakuan yang menyakitkan hatinya atau menimbulkan trauma.

Ketika latah itu muncul disertai dengan gaya seorang bencong justru menimbulkan kelucuan buat orang sekitarnya. Akibatnya latahnya bencong jadi ngetren di kalangan masyarakat. Untuk selanjutnya malah muncul latah-latah palsu yang sekadar buat ngegaya dan bergaul tadi. Parahnya, tren kata-kata yang dijadikan bahan latah juga kata-kata yang jorok. Payah banget, kan!

Berpikir Sebelum Berkata

Seorang latah mengucapkan kata-kata spontanitas, kayaknya enggak berpikir dulu. Bahkan ada yang bilang malah enggak sadar ngomong kayak gitu. Padahal kalau dipikir-pikir, setiap manusia yang normal, dikaruniai akal oleh Allah SWT. Gunanya ya buat berpikir. Dan setiap perbuatan manusia, selalu dilandasi oleh pemahaman dia alias pola pikirnya. So, rada aneh memang kalo ada orang yang berbuat tanpa berpikir. Mungkin dia berpikir, tapi kilat banget alias dangkal pola pikirnya.

Sebab pola pikir sendiri emang ada beberapa tingkatan, mulai berpikir dangkal (tafkir suthiy), berpikir mendalam (tafkir amiq) sampai berpikir cemerlang (tafkir mustanir). Pola pikir dangkal umumnya terjadi karena manusia sudah melakukannya sebagai sesuatu kebiasaan. Misal kalo kita laper, otomatis langsung? ngambil makanan trus dimakan. Seolah-olah aktivitas kita itu enggak dilandasi pola pikir karena udah kebiasaan, padahal sebetulnya berpikir tapi udah terpola alias kilat banget.

Nah, latah itu terjadi karena pola pikir saat itu sedang dangkal. Coba aja perhatiin, tiap orang (normal) pasti punya ‘kata-kata khusus’ ketika berhadapan dengan sesuatu yang mengagetkannya. Misal ibu-ibu yang ngelihat anak jatuh atau barang jatuh, ada yang spontan ngomong ‘Eh kodok’, ‘Eh copot’, atau ada yang bilang ‘Astaghfirullah’, dan sebagainya. So, itu karena kebiasaan.

Yang pasti, kalau latah itu emang muncul karena ada riwayat trauma psikologis, musti ‘disembuhkan’ meskipun mungkin rada-rada susah. Caranya, bekali diri dengan pemahaman Islam sehingga pola pikirnya selalu Islami. Pola pikir Islami ini jelas bukan sekadar pola pikir yang dangkal, tapi kudu mendalam dan bahkan mustanir (cemerlang). Insya Allah dengan bekal pola pikir Islam yang menancap kuat, penyakit latah bisa dikikis.

Sementara kalo latahnya sekadar ikut-ikutan, bukan hanya bisa disembuhkan, malah bisa dicegah. Gaul seh gaul, tapi kalo udah nyerempet-nyerempet hal yang haram, kudu dihindari. Mengeluarkan kata-kata jorok jelas melanggar larangan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” (HR Bukhari).

Terlebih lagi Allah SWT mengingatkan kita agar selalu menyertai perkataan dan perbuatan kita dengan ilmu. Dalam firman-Nya yang artinya: ‘Janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya perkataan, perbuatan dan hati kamu akan dimintai pertanggungjawaban.’ (QS Al-Isra:36)

So, berfikirlah dulu sebelum berkata-kata dan berbuat. Jangan asal jeplak dan juga jangan asal-asalan ikutan tren. Gunakan nikmat lidahmu untuk senantiasa berkata yang baik-baik, misal untuk berzikir mengagungkan asma Allah SWT. OK!

http://www.gaulislam.com/

with Radith n BiyanTonite Lets Talk About …

“CURIOUSITY(Penasaran)”…Plissss Read article n Post a coment

“Curiousity kills the cat” (Kucing bisa mati karena ingin tahu) Keingintahuan!

Sumber : www. Hinamagazine.com

Tampaknya manusia memang dilahirkan Tuhan dengan fitrah itu. Sembilan bulan sepuluh hari, manusia bayi berada di perut ibunda dengan tempat yang gelap dan sempit. Ketika lahir, dunia gemerlap tentu saja menyimpan banyak misteri yang menarik untuk dicari tahu apa itu. Tentu saja, keingintahuan membuat kita mampu mencari tahun seperti apa dunia ini.
Maka..

manusia yang diberi kelebihan dari makhluk-makhluk Tuhan lain berupa akal berlomba-lomba mencari tahu seperti apa dunia itu. Lewat pemikiran-pemikiran, lahirlah penemuan-penemuan luar biasa, seperti listrik, lampu, telepon, mesin uap, dan lain sebagainya yang membantu peradaban manusia. Ilmu-ilmu pengetahuan juga muncul satu demi satu, ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu astronomi dan lain sebagainya. Terus berkembang sampai sekarang ini dimana dunia sudah sangat modern dan semakin tanpa batas.
Ilmu dan penemuan adalah tingkat tertinggi dari rasa keingintahuan manusia akan fenomena-fenomena yang ada di dunia. Bahkan Al-Quran di dalam satu suratnya menyatakan, bahwa dunia ini penuh dengan tanda-tanda kebesaranNya bagi orang-orang yang berpikir.

Yang paling rendah dari keingintahuan manusia adalah gosip. Sekarang ini, televisi di Indonesia mempunyai lebih dari 50 tayangan infotainment yang ditayangkan setiap hari. Lagi dan lagi, kita diterpa oleh tayangan itu lebih dari 10 kali setiap hari. Kita jadi tahu dan hafal apa yang terjadi dengan para public figure, dan tampaknya kita tersihir untuk terus mengikuti perkembangannya. Infotainment disinyalir juga menjadi kompor bagi beberapa kasus yang terjadi. Bahkan tak jarang, gosip memang diciptakan. Biar seru, katanya

“if knowledge is power, then passion is the engine, body is the vehicle, and conscience is the driver”

Sumber :www.pikiranrakyat-online.com
Curiousity Does (NOT) Kill the Man

RASA ingin tahu mungkin adalah kutukan bagi seekor kucing. Sehingga muncul istilah “Curiousity killed the cat”. Namun bagi manusia, rasa ingin tahu adalah suatu anugerah. Rasa ingin tahu adalah bahan bakar bagi terciptanya ilmu pengetahuan sekaligus perkembangan peradaban manusia.
Keingintahuan merupakan amunisi bagi Belia yang ingin maju dan berkembang lebih jauh. Karena rasa ingin tahu bisa memicu masa pencarian tiada akhir. Yang merupakan salah satu fondasi untuk kehidupan yang lebih baik. Didorong rasa ingin tahu yang besar, para ilmuwan di Eropa Barat pada abad pertengahan berusaha mencari sejenis batu bertuah (batu yang sama seperti yang digambarkan dalam buku Harry Potter dan Batu Bertuah). Yang dipercaya bisa mengubah atau menghasilkan emas dan perak dari logam biasa. Sebagai akibatnya lahirlah Ilmu Kimia.

Karena sering memerhatikan fenomena alam, seorang Claudio Ptolomeus (70-168) merasa tertarik dan ingin mencari tahu mengenai perilaku sinar cahaya yang datang dari udara dan diteruskan ke air. Rasa ingin tahu ini kemudian melahirkan hukum pembiasan cahaya awal yang kemudian berguna untuk membantu mereka yang bermasalah dalam penglihatan dalam bentuk kacamata.
Anda pasti pernah mendengar cerita bagaimana sebuah apel yang jatuh dari pohon mampu menginspirasi Sir Isaac Newton untuk menemukan hukum gravitasi. Demikian juga cerita tentang penemuan penicillin oleh Sir Alexander Fleming di tahun 1928.

Di suatu hari yang santai, Edward Jenner teringat kejadian pada usianya yang ke-19, ketika seorang gadis pemerah susu sapi memberitahu Jenner bahwa dia tidak akan pernah terkena cacar karena sudah pernah terkena cacar sapi. Gadis tersebut memberitahunya bahwa hal seperti itu umum terjadi di desanya. Ingatan tersebut akhirnya membuat Jenner berhasil mengembangkan vaksin cacar.
Ketika berjalan-jalan di salah satu laboratorium Raytheon Company, Percy L. Spencer kebetulan melewati sebuah perangkat radar yang memancarkan medan magnet. Secara tidak sengaja dia menemukan coklat yang tersimpan di kantongnya meleleh. Sebagai seorang jenius elektronik, dia langsung menyadari mengapa hal itu bisa terjadi. Dengan segera dia melakukan percobaan dengan popcorn. Ternyata seperti diduga, popcorn tersebut langsung “terpanggang” di tempat itu. Berbekal kejadian tersebut, Raytheon mengembangkan oven microwave pertama.

anda mungkin berpikir kejadian-kejadian seperti di atas hanya berjodoh dengan kalangan intelektual. Tidak juga. Ketika perusahaan pembuat obat Belanda Organon (bagian dari Akzo-Nobel) melakukan test klinis terhadap obat antihistamine baru, seorang sekretaris yang mendata para sukarelawan secara periodik memperhatikan adanya suatu kejanggalan. Dia mengamati sebagian sukarelawan tersebut menjadi sangat periang. Ketika dia mengabarkan hasil observasi tersebut kepada para manajer yang menjalankan percobaan tersebut, penelitian lebih lanjut disetujui. Obat itu ternyata tidak efektif sebagai obat alergi seperti yang diperkirakan semula, tetapi ternyata sangat efektif sebagai obat untuk mengatasi depresi.

Pada tingkatan individu, jawabannya tersebut terletak pada kesiapan mental mereka pada saat kejadian. Ketika mengalami kejatuhan apel tersebut, Newton mampu segera menarik makna di balik kejadian tersebut karena pikirannya sudah terlatih. Fleming, Jenner, dan Spencer juga sudah memiliki kompetensi di bidangnya, dan ketika hal tak terduga tersebut terjadi, mereka bisa menarik hubungan dengan apa yang mereka ketahui. Bukankah seperti kata Louis Pasteur, “Chance favors the prepared mind“?

Selain kesiapan mental, syarat penting lainnya adalah observasi dan rasa ingin tahu. Tanpa kedua hal itu, Fleming dan Jenner mungkin tidak akan dikenang sejarah. Observasi dan rasa ingin tahu juga menjadi alasan mengapa sang sekretaris mampu melihat kejanggalan para sukarelawan tersebut.
Sementara itu pada tingkatan organisasi, yang dibutuhkan adalah kesediaan menerima kejadian tak terduga tersebut sebagai sesuatu yang layak untuk diselidiki lebih lanjut. Bila para manajer Ornagon menanggapi masukan dari sekretaris tersebut secara acuh tak acuh, penemuan tersebut mungkin tidak akan berarti apa pun. Kelihatannya syarat tersebut sangat mudah. Namun pada kebanyakan organisasi, perencanaan (planning) adalah raja. Semua hal yang tidak termasuk dalam perencanaan harus dikesampingkan. Ego juga sering menjadi penghambat. Para eksekutif atau manajer yang berada di posisi yang lebih tinggi sering merasa enggan menerima masukan dari bawahannya.

Rasa ingin tahu pula yang melandasi eksperimen para musisi sehingga mampu menghasilkan bentuk-bentuk sound yang unik. Bahkan, mampu melahirkan genre musik baru yang membuat dunia musik selalu dinamis dan berkembang. Serta masih banyak lagi contoh mengenai pencarian yang didorong oleh rasa ingin tahu di berbagai bidang kehidupan.

Maka rasa ingin tahu sebaiknya senantiasa dipelihara dalam berbagai kata tanya. Pertanyaan kenapa dan mengapa adalah kunci bagi pembukaan wawasan yang lebih luas. Rasa ingin tahu bisa dimulai dengan mempertanyakan berbagai hal yang selama ini diterima sebagai teori atau pelajaran. Bisa mengenai asal-usul terciptanya teori tersebut ataupun mengenai sejarah di balik suatu hal. Dengan demikian, pelajaran pun akan terasa lebih menarik dan mudah dimengerti ketimbang hanya dihafalkan secara membabi buta.

Keingintahuan juga bisa diawali dengan melihat dan memerhatikan segala sesuatu yang berada di sekitar Belia. Sekaligus berusaha mengaitkannya dengan pelajaran yang telah Belia terima. Karena sangat banyak pengetahuan praktis yang bisa di gali dari kehidupan sehari-hari.

Misalnya, pernahkah Belia berusaha mencari tahu kenapa langit berwarna biru bukannya putih atau pink? Atau mengapa seorang nelayan andal biasanya mengartikan langit yang berwarna merah di pagi hari adalah pertanda datangnya hujan bahkan badai di hari itu.

Apakah Belia tidak tertarik dengan daya kerja sabun yang kelihatannya begitu hebat dalam membersihkan sekaligus memberi wangi pada tubuh? Karena pelajaran kimia sebenarnya telah memberi modal yang cukup bahkan sebagai dasar bagi Belia untuk bisa membuat sabun sendiri. Sabun pada dasarnya dibentuk dan dibuat oleh pencampuran senyawa organik yang bisa didapat dari lemak hewan maupun minyak kelapa atau minyak zaitun dengan senyawa alkali (basa yang kuat) seperti soda api atau natrium hidroksida maupun kapur atau abu kayu (seperti resep sabun orang Romawi kuno). Oleh karena itu, molekul sabun memiliki sifat yang bisa menggandeng air sekaligus membersihkan kotoran berminyak/lemak. Adapun berbagai bahan pewangi maupun bahan lainnya hanyalah unsur tambahan belaka.

Bahkan, berbagai bahan yang ada di dapur Belia pun sesungguhnya mengandung sifat yang istimewa bagi mereka yang tertarik dan mau mencari tahu. Mengambil contoh garam misalnya. Sifatnya yang mudah larut dan bisa menurunkan temperatur campuran air dan es minus 3 derajat Celsius atau lebih membuatnya terpilih sebagai bahan pembuat es krim yang murah meriah. Garam juga bisa menaikkan temperatur titik didih air.

Pelajaran biologi pun bisa dijadikan pijakan untuk mencari tahu mengenai berbagai fenomena yang ada di alam ini. Lebih jauh lagi, rasa ingin tahu bisa menghindarkan Belia dari pembodohan atau bahkan penipuan. Dengan membiasakan diri untuk selalu mencari tahu mengenai apa pun. Seperti dengan mencari tahu kebenaran suatu cerita atau berita, tayangan sinetron atau film terlebih lagi klaim dari suatu iklan. So seek & you shall find!

“Temen Bossy”

Posted: October 31, 2009 in article
Tags:

“Temen Bossy”… Lets TaLks about it with Biyan n Radith

punya temen yang selalu nyuruh2 kita?

sumber: majalah hai

 

“dia selalu merasa jadi bos dan menganggap kita sebagai anak buahnya??
waduuuh ga enak banget ya punya temen kaya dia. nahhh
Kalo kamu temen kaya gitu, gimana cara ngadepinya ya?”

– ajarin dia ngontrol emosi

orang yang bossy itu emosinya cenderung ga stabil,,, kalo apa yang dia mau ga diturutin,, dia bakalan cepet marah,, kalau dia marah mendingan kamu tunjukan sikap yg ngelawan dia…

– tunjukan kekurangan dirinya

orang yang kaya gini suka mengangap dirinya itu profesional dan ahli dalam segala hal, dan dia selalau mengangap dirinya sempurna.

Orang kaya dia juga terlanjur bebal buat diajak bicara baik-baik. Dia juga suka mengalaihkan hal yang seharusnya dia kerjakan,kepada orang lain. Tunjukin ajah sama sia, buktiin kalo apa yang dia anggap dia bisa lakukan, tenyata dia ga bisa.

– ajarain dia cara bersikap enak pada orang lain

biasanya orang kaya gini orang yang suka merintah orang lain, suka ngatur seenaknya tanpa mikir apa yang dirasain sama yang dia suruh, bilang ke dia supaya merubah sikapnya, jgn asal merintah dengan lagak sok-sokan,, bilang ke dia supaya ngerti dulu apa yang dia suruh, jgn sampe si temen bossy itu nyuruh tanpa biasa ngelakuin hal dia suruh.

– tunjukin ke dia kalo rileks itu lebih nyantai dan menyenangkan.
Sifat bossy itu bikin orang lain ga tenag. Pikiran dan perasaanya terus terbuka l antaran dia selalu “butuh” tanggan oarng lain buat mencapai segala keinginannya. Dengan kata lain dia ga yakin dengan dirinya sendiri kalo dia bisa mengerjakan semua sendirian. Dengan kata lain dia dia itu orang yang belum bisa menerima dirinya sendiri dengan baik. Orang seperti ini bukan orang yang mandiri dan menerima apa adanya. Jadi tunjukinke teman yang seperti dia, kalau santai itu lebih asyik

“manajemen keuangan”

Posted: October 30, 2009 in article
Tags:

kita ngobrolin “manajemen keuangan” yukk,, Radith sama Biyan bakalan ada buat nemenin kamu…

scary story :

“susah ya jadi anak kos,, semuanya musti sendiri, apalagi moneter keuangan. selalu merasa kurang bila mendapat kiriman dari ortu baik yang dikirim di awal, tengah atau akhir bulan, belum lagi buat yang punya pacar pasti bakal kurang banget.. ya kan? terutama cowo nih yang kadang suka gengsian kalo lagi jalan ma cewenya ga jajan bareng n ntraktir dia??

mau minta lagi ma ortu ga tega, kecuali buat mahasiswa/i yg ortunya mampu. belum lagi adanya perasaan malu terhadap ortu sendiri sebagai anak yang “sudah” mencoba tuk belajar mandiri hidup jauh dari ortunya. Selain itu rasa susah semakin hari semakin bertambah dengan semakin menipisnya jumlah kiriman yang sudah terpakai.

Kalo udah mulai terdesak keadaan kaya gini selalu muncul pemikiran macam-macam. ada yang punya pikiran “kayanya perlu nyari tambahan uang saku nih? kerja aja kali ya” atau “kayanya gw emang ga bisa ngatur uang sendiri nih” atau yang lebih parah lagi cuma merenungi nasib tanpa ada pemecahan masalah yang dihadapinya.

sebetulnya kalo kita coba melihat mahasiswa/i yang berhasil memecahkan masalah ini tidak sedikit juga loh. banyak dilingkungan kita terutama di kaval, banyak yang mencoba memecahkan masalah ini dengan membuka usaha, contohnya ipam yang terkenal dengan habatusauda nya bahkan sekarang ipam dapat berdagang online via websitenya. cara marketingnya pun sangat efektif.. dia cuma pasang signinya aj dengan logo situs dia di semua forum yang dia ikutin.

Ada juga yang membuka usaha voucher elektronik ataupun jasa printan. buat yang punya skill pemrograman atau design banyak yang ngambil jalan bekerja freelance. Lain lagi dengan kk2 yang sudah bekerja, menurut gw sih mereka sudah berkecukupan dan lepas dari kiriman ortu, kecuali yang susah ngatur pemasukannya..”

bisa ga kamu ngatur keuangan kamu disaat kamu kuliah atau lagi cari kerja??? apalagi kalo ada kebutuhan mendadak?? gimana caranya??

http://www.wikimu.com
Dari Kampus ke Dunia Kerja

Langsung mendapat pekerjaan adalah dambaan semua orang setelah LULUS dari bangku kuliah. Bagaimana tidak senang, setelah bosan duduk di bangku kuliah, memasuki dunia kerja bagaikan masuk ke dunia baru yang penuh dinamika dan tantangan. Tetapi masalahnya, tidak semua para fresh graduate bisa langsung dapat kerja. Karena belakangan ni untuk mendapatkan pekerjaan, persaingan semakin sengit dan ketat. Maka bersyukurlah anda yang bisa langsung bekerja begitu keluar dari dunia kampus.

Tetapi umumnya anda para fresh graduate ingin langsung mendapat pekerjaan bagus dengan gaji besar. Padahal untuk mendapatkan semua itu jelas tidak mudah. Makanya banyak yang merasa “down” begitu mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai. Padahal tidak perlu patah semangat jika anda mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan anda.

Jangan pernah menganggap pekerjaan sepele tidak memberi konstribusi terhadap kehidupan anda. Justru dari pekerjaan sepele itu akan mengajarkan anda tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Paling tidak anda akan digembleng untuk tahan mental dan menjadi pribadi yang tangguh menghadapi tantangan. Anda akan disadarkan pada kenyataan bahwa hidup ini memang tidak mudah.

Lebih baik anda pupuk rasa tanggung jawab anda terhadap pekerjaan, seberapapun sepelenya pekerjaan itu.

Dengan demikian anda akan semakin memahami seluk beluk pekerjaan. Karena dari tugas-tugas yang kurang berarti itu anda akan memperoleh kesempatan dan peluang yang lebih berarti. Sekaligus dapat lebih memahami karakter orang-orang yang bekerja dengan anda. Oleh karena itu jangan pernah sekalipun merasa “down” atau menyesal, apabila anda tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan anda. Lebih baik anda jalani dulu pekerjaan yang ada. Kalau anda rajin dna bertanggung jawab terhadap pekerjaan, bukan tidak mungkin anda akan mendapatkan posisi yang lebih baik.

Yang jelas anda juga, jangan menutup mata terhadap kesempatan yang datang. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada, karena begitu kesempatan datang, maka berjuta peluang akan mengampiri anda. Karena sekali kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan, maka tidak akan pernah dua kali kesempatan itu datang kembali kepada anda, dan anda akan menyesalinya. Seperti kata orang bijak, MASA DEPAN bukan tergantung pada pekerjaan yang dilakukan, melainkan pada orang yang mengerjakan.

Satu hal yang tak kalah penting, saat memasuki dunia kerja, tinggalkan mental anak kampus yang selama ini melekat pada diri anda. Ingat..! dunia kampus jelas berbeda dengan dunia kerja. Jangan membawa sikap kekanak-kanakan dan emosionil yang identik dengan sikap mahasiswa belakangan ini. Kalau anda menunjukkan resposibilitas, kredibilitas dan loyalitas terhadap pekerjaan, bukan mustahil pekerjaan yang sepele itu hanya tinggal kenangan. Artinya, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik akan anda raih. Yang penting jangan pernah berhenti berusahan dan berdoa.
Seperti uraian di atas bahwa hidup ini memang tidak mudah. Selain tidak mudah, hidup ini juga penuh dengan aneka pilihan. Oleh karena itu selain anda harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan harapan, anda juga harus menentukan pilihan karir anda. Menentukan atau memilih karir tidak sama dengan memilih barang yang anda beli. Memilih karir adalah salah satu keputusan yang paling penting dalam kehidupan anda.

Anda harus teliti, cermat dan konsisten. Sekali saja anda salah pilih, maka anda akan menyesal berkepanjangan. Dalam memilih karir, anda perlu pertimbangan beberapa aspek agar dapat menentukan karir yang tepat. Anda yang masih bingung menentukan karir, anda bisa coba tips berikut ini.

1. Evaluasi Kekuatan dan Kelemahan Diri

Dalam menentukan karir, awali dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan diri anda sendiri. Coba tanyakan pada diri anda sendiri.
•• Apa kelebihan & kekurangan yang saya miliki ?

•• Apa yang ingin saya kerjakan, dan pekerjaan apa yang ingin saya  hindari ?

•• Dalam lingkungan seperti apa, saya ingin bekerja ?

•• Tingkat ekonomi seperti apa yang ingin saya capai ? dan sebagainya.

2. Pilih karir yang sesuai dengan gaya hidup yang anda idamkan

Sampai saat ini uang masih menjadi pertimbangan dominan dalam memilih karir. Untuk itu tentukan ditingkat mana anda ingin hidup, berapa penghasilan yang anda inginkan. Hal ini akan membantu anda dalam menetukan pilihan karir. Paling tidak kalau anda ingin kaya raya tidak bisa memilih profesi yang idealis seperti menjadi guru SD atau ilmuwan. Mungkin pilihan menjadi pengusaha bisa anda pertimbangkan
3. Kaji tren karir dari berbagai media informasi

Ikuti tren dan perkembangan usaha dari berbagai media informasi seperti majalah, surat kabar dan internet. Ikuti informasi peluang kerja, tren usaha dan ekonomi dari media cetak. Bisa juga anda baca terbitan khusus untuk bidang-bidang yang lebih spesifik dari asosiasi atau lembaga yang sesuai. Kemudian buat kliping tentang lapangan kerja dan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Pikirkan mana yang sekiranya sesuai dengan bidang & kelebihan anda, serta tujuan hidup anda. Kaji peluangnya di masa mendatang, mana yang prospeknya cerah dan mana yang tidak.

4. Konsultasikan dengan mereka yang berpengalaman dan ahli
Kalau anda masih bingung menentukan karir, bicarakan masalah anda dengan orang yang kompeten di bidangnya. Konsultasikan minat, bakat dan cita-cita anda dengan ahli karir. Anda juga bisa mendiskusikan masalah ini dengan keluarga, teman atau mungkin dosen anda. Paling tidak mereka bisa memberikan saran dan nasihat, kira-kira bidang apa yang sesuai dengan anda. Bisa juga anda bicarakan di forum diskusi di internet (milis)
5. Kunjungi perusahaan yang anda incar

Jangan malu untuk mendatangi perusahaan di mana anda ingin sekali menjadi karyawannya. Usahakan untuk mendapat kenalan dengan orang yang bekerja di bidangnya atau posisinya yang anda inginkan. Dengan demikian anda bisa mendapatkan informasi jika ada peluang yang ditawarkan. Kalau anda masih kuliah, usahakan untuk bisa PKL/riset atau magang di perusahaan tersebut.
6. Konsisten pada pilihan karir

Konsisten memang diperlukan jika anda ingin sukses dalam karir. Jika anda ingin menjadi penulis, maka pelajari dan tekuni terus bidang tersebut. Begitu juga jika anda ingin menjadi pilot atau dosen. Ingat, konsistensi akan memudahkan dalam meraih apa yang anda cita-citakan. Jangan pernah sekalipun menyerah apalagi putus asa. Sekali anda menyerah, keberuntungan akan semakin sulit anda jangkau.

7. Jangan takut beralih karir

Meski anda konsisten dengan karir yang anda pilih, tidak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu anda beralih karir. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meramalkan masa depan. Dalam perjalanan karir anda, mungkin saja akan menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan anda ingin banting setir. Misalnya karena kondisi ekonomi, perubahan kondisi atau mungkin karena anda dihadapkan pada keadaaan yang kurang menguntungkan. Jika anda menghadapi situasi demikian tentu pidah karir, bukanlah hal yang dilarang, tetapi tentu saja anda harus siap menghadapi RESIKO dengan keputusan anda sendiri
Sudahkan anda menentukan pilihan karir anda? Kalau belum mungkin anda bisa segera menentukannya dengan cara di atas. Jangan lupa, semakin cepat anda menentukan karir anda maka akan semakin baik.

Diambil dari www.assalambook.as.funpic.org

Penulis : Ida S.W.
KotaSantri.com : Patut disyukuri bahwa kini makin banyak wanita khususnya muslimah yang dapat memasuki perguruan tinggi. Pada zaman dulu prosentase perempuan yang masuk perguruan tinggi sangatlah rendah. Akibatnya, perempuan yang bekerja di berbagai sektor umumnya menempati posisi yang rendah dengan upah yang juga rendah. Demikian pula kebanyakan wanita yang menjadi ibu rumah tangga yang mendidik anak-anak pun tidak memiliki dasar pendidikan yang cukup tinggi.

Perjalanan anak perempuan memasuki dunia perkuliahan tidak semudah anak laki-laki. Hal ini diakibatkan oleh beberapa kendala baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri. Kendala dari luar biasanya terkait dengan masih adanya pemikiran para orangtua bahwa setinggi apapun anak perempuan akan menjadi ibu rumah tangga dan kembali ke dapur juga. Oleh karena itu dalam keadaan ekonomi yang terbatas, anak laki-laki akan lebih diprioritaskan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Persepsi bahwa sekolah tinggi adalah bertujuan untuk memperoleh penghasilan tinggi masih mendominasi pemikiran sebagian besar masyarakat.
Kendala dari dalam diri wanita biasanya berkaitan dengan masalah rendah diri akan kemampuannya dan apa yang disebut oleh para psikolog sebagai “Cinderella kompleks” yaitu rasa ketakutan wanita untuk menjadi sukses dan mandiri. Masih ada asumsi pada diri wanita bahwa umumnya para laki-laki kurang menyukai pasangan hidup yang terlalu pintar dan sukses.

Hasil survei menunjukkan pula bahwa dengan makin tingginya tingkat pendidikan kaum perempuan selain meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, juga telah menurunkan angka kematian ibu maupun anak. Oleh karena itu, saat ini, menyekolahkan anak perempuan ke perguruan tinggi menjadi sama pentingnya dengan anak laki-laki.

Akan tetapi perlu dicatat bahwa dengan masuknya anak gadis ke perguruan tinggi, bukan berarti secara otomatis sang anak dijamin sukses masa depannya. Dunia perkuliahan mengundang resiko-resiko yang tidak sederhana, bahkan mungkin malah berdampak fatal. Hal ini tergantung beberapa hal, diantaranya :
1. Menjaga Pergaulan

Dunia kampus selain menawarkan peluang untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman, juga memberikan kesempatan memperluas pergaulan. Perlu dicatat bahwa pergaulan sangat menentukan kepribadian dan kebiasaan seseorang. Sulit menghindar dari pengaruh pergaulan. Oleh karena itu harus selektif dalam memilih teman dekat dan teman bergaul.
Pada masa remaja menuju usia dewasa dini, seringkali pengaruh teman dan sahabat jauh lebih besar dibanding pengaruh orangtua maupun saudara kandung. Tak jarang seorang yang yang tadinya pemahaman dan pengamalan agamanya minim, setelah berinteraksi dengan temannya di kampus, berubah menjadi seorang aktivis rohani yang militan. Atau bahkan bisa sebaliknya. Seorang yang dididik agamanya secara ketat, berubah menjadi terseret gaya hidup serba boleh (permisif) dan terbawa pergaulan bebas. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang mustahil bahkan sudah banyak terbukti.
Mahasisiwi yang tinggal jauh dari rumah orangtua, harus berhati-hati dalam memilih tempat kos. Sebaiknya dipilih tempat kos khusus putri dan tidak bercampur dengan laki-laki, karena inilah salah satu sumber adanya pergaulan bebas. Bahkan kalau perlu memilih tempat kos yang menjaga hijab dengan baik, dan memberlakukan aturan-aturan yang ketat.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa lebih dari 50% mahasiswa pernah melakukan hubungan bebas. Bahkan menurut survei 1992 saja, 47% siswa SLTA di Jawa Timur pun pernah berzina (Dr. Fuad Amyari, Mizan 1993). Astaghfirullah! Banyak kejadian, seseorang yang tadinya alim terjerumus pada perzinahan. Mungkin awalnya hanya mengerjakan tugas atau belajar bersama di kamar kos. Kebiasaan keluar masuk kamar kos yang bukan muhrimnya sangat berpeluang mengundang fitnah perzinahan. Dengan alasan apapun, tidak dibenarkan seseorang membawa teman non muhrim ke dalam kamar kosnya.

2. Memilih Kegiatan

Masa kuliah adalah masa yang paling tepat untuk aktif dalam berbagai kegiatan. Kegiatan organisasi sangat baik untuk memupuk sifat kepemimpinan dan belajar bergaul. Selain itu wawasan juga akan bertambah. Orang yang hanya mengunci diri di kamar dengan melalap tumpukan buku belum tentu menjadi orang yang sukses ketika terjun di masyarakat kelak.
Hasil penelitian psikologi membuktikan bahwa orang yang biasa berorganisasi dan terlatih untuk menjadi pemimpin umumnya memiliki konsep diri dan cita-cita yang realistik; tidak mudah frustasi; memiliki kemampuan menyatakan perbedaan pendapat dengan bijaksana; memiliki kemampuan menerima keberhasilan atau kegagalan secara simpatik; memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang lain; dan memiliki kemampuan bekerja secara berkelompok dan bersosialisasi.
Kegiatan yang dipilih bisa beragam baik kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan keorganisasian di kampus berupa kegiatan senat, himpunan, rohani, kegiatan sosial kemasyarakatan, atau bisa juga memilih kegiatan kewirausahaan.
Beberapa mahasiswa yang kurang mampu biasanya terpaksa harus menambah biaya hidup sendiri. Beberapa kegiatan bisa dipilih seperti memberi les privat pelajaran maupun mengaji, menerjemahkan, membuat kerajinan tangan, atau membuat makanan ringan. Hal ini merupakan kegiatan positif. Banyak terbukti pengusaha yang sukses yang dimulai dari kegiatan usaha kecil-kecilan di dalam kampus.

3. Mengelola Waktu

Orang yang sukses adalah orang yang mampu mengatur waktu. Semakin sibuk seseorang ia akan terlatih untuk mengatur waktu. Sebaliknya, semakin santai seseorang biasanya justru semakin tak mampu mengelola waktu.
Pada masa-masa perkuliahan mahasiswa biasanya selalu merasa kekurangan waktu. Meski banyak kegiatan itu baik, harus cukup waktu juga untuk beristirahat. Jangan dibiasakan belajar atau mengerjakan tugas dengan sistem SKS alias sistem kebut semalam. Sebaiknya belajar dicicil karena akan lebih memudahkan dibanding dengan belajar ditumpuk. Demikian pula dalam menyelesaikan tugas, lebih baik menyegerakan mengerjakan pekerjaan atau tugas yang sudah pasti harus dikerjakan.
Biasakan membuat program jangka panjang dan jangka pendek. Buat skedul waktu baik tahunan, bulanan, mingguan maupun harian. Duapuluh empat jam adalah waktu yang sudah sangat tepat yang diberikan oleh Allah selama satu hari, tinggal kita mengaturnya, berapa lama untuk belajar, beribadah, makan, ngobrol dan istirahat.
Masa kuliah antara tiga sampai lima tahun akan terasa sangat singkat oleh karena itu manfaatkan sebaik mungkin untuk sebanyak-banyaknya menggali ilmu, menambah wawasan dan pengalaman.

4. Mengatur Keuangan

Membuat anggaran keuangan adalah hal yang penting. Seorang mahasiswa biasanya mendapat kiriman secara bulanan. Oleh karena itu perlu pengaturan keuangan yang baik agar bisa mencukupi untuk kebutuhan selama satu bulan, bahkan kalau bisa menyisihkan dana tak terduga, jika kiriman telat atau hal-hal lainnya. Anggarkan berapa kebutuhan makan, trasportasi, buku, dan biaya lainnya.
Jangan membiasakan berhutang pada teman atau warung, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. Kebiasaan meminjam ini kurang baik, karena akan terbawa terus hingga berumah tangga.

5. Menjaga Konsumsi Makanan

Penyakit yang kerap diderita anak kos adalah maag. Hal ini biasanya karena kebiasaan makan yang kurang baik. Jauh dari orangtua malas memasak atau malas ke warung biasanya menjadi penyebab utama. Akhirnya lagi-lagi mengkonsumsi mie instant, atau jajan makanan yang tidak memenuhi syarat empat sehat lima sempurna. Hal yang penting juga memilih makanan yang dijamin kehalalannya. Banyak yang berjualan bakso, atau makanan yang tidak jelas kehalalannya.

  1. 6. Mengatasi Stress dan Mengelola Konflik

Tugas yang bertumpuk, ujian yang mata kuliah yang tidak disenangi, menghadapi dosen killer, konflik dengan teman, dan seribu satu permasalahan lainnya merupakan penyebab stress para mahasiswa. Banyaknya kesenjangan antara harapan dan kenyataan seringkali membuat putus asa dan frustrasi. Dalam kondisi semacam ini kuliah bukannya lancar malah akan berantakan. Kondisi fisik pun akan rentan, karena beberapa penyakit mudah terpicu oleh stress seperti terserang migrain, maag, thypus dan lain-lain.
Diperlukan latihan kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi semua hambatan dan tantangan. Yakinlah bahwa dibalik semua kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan membebani sesuatu yang di luar jangkauan kemampuan kita. Yakini pula bahwa Allah akan memudahkan siapa saja yang berusaha dengan baik.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%Disadur dari : www.bagusco.blogdetik.com
Beberapa hal yang saya pelajari, dari beberapa tahun memiliki penghasilan sendiri selepas kuliah adalah sebagai berikut:
1. Kenali kapan umumnya ‘bulan menabung’ dan kapan ‘bulan memanen tabungan’. Ini penting untuk mengatur kapan kita harus menekan pengeluaran atau bekerja lebih. Sebelum berangkat sekolah lagi, saya termasuk orang yang punya siklus Maret-Agustus sebagai bulan memanen, dan selebihnya bulan menabung. Tapi sekarang siklus itu berubah, karena sekarang saya hanya punya satu sumber penghasilan.

2. Ada baiknya kita mencatat atau memiliki daftar pengeluaran, sehingga kita atau persis apakah ada pengeluaran yang bisa kita tekan di bulan-bulan berikutnya. Atau ada beberapa pengeluaran yang masih bisa kita naikkan. Jangan tiba-tiba menyalahkan istri ketika pengeluaran membengkak.

3. Pelajari buku-buku investasi atau sering-seringlah ngobrol dengan teman yang mengerti tentang ini. Jangan takut dibilang serakah oleh teman ketika dia tahu kita membaca buku ‘Aku Ingin Kaya’ atau buku ‘Muda Kaya, Tua Tambah Kaya’. Dengan begitu kita akan dapat informasi jenis investasi apa yang tepat bagi kita. Tidak ada salahnya juga cari informasi mengenai produk tabungan dan asuransi. Jika perlu konsultasi sama teman yang lebih ahli pada saat memilih produk investasi.

4. Beberapa orang bilang asset tertentu kadang-kadang menambah besar pengeluaran kita karena pajak, biaya perawatan, dan sebagainya. Ada baiknya juga dipikirkan. Tapi bukan berarti harus menjual semua asset yang ada sekarang dan tinggal di kontrakan lagi saja.

5. Oh ya, kartu kredit. Lebih hati-hati saja menggunakan. Jangan sampai hidup kita tiap bulan hanya memikirkan bayar tagihan kartu kredit saja. Gunakan secara bijak. Pikirkan mana yang harus dibeli pakai kartu mana yang tidak. Beberapa kali saya juga menyarankan ke teman yang kecanduan pakai kartu kredit, untuk tidak menaruh kartu kredit (dan debit) di dompet. Tinggal saja dulu di rumah. Nanti kalau udah terbiasa, boleh masukkan lagi ke dompet.

6. Teknik lain yang boleh dicoba: Taruh uang satu lembar 100.000 ribu saja di dompet dan gak ada yang lain. Biar hemat terus. Mau naik angkot, pasti gak ada kembalian. Mau makan somay pinggir jalan juga segan. Jadinya pulang jalan kaki dan uang utuh. hehe.
Dikutip dari buku karya Safir senduk “Siapa Bilang Karyawan Nggak Bisa Kaya”

“ATUR PENGELUARAN ANDA”
Bagaimana Melakukannya?
1. Usahakan─kalau perlu sedikit lebih keras pada diri Anda sendiri─untuk tidak mengalami defisit karena defisit adalah sumber semua masalah besar yang mungkin muncul di masa mendatang.

2. Prioritaskan pembayaran cicilan utang, lalu premi asuransi, kemudian biaya hidup.

3. Pelajari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda
memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan. Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan.
Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya.
Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain
yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya.

 

Pertama, “butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa dilakukan dilakukan setelah yang “butuh” terpenuhi.
Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai gaji untuk hal-hal yang memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita “butuhkan”.

 

Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan
sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.
Kedua, “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak.

Kebutuhan membeli sembako, membayar transportasi, pulsa HP, pasti ada batasan rupiahnya, jumlahnya pasti segitu-gitu saja. Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada batasnya. Apa pun yang Anda lihat di toko atau mal saat ini bisa jadi Anda inginkan. Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau ke mal, setiap kali itu juga
biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar. Tidak ada jaminan bahwa keinginan Anda setiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari rupiahnya. Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan depannya,tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga. Jadi, kenapa gaji Anda sering kali habis?
Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas. Padahal, kalau hanya difokuskan pada kebutuhan, biasanya gaji Anda cukup.
Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda “inginkan” dan “ingin” biasanya tidak selalu Anda “butuhkan”. Apa pun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti sembako, pulsa HP, membayar telepon, listrik, dan seterusnya tidak selalu Anda inginkan. Beberapa di antaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi karena Anda butuh, ya Anda beli.

 

Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tapi toh Anda beli juga karena memang Anda ingin. Baju bagus misalnya (padahal baju Anda sudah penuh sampai satu lemari), HP keluaran terbaru, atau hal-hal semacam itu.
2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.

Masih ingatkah Anda berapa pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan setiap bulan? Mencapai 20─25 pos, bukan? Apa yang harus Anda lakukan adalah membagi pos-pos pengeluaran tersebut menjadi 3 kelompok:

Biaya Hidup, Cicilan Utang, dan Premi Asuransi.
Biaya Hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan agar Anda, keluarga Anda, serta rumah Anda bisa tetap hidup. Contohnya sembako (agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup), telepon, listrik,
dan air (agar rumah Anda bisa tetap hidup), SPP anak dan semacam itu (agar anak Anda bisa menjalani hidupnya), dan seterusnya.
Cicilan Utang adalah semua pos pembayaran utang yang biasa Anda lakukan setiap bulan, seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, cicilan kartu kredit, dan seterusnya.
Premi Asuransi adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi Anda, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian, seperti asuransi rumah dan asuransi kendaraan.
3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos
pengeluaran Masih ingatkah Anda ketika saya meminta Anda menuliskan pos-pos pengeluaran? Nah, hal ketiga yang harus anda lakukan adalah mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos tersebut. Pos-pos pengeluaran Anda sampai 20-an; telepon, listrik, air, sembako, iuran arisan, transportasi, dan lain-lain.

 

Nah, yang harus Anda lakukan adalah mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk pembayarannya. Contohnya, Anda harus mengetahui cara yang baik dalam menggunakan telepon agar pembayaran Anda di Akhir bulan tidak mahal. Misalnya, pakailah telepon seperlunya, hati-hati dengan penggunaan internet, jangan sering menghubungi handphone kalau tidak perlu.

 

Oke, kita bicara tentang listrik. Anda juga harus tahu bagaimana menggunakan listrik agar pembayaran Anda tidak mahal. Misalnya, matikan alat elektronik kalau Anda memang sedang tidak memakainya, kurangi pemakaian alat elektronik secara bersamaan pada waktu tertentu, ganti lampu yang boros dengan lampu hemat energi, dan seterusnya.
Tips Keuangan Bagi Anak Kuliahan
Kamu sedang menjalani kuliah kamu dan keuangan kamu sangat ketat. Berikut ada beberapa tips yang bisa menolong anda mengatur keuangan dan pinjaman kuliah dengan bijak.

Meminjam dengan pintar

• Sebelum meminjam, telaah semua pilihan untuk dana bantuan (“uang gratis”) yang memungkinkan, seperti dari saudara, gereja / saudara seiman, organisasi pelayanan. Atau cari beasiswa secara online.
• Pinjam apa yang hanya kamu butuhkan.

Mulailah persiapkan budget
• Setiap awal bulan, pikirkan apa yang akan menjadi sumber pemasukan kamu untuk minggu-minggu ke depannya. Apakah kamu akan memiliki pemasukan dari pekerjaan part-time ? Apakah kamu akan menerima uang dari orang-tua kamu ? Sisihkan jumlah standar untuk digunakan persediaan kuliah dan rekreasi serta taruh sisanya untuk tabungan.
• Minimalkan penggunaan kartu kredit dan buat penggunaan pembayaran minimum bulanan tepat waktu. Selain itu, seimbangkan pembayaran secara penuh setiap bulannya. Gunakan kartu kredit hanya untuk keadaan darurat, tidak untuk hiburan atau berbelanja.
• Bekerja sepanjang liburan, atau paruh waktu selama kuliah untuk menjadikan level hutang kamu rendah.
• Tetaplah menggunakan layanan basic kampus, hindari pilihan-pilihan mahal untuk televisi kabel, layanan telepon, cemilan-cemilan.
• Jika memungkinkan, gunakan transportasi publik.
• Jika kamu tidak memiliki paket handphone rendah biaya, pikirkan menggunakan email atau Instant Messenger.
• Pulang bersama dengan teman-teman lain untuk menghemat ongkos. Bawa sendiri snack kegemaran kamu.
• Pikirkan kemungkinan tinggal di rumah bukan kost, jika itu bisa menjadi pilihan buat kamu.
Tips tambahan
• Selalu tepat waktu membayar pinjaman kuliahan kamu (student loan payments).

• Tetaplah bergaya hidup sederhana.

Sumber : nelliemaedotcom

PAHAMI SIKLUS HIDUP FINANSIAL ANDA 1
Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda
Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif yang bergulat dengan tagihan kartu kredit Menjelang pensiun di usia sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja, cari aman deh !
Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia – yang saya kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.
Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain didalamnya.
Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an
• Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. “Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. ” kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya meminta uang pada orang tua??? Tidak.
• Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkian memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.
Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool & gaul. Lebih bebas menntukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan, maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,
Di usia 20-an
• Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dihabiskan, maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.

• Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama ? Penghasilan Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.
• Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji,
• Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan
• Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri, bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi
Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mencover biaya ini. Oleh: Mike Rini .

PAHAMI SIKLUS HIDUP FINANSIAL ANDA 2

Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda

 

Di usia 30-an
• Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat

• Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.
• Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda
• Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran
• Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.
• Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.
• Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.
• Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.

• Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.

Di usa 40-an
• Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.

• Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan

• Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.
• Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.
Di usia 50-an
• Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target
• Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,
• Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,

• Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup Anda,
Di usia pensiun, 55 atau 60-an
• Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga.
• Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan utnuk mengajukan klaim

• Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.

• Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.

• Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan Anda.

• Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,
Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan. Oleh: Mike Rini

Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Memilih jurusan kuliah bukanlah hal/perkara yang mudah dan gampang. Banyak factor yang harus kalian perhitungkan dengan cermat. Jangan sampai hanya karena kalian ingin mendapat gelar S1, kalian memilih jurusan asal-asalan. Udah gitu pas kuliah berlangsung, kalian frustasi karena tidak bias mengikuti mata kuliah tersebut. Parahnya lagi adalah DO (Drop Out). Maka dari itu, kalian harus memilih jurusan yang tepat. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu kalian dalam memilih jurusan :

1. Sesuaikan dengan cita-cita, minat dan bakat kalian. Kalian kan pasti memiliki cita-cita, lihatlah jurusan apa saja yang dapat membawa kalian menuju profesi atau cita-cita kalian tersebut. Janganlah kalian memilih jurusan yang tidak sesuai. Misalnya, kalian ingin jadi dokter gigi, lalu kalian memilih jurusan sastra. Kan gak nyambung… Kemudian lihatlah bakat yang kalian miliki saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan, akan menjadi sebuah pilihan yang tepat. So, sesuaikan jurusan dengan cita-cita, minat dan bakat kalian.
2. Carilah informasi yang sempurna. Carilah informasi yang banyak dan dari berbagai sumber sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jurusan.Bisa saja kalian tanyakan pada Orang Tua, Guru, Saudara, Teman, Tetangga, Konsultan Pendidikan, Kakak Kelas, dll. Kalian pun dapat mencari informasi via internet. Cari situs forum ataupun chatting via messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Informasi-informasi yang kalian dapat, dirangkum dan dijadikan bahan pertimbangan untuk membantu dalam pemilihan jurusan.
3. Lokasi dan biaya Dana yang terbatas haruslah disiasati dengan memilih lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal. Seandainya harus memilih lokasi di luar kota, usahakan untuk memilih kota yang biaya hidupnya rendah. Pilih juga universitas yang biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada belum cukup, carilah beasiswa, keringanan, ataupun sponsor untuk membiayai perkuliahan kalian. Jika dirasa perlu, pekerjaan paruh waktu (part time) pun dapat kalian lakukan sambil menjalani masa perkuliahan. Dan yang paling penting adalah kalian harus dapat mengatur keuangan kalian. Kalian harus bisa me-manage diri kalian dan keuangan kalian dari se-dini mungkin.

4. Daya tampung jurusan / peluang diterima Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN ataupun PTS favorit yang biasanya memiliki kuantitas terbatas dan diperebutkan. Jangan bebani diri kalian dengan taget untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan favorit. Kalian akan merasa kecewa jika keinginan kalian tidak terpenuhi. Kalian juga haru pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan dalam mengukur kemampuan kalian.
5. Masa depan karir dan pekerjaan. Lihatlah ke depan setelah kalian lulus nanti. Apakah jurusan yang kalian ambil nanti dapat mengantar kalian pada pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan yang saat ini lulusannya tidak mendaptkan pekerjaan. Ingat, sebuah perusahaan tidak selalu melihat latar belakang pendidikan saja, tetapi juga pengalaman dan kualitas diri kalian. Kalian kuliah di manapun dengan jurusan apapun, kalau kalian tidak memiliki kualitas, yaa… sama aja dech. Maka dari itu, persiapkan diri kalian untuk masa depan kalian sendiri.

6. Strategi untuk lulus SNMPTN Berkesempatan untuk kuliah di PTN adalah harapan semua siswa dan juga orang tua. Suatu kebanggaan tersendiri apabila dapat lulus seleksi yang diikuti oleh ratusan ribu siswa yang mencoba kemampuan akademik mereka. Dari sekitar 400 ribuan peserta seleksi, yang diterima melalui jalur ini tidaklah banyak. Yang diterima hanya kurang dari 15% setiap tahunnya. Maka dari itu, diperlukan kerja keras serta strategi yang tepat, untuk menghadapi SNMPTN. Beberapa faktor “6M” di bawah ini, dapat kalian lakukan jika ingin ingin berhasil :
a. Menguasai materi

b. Memilih jurusan yang tepat

c. Memiliki keterampilan dalam mengerjakan soal

d. Mempersiapkan diri secara mental/psikologis

e. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

 

So, Pilih yang terbaik untuk diri kalian… “kesuksesan tiadalah lain dari usaha diri sendiri”… “Semoga Berhasil” (dikutip dari: pendidikanmaju.blogspot.com, Bandung Advertiser Edisi 4

==============================================

KEBUTUHAN VS KEINGINAN

Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Majalah ALIA

Hati-hati kalau Anda tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kalau Anda tidak bisa membedakan yang mana itu yang masuk sebagai kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, bisa-bisa Anda menjadi orang yang boros.

Dan boros ini bisa menjadi biang masalah dalam keuangan Anda. Dengan hidup boros, lama kelamaan bisa terjadi defisit. Pemasukan Anda sudah tidak mampu lagi membiayai pengeluaran yang terus membesar karena sifat boros. Dan kalau sudah defisit, seringkali mencari jalan keluar yang singkat yaitu dengan berhutang. Hutang, apalagi yang berbunga, bisa membuat Anda bangkrut. Dan bangkrut itu adalah akhir dari nasib keuangan Anda.
Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau sekiranya digunakan untuk hal lainnya.

Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Apa sih bedanya antara kebutuhan dan keinginan?
Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi sebagai panduan, seroang kawan saya memberi definisi berikut:
Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.
Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.
Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.
Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.

Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.

Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.

Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk “pamer”, sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.
Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.
Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.

Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.

Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.
Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.
Tidak ada salahnya memang kita memenuhi keinginan kita untuk sekali-kali makan di restoran untuk merayakan sesuatu, atau memasang aksesori mobil agar lebih aman dan nyaman. Tapi ingat, jangan sampai hal iu mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.

Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.

Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan. Dan jangan sampai melupakan bahwa kebutuhan tidak musti semua datang sekarang, karena masih ada kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan. Sedangkan yang namanya keinginan manusia tidak akan pernah ada batasnya, nanti atau sekarang.

Jadi, buat apa memenuhi keinginan Anda sekarang tapi mengorbankan kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan.

MEMBIASAKAN DIRI MENABUNG

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari detikcom
“Saya ingin sekali menabung, tetapi sepertinya uang saya habis terus. Selain itu, anak-anak juga minta dibelikan sepatu, dan saya kan juga perlu beli ini, itu……”
Kata-kata tersebut di atas mungkin akrab di telinga, atau mungkin Anda sendiri mengalaminya: Anda ingin sekali bisa menabung, tetapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu? Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung?
Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti mengalaminya. Menabung, atau melakukan investasi secara rutin, seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Dengan menyisihkan uang Anda secara rutin, maka uang yang terkumpul tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun lamanya, ia mengatakan seringkali penghasilannya habis dipakai dalam sebulan sehingga ia tidak bisa menabung. Padahal, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulannya, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya!
Menabung Dulu, Baru Sisanya Dibelanjakan

Saya akan memberi satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu berbelanja dulu dan tak sempat menabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu? Ketika Anda mendapatkan gaji pada tanggal 25, misalnya, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk menabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.

Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi, itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan!

Sebagai contoh, penghasilan Anda adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu saja pada bulan yang bersangkutan. Bila merasa itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu di antara tiga pilihan dibawah ini:
1. Meningkatkan pendapatan Anda

Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tetapi kembali menjadi Rp 1 juta.

2. Menekan Pengeluaran Anda

Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu.
3. Melakukan Keduanya

Dengan meningkatkan pendapatan dan menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda justru memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan.

Semua berpulang pada Anda. Yang paling penting, biasakan diri untuk menabung. Apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan. Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.
Ke mana Menabung?
Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di Bank.
Kelebihannya, dana dalam tabungan bisa diambil kapanpun Anda inginkan. Kelemahannya, pada saat ini, umumnya tabungan di Bank hanya memberikan bunga kecil.
Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar – katakan – Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.
Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti reksa dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi di mana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim manajer investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu.
Jadi, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Baca salah satu triknya.

MENGANTISIPASI PENGELUARAN TAK TERDUGA

Oleh: Safir Senduk
Anda sering mendengar istilah “Pengeluaran Tak Terduga” bukan? Saat menjadi pembicara seminar, saya berkali-kali mendengar keluhan dari peserta seminar yang sering mengalami defisit hanya karena adanya pengeluaran tak terduga. Entah pengeluaran itu memang muncul tak diduga atau sebenarnya sudah diduga, hanya saja munculnya terlalu cepat.
Ada beberapa contoh pengeluaran tak terduga. Misalnya, Anda sakit. Mau tak mau harus pergi ke dokter. Bisa juga kendaraan anda ditabrak hingga Anda harus pergi ke bengkel. Atau saudara yang menginap berberapa hari di rumah, sehingga Anda harus keluar uang lebih dari biasanya untuk membeli sembako.
Bukan hanya itu. Listrik, telepon atau iuaran PAM pun bisa menjadi pengeluaran tak terduga. Memang, sih, tiap bulan, pos-pos tersebut sudah kita anggarkan. Hanya saja, kadang tagihan melebihi dari jumlah yang kita sediakan.
Begitu juga pos-pos lain, misalnya, pengeluaran untuk hiburan. Misalnya, di awal bulan kita sudah menganggarkan biaya untuk hiburan Rp 300 ribu. Tapi kenyataannya, membengkak menjadi Rp 500 ribu. Nah, pembengkakan ini, mau tak mau masuk di pengeluaran tak terduga. Bahkan, jika Anda membeli baju tanpa ada perencanaan lebih dulu, bisa juga dikatakan sebagai sebuah pengeluaran tak terduga.
Apakah Anda sering mengalami hal-hal seperti di atas? Jika jawabannya, ya, maka Anda harus bisa mengatasinya. Caranya sebagai berikut ini.
Tidak Semua Harus Dituruti

Anda tidak harus menuruti semua pengeluaran tak terduga Anda.

Memang, ada pengeluaran tak terduga yang memang betul-betul tidak bisa dihindari. Tetapi, ada yang bisa dihindari. Untuk bisa menghindarinya, salah satunya adalah dengan melihat kepentingannya. Sebagai contoh, kalau Anda melihat barang bagus di toko, coba bedakan apakah barang yang Anda lihat tersebut betul-betul penting atau tidak untuk dibeli. Dengan demikian Anda bisa dengan bijak mengeluarkan uangnya. Anda juga bisa melihat seberapa sering memakai barang tersebut. Bisa jadi sebuah barang memang bagus untuk dibeli, tetapi ternyata Anda tidak akan memakainya sering-sering.
Sekali lagi Bapak-Ibu, tidak semua Pengeluaran Tak Terduga harus Anda turuti. Pakai akal sehat, bukan nafsu Anda.
Membayar dari Uang Simpanan

Ketika Anda membuat anggaran, yang Anda lakukan adalah merencanakan penggunaan pemasukan rutin untuk membayar Pengeluaran Rutin (termasuk setoran tabungan). Lalu, apa yang terjadi jika Anda harus membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin, tidak terduga dan tidak terdapat dalam anggaran yang sudah Anda buat? Kalau Anda membayarnya dengan menggunakan uang dari pemasukan rutin, kemungkinan besar anggaran Anda akan “rusak” karena pemasukan Rutin Anda memang hanya diatur untuk membayar pengeluaran rutin. Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, sebaiknya Anda memiliki simpanan uang tunai dan membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin dan tidak terduga tersebut dari simpanan uang tunai ini. Dengan demikian, pemasukan rutin Anda memang hanya akan digunakan untuk membayar pengeluaran rutin.
Mengambil Sejumlah Asuransi

Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa ada sejumlah pengeluaran yang sebetulnya bisa diasuransikan. Sebagai contoh, seorang teman saya yang tinggal di Bandung pernah mengalami kebakaran rumah yang cukup hebat. Padahal dua bulan sebelumnya orang tuanya baru menerima pesangon pensiun dini yang cukup besar. Suatu kebetulan yang sangat luar biasa sepertinya. Akhirnya, orang tuanya harus mengeluarkan 90 persen uang pesangonnya untuk membangun rumah baru.
Kebakaran memang risiko yang tidak bisa diduga sehingga mau tidak mau kita harus mengeluarkan uang untuk membayar pengeluaran tak terduga. Tapi sebetulnya, Kebakaran Rumah adalah risiko yang bisa diasuransikan bukan? Kalau kita mau mengasuransikannya, kita tidak perlu membayar pengeluaran tak terduga itu.
Jadi untungnya, pada saat ini ada sejumlah risiko yang sudah di-cover oleh asuransi. Dengan memiliki asuransi, Anda akan mampu membayar pengeluaran yang sifatnya tak terduga dari terjadinya risiko-risiko tersebut. Beberapa asuransi yang bisa Anda pertimbangkan untuk Anda ambil adalah: Asuransi Jiwa, Kesehatan, Kecelakaan, Kendaraan, dan Asuransi Rumah.
Bagaimana? Siap mengantisipasi pengeluaran tak terduga Anda?

” BENCI JADI CINTA”

Posted: October 30, 2009 in Uncategorized
Tags:

 

Radith and Biyan lagi-lagi nonggol buat nemenin kamu, kali ini kita bakal ngobrolin..

” BENCI JADI CINTA”

scary story..

Benci dan cinta itu tipis batasnya…

“Pasti sudah sering dengar kata-kata ini. Dan banyak yang udah mengalaminya. Dulu, ada seorang teman cewek, sebut saja namanya Bunga (halah, kok kayak korban perkosaan ya?) yang benci banget sama temanku cowok (sebut saja Arjuna). Bencinya luar biasa. Sampai-sampai setiap apa aja yang diomongin Arjuna itu, ndak ada yang benar di matanya. Meskipun sebenarnya kalo dipikir sama orang netral, omongan Arjuna tuh bener.

Namun semua berubah drastis hanya karena kejadian 5 detik. Arjuna secara ga sengaja menangkap bola yang mengarah ke Bunga. Waktu itu ada Liga sekolah, biasa lah cewek-cewek jadi supporter dan Arjuna yang pemain basket itu ndak bisa maen sepak bola. Sejak saat itu, sikap Bunga ke Arjuna jadi berubah, jadi lebih netral dan manis. Aneh? Gak juga…

Cinta
Dari Wikipedia bahasa Indonesia..

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan:

  1. Cinta terhadap keluarga
  2. Cinta terhadap teman-teman atau philia
  3. Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
  4. Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
  5. Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  6. Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  7. Cinta akan sebuah konsep tertentu
  8. Cinta akan negaranya atau patriotisme
  9. Cinta akan bangsa atau nasionalisme

Beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia atau bahasa Melayu apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa mutakhir di Eropa, terlihat lebih banyak kosakatanya dalam mengungkapkan konsep ini. Termasuk juga bahasa Yunani kuna, yang membedakan antara tiga atau lebih konsep: eros, philia, dan agape.

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
1. Pengenalan

2. Tanggung jawab

3. Perhatian

4. Saling menghormati
Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.
Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada ‘jiwa’ atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.
Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya

Benci

Dari Wikipedia bahasa Indonesia

 

Benci atau kebencian adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.
Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan; tetapi banyak orang yang menganggap bahwa lawan daripada cinta adalah ketidakpedulian.
Cinta Platonik

Dari Wikipedia
Cinta Platonik adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan diperkirakan ada.
Istilah ini diambil dari salah satu filsuf Yunani kuna, Plato, terutama dari karyanya Symposium, di mana tertulis bahwa cinta akan ide daripada kebaikan adalah dasar dari semua kebajikan dan kebenaran.
Istilah amor platonicus, sudah dipakai seawal abad ke-15 oleh Marsilio Ficino, sebagai sinonim daripada “amor socraticus,” yang merujuk kepada afeksi antara Sokrates dan murid-muridnya.

 

 

KOIN KEHIDUPAN ( CINTA + BENCI = KASIH )

By Yenti – Posted on Oktober 5th, 2007

http://www.sabdaspace.org/koin_kehidupan_cinta_benci_kasih
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi (menghargai) terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Benci atau kebencian adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.
Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan; tetapi banyak orang yang menganggap bahwa lawan daripada cinta adalah ketidakpedulian.

Dikutip dari : id.wikipedia.org/wiki

Saya membuat istilah untuk Cinta dan Benci ini.
“Cinta dan Benci bagaikan sebuah KOIN KEHIDUPAN dengan 2 sisi yang saling bersatu tetapi tetap merupakan 2 sisi yang berbeda “ yaitu sisi Cinta dan sisi Benci. Itulah realita kehidupan yang ada. Ada yang berawal dari Cinta akhirnya menjadi Benci dan ada yang berawal dari Benci akhirnya menjadi Cinta.
Itulah NATUR MANUSIA. Manusia tidak akan punya kemampuan untuk mencintai/mengasihi sesama tanpa menginginkan suatu balasan/pamrih.

Saat Cinta yang diberikan tidak terbalaskan, maka Cinta tersebut akan berubah menjadi Benci. Saat ada saling berbagi diantara manusia dan tidak ada tuntutan, maka Benci akan berubah menjadi Cinta.
Sepertinya ada Magnet yang bekerja di antara manusia, Benci bisa berubah menjadi Cinta karena ada gaya tarik menarik antara dua kutub ( dua manusia ) , sedangkan Cinta menjadi Benci pun karena gaya tolak menolak di antara dua kutub itu juga ( dua manusia )
Natur Manusia

Saya mengasihi kamu, saya juga mengharapkan dan menuntut kamu mengasihi saya…

Saya menghargai kamu, saya juga mengharapkan dan menuntut kamu menghargai saya…

Saya percaya kepada kamu, saya juga mengharapkan dan menuntut kamu percaya kepada saya…

Saya melakukan hal apapun yang baik , saya berharap kamu juga melakukan hal apapun yang baik juga untuk saya…

Intinya ,setiap manusia punya natur dalam melakukan sesuatu adalah “ Saya “ dan “ Satu Harapan/Balasan ” dari apa yang dilakukan. Ada unsur untuk mendapatkan sesuatu yang dirasakan sebagai HAK/Tuntutan yang harus didapatkan dengan KEWAJIBAN/ perbuatan baik yang dilakukan.
Kenapa seorang Pria/ Wanita saat jatuh cinta,bisa melakukan banyak hal untuk pasangan yang dicintainya ?
Karena ada unsur mau berkorban dan tidak menuntut haknya untuk sementara waktu karena belum merasa memiliki objek tersebut.
Tetapi kenapa pada saat salah satu pihak ditolak, Cinta berubah menjadi Benci ?
Karena unsur menuntut hak telah muncul dan harapan-harapan telah ada pada orang yang melakukan pengorbanan.
Jika bicara tentang Cinta dan Benci, pasti ada kaitan dengan hubungan relasi manusia. Hubungan Relasi manusia kelihatan merupakan hal yang sangat gampang, tetapi pada kenyataannya sulit sekali untuk dipahami dan dijalankan. Kenapa? karena kita berhubungan dengan manusia yang punya akal, pikiran, perasaan , latar belakang keluarga , budaya, cara pandang, gap antar jenis kelamin dan gaya yang berbeda-beda.
Saya coba merumuskan Cinta dan Benci sebagai berikut :
Rumus Manusia : CINTA + BENCI # KASIH


A = Manusia 1                B = Manusia 2

 

  • Jika A Cinta dan B Cinta… Maka akan A dan B akan mengasihi

 

  • Jika A Cinta dan B tidak Cinta…Maka A akan Benci B dan B akan merasa bersalah / cuek dengan A

 

  • Jika B Cinta dan A tidak Cinta…Maka B akan Benci A dan A akan merasa bersalah / cuek dengan B

 

  • Jika A dan B tidak Cinta…Maka A dan B tidak akan saling mengasihi

( Ada syarat mencintai)
Rumus Tuhan : CINTA + BENCI = KASIH ( BENCI = BENar-Benar Cinta )
A = Tuhan             B = Manusia

 

ü  A Cinta kepada B bukan karena B mencintai Dia, tapi karena A benar-
benar Cinta tanpa syarat apapun ( Tidak ada syarat mencintai, kebebasan diberikan Tuhan kepada manusia, apakah akan menerima Cinta tersebut/tidak. Satu kebebasan yang bertanggung jawab )

 

http://www.sabdaspace.org/koin_kehidupan_cinta_benci_kasih

 

 

CINTA vs BENCI
Benarkah lawan dari CINTA itu adalah BENCI?

Ketika seseorang seringsekali bercerita tentang kebenciannya pada sesuatu, apakah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak cinta?
salah seorang tokoh besar, Fariduddin al Attar pernah bercerita, bahwa ada seorang tokoh (?) yang berkunjung ke tempat Robi’ah al adawiyah, ulama besar ahli mahabbah, si tamu tersebut selama berada di tempat robiah yang
diceritakan adalah betapa jeleknya dunia itu, betapa buruknya dunia itu, betapa menipunya dunia itu, dan betapa ia bencinya dunia itu. Robi’ah tersenyum…dan ketika si tamu itu berlalu, Sofyan At Tsauri,sahabat Robiah yang juga sedang berkunjung ke situ bertanya pada Robiah,”Benarkah orang itu benci kepada dunia?”
Robiah tersenyum dan berkata,”Bagaimana mungkin dia membenci dunia? yang ada di pikiran dan perasaannya hanyalah terisi dengan dunia dan urusannya”

Dzunnun al Mishri, satu waktu di datangi salah seorang muridnya,”ya Guru, kata muridnya, aku sudah beribadah kepada Tuhan selama 30 tahun yang menurutku aku juga sungguh2. Siang puasa, malah tahajud dan selain amalan
wajib, yang sunnah2 juga aku kerjakan. tapi bukannya aku tidak puas dengan keadaanku, tetapi mengapakah tidak ada sedikitpun tanda2 yang datang dari Tuhan tentang apa yang telah aku lakukan ini?” Dzunnun menjawab,”kalau begitu, nanti malam kamu makan yang banyak, dan jangan sholat isya” Si murid agak heran juga mendengar saran gurunya, tapi ia mengangguk dan pulang. Keesokan harinya, ia datang ke Dzunnun dan bercerita, “Alhamdulillah guru, semalem saya mendapatkan tanda itu dari Allah swt, aku sudah menuruti saran guru untuk makan yang banyak, tetapi aku tidak tega untuk
meninggalkan sholat wajib isya. Kemudian malam harinya, aku bermimpi di datangi oleh Rosulullah saw dan beliau bersabda,”wahai fulan, tenangkan hatimu, Allah mendengar, melihat dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Bersabarlah dan ikhlaslah.” dalam mimpi itu saya mengangguk, kemudian Rosulullah saw bersabda lagi,”Dan sampaikan pada Dzunnun Al Mishri bahwa Allah berpesan agar ia jangan menyarankan muridnya untuk tidak sholat isya”

Mendengar itu Dzunnun tertawa sampai keluar air matanya..kemudian ia berkata, “Jika kamu tidak bisa mendekatiNya melalui Kasih SayangNya, maka dekatilah ia melalui rasa marahNya”
Dan baru saja kemaren saya tertegun ketika membaca buku “Secret of Power Negotiating”,  di dalam buku itu, Roger Dawson menulis,”apakah lawan CINTA itu adalah BENCI ??” , Tidak !! katanya, Lawan CINTA itu adalah KETIDAKPEDULIAN…
Bagi seorang Pecinta, kebencian dari sang kekasih itu lebih berharga dari pada KETIDAKPEDULIAN dari yang dicintainya…

Seseorang bersyair..

“ya kekasih…dari pada engkau memalingkan wajahmu dariku, lebih baik, sakiti aku dan marahi aku dan bencilah aku…itu lebih baik..sebab kemarahanmu, dan kebencianmu, itu adalah salah satu bentuk kepedulianmu kepadaku”

hati seorang pecinta..

lebih memerlukan kepedulian dari yang dicintai..dari pada ketidak peduliannya.. baikpun kepedulian itu berwujud kasih sayang yang dicintainya…ataupun kepedulian itu berwujud amarah dan bencinya…
“KETIDAKPEDULIAN adalah lawan dari CINTA”

Benci dan cinta itu tipis batasnya…

 

Pasti sudah sering dengar kata-kata ini. Dan banyak yang udah mengalaminya. Dulu, ada seorang teman cewek, sebut saja namanya Bunga (halah, kok kayak korban perkosaan ya?) yang benci banget sama temanku cowok (sebut saja Arjuna). Bencinya luar biasa. Sampai-sampai setiap apa aja yang diomongin Arjuna itu, ndak ada yang benar di matanya. Meskipun sebenarnya kalo dipikir sama orang netral, omongan Arjuna tuh bener.
Namun semua berubah drastis hanya karena kejadian 5 detik. Arjuna secara ga sengaja menangkap bola yang mengarah ke Bunga. Waktu itu ada Liga sekolah, biasa lah cewek-cewek jadi supporter dan Arjuna yang pemain basket itu ndak bisa maen sepak bola. Sejak saat itu, sikap Bunga ke Arjuna jadi berubah, jadi lebih netral dan manis. Aneh? Gak juga…
Kata-kata mengenai cinta dan benci yang tipis bedanya tuh bukan sekedar mitos, tapi emang ada ilmu yang menyertainya. Simple nya, witing tresna jalaran saka kulina (wiks, bahasa planet mana ini) cinta itu karena kebiasaan. Kenapa bisa begitu? Semakin kita tahu seseorang, semakin kita bisa menilai. Saat kita benci buta kepada seseorang, kita jadi secara tak sadar makin kenal dia. Dan jika kita tidak punya pijakan yang kuat terhadap kebencian itu, lama-lama pijakan itu runtuh saat sesuatu yang baik terjadi pada diri kita dan orang yang kita benci-lah penyebabnya, maka yang timbul selanjutnya adalah cinta. Hah? Ribet ya? Ah, baca deh berkali-kali. Kalo ndak tau maksudnya juga, berarti emang ribet.
Dan ternyata, baru-baru ini di Inggris sono, ada penelitian mengenai hal ini. Ternyata, secara ilmiah, bisa dibuktikan loh kata-kata diatas.
Professor Semir Zeki dari Universitas London melakukan penelitian dengan melihat gelombang otak seseorang. Sebanyak 17 orang laki-laki dan perempuan menjadi obyek dalam penelitian tersebut. Mereka diperlihatkan foto-foto orang-orang yang mereka cintai, benci dan yang sifatnya netral.
Saat diteliti lebih jauh, area otak yang bekerja saat seseorang merasa cinta atau benci berdekatan.
Gelombang otak saat seseorang merasa benci dan cinta pun hampir sama.
Di area otak yang bekerja saat seseorang merasa benci dan seseorang merasa cinta hanya dibatasi dengan garis tipis. Hanya saja, area yang dimiliki rasa cinta lebih besar.
Kalo mau baca selengkapnya, ada disini nih. And by the way, sekedar tambahan, aku juga pernah loh ngalamin ini.

percaya ga seh, aklo yaang namanya benci bisa jadi cinta??? pernah ga kamu ngalaminya?? hari ini “BENCI JADI CINTA” bakalan jadi tema uwiugi malam ini,, guys, kalo kamu ngerasa benci sama seseoang, tapi rasa benci itu berubah jadi cinta,, apa yang akan km lakukan?? ikutan comment yuk, by sms 08574338 8876. phone (0293)325090, tau comment di sini:)

” KEMATIAN”

Posted: October 30, 2009 in Uncategorized
Tags:

berto ama radith.. nah untuk edisi kali ini kita bakal ngomongin..

” KEMATIAN”

Kematian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia

Kematian adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya mati secara permanen, baik dari penyebab alami seperti penyakit atau dari penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan.

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
________________________________________________________________

Dari artikel HARUN YAHYA

Seperti yang tercantum dalam ayat

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)

tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya.

Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda.

Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya.

Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.

Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?

Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya – yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

http://harunyahya.com

“CADEL”

Posted: October 30, 2009 in Uncategorized
Tags:

 

Berto and Biyan bakalan ngomongin “CADEL”

Cadel …PELAFALAN HURUF YANG KURANG SEMPURNA

Cadel ini adalah salah satu kekurangan yang ada pada diri manusia karena ketidakmampuannya dalam pelafalan huruf-huruf tertentu. Kata lain dari cadel ini antara lain cedal, pelo, pelat, dll. Sebagian besar dari kita atau bahkan nyaris semua manusia pernah mengalami fase cadel ini. Ketidakmampuan melafalkan huruf ‘r’ adalah bawaan dari kecil saat masih bayi. Ini lumrah dan sudah sewajarnya. Perlahan-lahan dengan kemampuan lidah untuk bergetar dengan sempurna maka pelafalan huruf ‘r’ pun sudah bisa didengar dengan jelas bahwa apa yang diucapkan seseorang itu adalah ‘r’, bukan ‘l’, ‘y’ atau yang lainnya.

Namun, ada pula cadel yang disebabkan karena kebiasaan. Kebiasaan serta bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi pun turut andil dalam menyebabkan cadel. Misalkan saja orang Bandung yang cadel terhadap huruf ‘f’ dan ‘v’ yang menjadi huruf ‘p’, dan huruf ‘z’ yang cenderung menjadi ‘j’. Atau orang Bali yang kesulitan melafalkan huruf ‘t’ dan ‘d’ dengan bersih, tanpa harus masing-masing berubah menjadi ‘th’ dan ‘dh’. Serta orang Jepang yang tak bisa melafalkan huruf ‘l’ dan cenderung menggantinya dengan ‘r’, kata Ronaldo menjadi Ronardo. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. Atau ada juga cadel yang malah keterusan dari kebiasaan orang tua yang berbicara dengan gaya cadel kepada anak. “Cini-cini mimik cucu mama yah”. Sehingga anak menirunya hingga dewasa.. Hihi..

Tak sedikit dari kita yang menyadari bahwa kita termasuk sebagian kecil dari orang-orang cadel, kesusahan melafalkan sebagian huruf-huruf tertentu. Dari sebagian kecil itu, ada sebagian lagi yang merasa minder dan tak percaya diri dengan kenyataan tersebut. Merek seringkali menjadi bahan olok-olok dan canda tawa oleh sebagian orang yang ‘merasa’ tidak cedal.

“Laler rolas menclok ning pinggire rel sepur” (=Dua belas lalat hinggap di tepian rel kereta api) adalah salah satu kalimat yang diajarkan pada anak kecil untuk melatih pelafalan ‘r’ hingga mencapai taraf sempurna. Sempurna yang relatif. Kalimat ini juga yang seringkali menjadi bahan olok-olok buat orang cadel yang ditantang untuk mengucapkannya dengan sempurna, berulang-ulang. Kemudian tawa ejekan pun meledak keras saat mereka mendengar dan melihat ia sangat kesusahan dan mengalami ‘terpeleset lidah’ dalam mengucapkan kalimat itu.

Saya sendiri belajar untuk tidak cadel dengan mencoba menggetarkan lidah naik turun, dan menyentuh-nyentuhkan lidah berulang kali pada langit-langit rongga mulut. Ada suatu tantangan sendiri pada waktu itu. Hehehe.. Sama seperti ketika belajar menggapai telinga dengan tangan yang direntangkan tepat diatas kepala. Hihi… Dan alhamdulillah berhasil.

Ada banyak contoh mereka yang mengalami cedal tapi malah sukses menjadi seorang pembawa acara, presenter dan yang berhubungan dengan ‘mulut’ dan ‘lidah’. Rico Ceper, Effendi Ghazali (Republik Mimpi), dll adalah sebagian dari mereka. Rico Ceper malah menjadikan kekurangan berupa cadel ini menjadi suatu daya tarik dan sifat khas yang ada pada dirinya. Tanpa melihat wajah dan bentuk fisiknya terlebih dulu, kita bisa yakin bahwa suara yang sedang kita dengar adalah berasal dari lidah seorang Rico Ceper.

Ngomong-ngomong tentang presenter, ada seorang pria presenter radio di salah satu radio swasta Surabaya. E adalah inisial namanya. Si penyiar radio ini juga cadel, tak bisa melafalkan huruf ‘r’. Nah, setiap kali mendapat request by sms kan pasti ada yang namanya kirim-kirim salam dan sudah menjadi kewajiban penyiar radio untuk membacakan rekues dan kirim-kirim salam tersebut.

Sial baginya, dia malah sering mendapatkan sms kirim salam kepada mereka yang namanya mengandung ‘r’. “Saya andri dari SMP Barunawati mau rekues lagu Kerispatih Bila Rasa Ini Rasamu. Salamnya buat Ari, Nora, Aris, Riko, Reva, Roni, Citra, Putri, Indra, Rani, Tari, Rere, Reza. Trims ya dah dibacakan. Jangan lupa diputar ya. Segera!”. Itu hanya sebagian contohnya. Hahahahaha… Kasihan sekali saya mendengarkannya belepotan dalam membaca rekues per sms itu tadi di radio.

Nah, sekarang apakah anda pernah atau punya pengalaman pribadi tentang cadel ini? Atau bagaimana tanggapan anda. Atau malah anda sendiri yang mengalami olok-olok terhadap ke-cadel-an anda.. Yuk silahkan berbagi…!

Cadel Bisa Dicegah

Oleh : Intan Irawati

[www.kabarindonesia.com]

Di usia pra-sekolah, kosakata yang dikuasai seorang anak seharusnya sudah sangat banyak. Namun adakalanya hambatan datang menghadang. Bagaimana mengatasinya?

KabarIndonesia – Sebagian masyarakat percaya pada mitos yang mengatakan anak laki-laki lebih lambat menguasai kemampuan bicara dibanding anak perempuan. Padahal penelitian yang ada menunjukkan prosentase kemampuan bicara antara anak laki-laki dengan anak perempuan sama saja. Apalagi kemampuan bicara manusia sebetulnya sudah terlihat sejak ia dilahirkan, ditandai dengan tangisan bayi begitu keluar dari rahim ibunya.

Mitos itu mungkin muncul karena keterlambatan bicara pada anak laki-laki lebih cepat terdeteksi daripada anak perempuan. Bukankah perilaku anak laki-laki yang lebih aktif dan agresif mampu menarik perhatian orang di sekitarnya, sehingga kalau ada sesuatu yang terjadi padanya akan lekas ketahuan. Berbeda halnya dengan bayi perempuan yang kebanyakan lebih kalem walaupun tidak mesti begitu.

Cadel adalah ketidakmampuan mengucapkan satu huruf unik, umumnya huruf R, meski ada juga sebagian orang yang justru bisa menyebut huruf R, namun cadel untuk huruf lainnya. Orang Jepang misalnya, kebanyakan cadel pada huruf L. Ada beragam variasi cadel pada anak. Ada yang menyebut “R” jadi “L”, “K” jadi “T”, “K” jadi “D”, atau “S” dengan “T”, sering terbalik-balik. Tetapi tiap anak variasinya berbeda-beda. Jadi yang dimaksud dengan cadel adalah kesalahan dalam pengucapan.

Memang semestinya pada rentang usia pra-sekolah, anak sudah bisa mengucapkan seluruh konsonan dengan baik. Sebab menginjak usia 3-4 tahun, otot-otot lidahnya mulai matang. Hanya saja, perkembangan setiap anak berbeda. Jadi wajar meski usianya sama tapi masih ada anak yang cadel.

Sayangnya, cukup sulit mendeteksi, apakah kecadelan di usia 3-5 tahun akan berlanjut terus atau tidak karena menyangkut sistem saraf otak yang mengatur fungsi bahasa, yakni area broca yang mengatur koordinasi alat-alat vokal dan area wernicke untuk pemahaman terhadap kata-kata.

Kerusakan pada area broca disebut motor aphasiam yang membuat anak lambat bicara dan pengucapannya tak sempurna sehingga sulit dimengerti. Sedangkan kerusakan pada area wernicke disebut sensori aphasia di mana anak dapat berkata-kata tapi sulit dipahami orang lain dan dia pun sulit untuk mengerti kata-kata orang lain.

Tak hanya itu, kesulitan mendeteksi juga disebabkan pada rentang usia 3-5 tahun kemampuan anak masih berkembang. Artinya dia sedang dalam proses belajar berbicara. Ia tengah berada pada fase mulai menyesuaikan, mulai menambah perbendaharaan kata, meningkatkan pemahaman mengenai bahasa dan perkembangan makna kata. Termasuk juga penguasaan konsonan.

Kendati demikian, orang tua sebaiknya tidak membiarkan kecadelan anaknya, karena semakin lama akan semakin sulit diluruskan, sehingga bisa jadi si anak akan terus berada dalam kecadelannya. Apalagi cadel tak akan hilang secara otomatis meski kadar keseringannya berkurang. Jadi, berikanlah stimulasi agar cadelnya tak berkelanjutan.

Bila cadel dibiarkan, maka di usia sekolah nanti dapat menyebabkan anak merasa berbeda dengan teman-temannya. Buntutnya, anak menjadi malu dan merasa asing dari orang lain. Bisa-bisa ia tak mau bila disuruh berbicara di depan kelas karena takut ditertawakan teman-temannya. Akibatnya, anak jadi minder dan menarik diri.

Terakhir, rasa minder itu akan mempengaruhi self esteem atau harga diri si anak yang dapat berlanjut ke konsep diri. Tugas orang tualah untuk membangunkan harga diri anak agar ia tak minder. Caranya dengan menonjolkan kelebihan si anak sehingga dia tetap percaya diri.

Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah menjadi salah satu penyebab cadel. Kemampuan mengucapkan kata-kata, vokal dan konsonan secara sempurna sangat bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama bagian yang mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah. Untuk mengucapkan konsonan tertentu, seperti ‘R’, diperlukan manipulasi yang cukup kompleks antara lidah, langit-langit, dan bibir.

Cara mengatasinya, orang tua harus meluruskan dengan cara menuntun anak melafalkan ucapan yang benar. Tetapi ingat, orang tua tak boleh memaksakan anak harus langsung bisa. Apalagi jika saat itu belum tiba waktu kematangannya untuk mampu melakukan hal tersebut. Pemaksaan hanya membuat anak jadi stres, sehingga akhirnya dia malah mogok berusaha meningkatkan kemahiran berbahasanya. Lakukan pula kerja sama dengan guru, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal.

Cadel juga bisa disebabkan karena kelainan fisiologis. Namun cadel yang disebabkan oleh kelainan fisiologis jumlahnya sangat sedikit. Penyebabnya dibedakan menjadi tiga, yakni gangguan pada bagian pendengaran; gangguan pada otak; dan gangguan di wilayah mulut.

Adapun gangguan pada bagian pendengaran bisa berupa adanya kerusakan atau ketidaksempurnaan pada organ-organ yang terdapat di telinga, sehingga bisa mempengaruhi pendengaran. Akibatnya informasi yang diperoleh tidak lengkap sehingga berdampak pada daya tangkap dan tentunya juga mempengaruhi kemampuan berbicaranya.

Sementara itu gangguan pada otak kategorinya beragam. Di antaranya adalah perkembangan yang terlambat, atau karena penyakit yang diderita seperti radang selaput otak, atau kejang terus-menerus. Beragam gangguan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak sehingga berdampak pada gangguan bicara. Salah satunya adalah cadel.

Sedangkan gangguan di wilayah mulut disebabkan adanya kelainan pada organ-organ di mulut (langit-langit, lidah, bibir, rahang, dan lain-lain). Misal, bibir sumbing, langit-langitnya terlalu tinggi, lidah yang terlalu pendek, rahang yang terlalu lebar, terlalu sempit, atau memiliki bentuk yang tidak proporsional. Namun umumnya kelainan pada organ mulut ini sangat jarang terjadi.

Kelainan fisiologis dapat diatasi, tergantung oleh berat ringan penyebabnya. Umumnya bila penyebabnya termasuk kategori berat, maksudnya penyakitnya tak dapat disembuhkan atau kelainan organnya tak dapat dikoreksi, maka bisa menjadi cadel yang menetap. Namun bila tergolong ringan, maka cadelnya tidak menetap.

Penyebab cadel lainnya adalah faktor lingkungan. Misal, karena meniru orang tuanya. Banyak orang tua yang menanggapi cadel anaknya dengan kecadelan pula. “Jangan naik pagel (pagar, Red).” Akibatnya malah bisa membuat anak jadi terkondisi untuk terus bicara cadel. Padahal saat anak belajar berbicara, ia bisa mengucapkan suatu kata tertentu karena meniru. Nah, kalau orang tua atau orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya berkata cadel, ia akan berpikir itulah yang benar. Jadilah ia cadel sungguhan.
Begitu juga jika ayah atau ibunya cadel (sungguhan). Kemungkinan anak tak pernah mendengar dan belajar bagaimana seharusnya mengucapkan konsonan tertentu. Cara mengatasinya, orang tua harus menghentikan kebiasaan berkata cadel dan melakukan koreksi. Amati dengan jeli. Contoh, bila hari ini bisa namun keesokan harinya tidak bisa, maka tugas orang tua segera mengoreksi dengan menyebutkan yang sebenarnya.

Mintalah kepada anak untuk mengulanginya beberapa kali. Namun, jangan memaksa. Berikan penghargaan bila ia kembali mampu mengucapkannya dengan baik. Jika orang tua memang cadel, mintalah orang-orang yang berada di lingkungan terdekat untuk memberikan stimulasi kepada anak.

Faktor psikologis juga bisa menyebabkan cadel. Contoh, untuk menarik perhatian orang tuanya karena kehadiran adik. Yang semula tidak cadel, tiba-tiba menjadi cadel karena mengikuti gaya berbicara adiknya. Cara mengatasinya, orang tua harus menunjukkan bahwa perhatian kepadanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik. Selain itu, orang tua juga harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat.

Demi menghindari timbulnya cadel, rajin-rajinlah memberikan stimulasi pengucapan yang benar. Paling lambat saat anak berusia dua tahun. Jangan gunakan bahasa dengan pengucapan yang cadel. Jangan mengganti bunyi “S” dengan “c” atau “R” dengan “I” dan lain-lain.

Jangan pula menghilangkan konsonan tertentu dalam berbicara. Ini kerap dilakukan tanpa disadari oleh orang dewasa dengan alasan memudahkan. Yang paling sering adalah konsonan “R”, semisal “pergi” jadi “pegi” atau “es krim” jadi “ekim”.

Cerita di Balik Huruf “R”

Di Jepang orang justru nggak bisa mengucap lafal L, mereka menggantinya dengan R. Dalam penulisannya-pun diganti, misal kita mo menulis Lani, karena tidak ada L, jadi menulisnya jadi Rani, atau saat mengucap Alun-Alun, jadi Arun-Arun. Kata senseiku orang Jepang kebanyakan makan Honda , hahaha….,( lho apa hubungannya ya…) Dan kebalikan dari Jepang , di China orang sulit mengucapkan huruf R, mereka justru selalu menggunakan huruf L. Senang sekali aku lahir di Indonesia yang bisa melafalkan semua huruf dengan benar.

Tapi R tidak seperti huruf-huruf A,B, C, D dan seterusnya. R begitu istimewa, karena untuk mengucapkan kata R butuh perjuangan. Segala sesuatu yang kita dapatkan dengan penuh perjuangan pasti akan memberi kesan tersendiri bukan? Demikian juga saat aku berusaha mengucapkan R ini, dan saat aku bisa mengucapkannya ada kepuasan tersendiri tentunya.

Sebenarnya banyak orang tua yang salah mengajari anaknya. Pernah aku perhatikan seorang ibu berbicara sama anaknya sengaja melafalkan R dengan L, nah ini bisa menjadi contoh bagi anak tersebut hingga terbawa sampai besar. So…, bagi yang sedang mengajari buah hatinya berbicara, gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Biar sang anak mencotohnya. Karena anak kecil itu mengikuti segala yang ia dengar. Mungkin banyak orang tua yang tidak menyadari hal ini.

Radith and Berto bakalan ngomongin…

“PEMETAAN PIKIRAN / MIND MAPPING”

SCARY STORY

Suatu hari saya ikutan tatsqif, dengerin taujih ustadz. Seperti biasa, kalau orang bicara di depan tidak langsung ke inti meterinya, pake pengantar dulu, kenalan dulu, dsb. Pengantar di sebuah materi bisa dianalogikan dengan pemanasan di senam kesegaran jasmani, buat pembicara maupun pendengarnya. Buat kita-kita para pendengar, pemanasan ini juga bisa digunakan untuk menyiapkan peralatan mencatat.

Setelah pengantarnya selesai, Ustadz pun masuk ke dalam inti materinya. Beliau sudah akan menyebutkan poin-poin, tapi masih ada hal yang dirasa kurang pas, ”kok ga pada nyiapin peralatan? Pada bawa peralatan ga?”, begitu tanyanya. Secara implisit, sebenarnya ustadz ingin bertanya ”ngga pada mau nyatet nih?”. setelah ustadz bertanya demikian, Pak Mc pun berdiri dan dengan hebohnya menawarkan pulpen pada audiens.

Momen ini unik, soalnya baru pertama kali ada ustadz sampai negor begini (setelah bertahun-tahun jaman pengajian remaja di kampung dulu). Entah karena biasanya semuanya pada rajin nyatet dan baru pertama kali begini atau fenomena ikhwan jiping (ngaji kuping) baru pertama kali ustadz temukan di daerah sini.

Jaman memang sudah berubah, kebiasaan manusia juga berubah. Kalau dulu kita biasa mencatat dengan kertas dan pulpen, sekarang belum tentu. Beberapa mahasiswa saya lihat begitu sampai di acara, buka laptop, dan mulai ketak-ketik mencatat. Trend mahasiswapun berubah dari ”fotocopy oriented” jadi ”softcopy oriented”. Tidak usah mencatat, nanti di akhir acara tinggal sodorin flashdisk ke panitia, selesai.

Karena banyak kemudahan itu semakin malaslah kita mencatat. Belum lagi alasan lain seperti ”kalau fokus dengerin ngga bisa sambil nyatet”. Bah! Ustadz bahkan sampai bercerita, suatu hari setelah dia menyampaikan sebuah materi ada yang berkomentar ”yang tadi materinya bagus ustadz, kenapa ngga dibagi aja softcopy nya?”, ustadz jawab ”memangnya antum ngga dateng waktu xxx dan minta softcopynya?”, ”iya, dapet ustadz”, ”materi hari ini kan sama dengan yang waktu itu, cuma dikembangin sedikit”. ”Berarti apa?” tanya ustadz ke kami, ”habis minta softcopy dirumah juga ngga dibuka-buka lagi kan?” Nah lo..
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

KENAPA ORANG-ORANG MALAS MENCATAT????

kebiasaan mencatat atau bahasa kerennya ” membukukan peristiwa” menjadi hal yang tidak mengasikkan padahal ada peribahasa yang bilang:

”Ilmu itu bak binatang buruan, sedangkan tulisan itu adalah tali pengikatnya” (Imam Syafi’i)

Pena yang lemah lebih tajam dari ingatan yang kuat.

KENAPA HARUS MENCATAT ????

Secara sederhana, daya ingat terkait dengan persepsi, perhatian yang DIberikan (attention), dan proses berpikir atau memahami (reasoning).

Informasi yang diterima akan dikaitkan dan saling terhubung dengan informasi yang sebelumnya telah diketahui atau dialami. Dengan demikian, secara alamiah manusia memilih informasi apa yang disukainya untuk diingat dan informasi apa yang tidak ingin disimpan. Proses memanggil kembali informasi ini bergantung kuat pada asosiasi yang dibentuk. Semakin kuat asosiasi sebuah informasi akan semakin mudah diingat dan dipanggil kembali.

Di dalam proses KEHIDUPAN tentu tidak akan pernah luput dari masalah “pencatatan”. Pencatatan sangat berkaitan dengan ingatan, lebih khusus lagi pada proses recalling. Tidaklah berguna apabila kita mencatat sesuatu namun pada akhirnya kita tidak berhasil mengingat hal tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan suatu metode pencatatan yang mampu meningkatkan kemampuan recalling kita.

Bertahun-tahun, hingga sekarang sebagian besar dari siswa kita diajarkan bagaimana mencatat dengan cara linear (dalam bentuk baris per baris), atau pada beberapa bahasa tertentu dengan kolom per kolom. Model pencatatan ini didasarkan pada asumsi tradisional tentang kerja otak kita, yang menyebutkan bahwa otak kita bekerja seperti garis linear, atau secara khusus Buzan (1989, h.90) menyebutnya sebagai list-like affair. Namun ternyata otak tidak bekerja dengan cara tersebut.

Otak tidak menyimpan informasi dalam bentuk baris-baris atau kolom-kolom yang rapi, namun menyimpannya dalam bentuk pola dan asosiasi (Dryden & Vos, 1999, h. 165). Oleh karenanya, apabila kita ingin mencatat sambil menghafal dengan lebih efektif, maka kita perlu bekerja sesuai dengan cara otak kita bekerja, yaitu dengan pola dan asosiasi. Otak kita memiliki prinsip kerja mentransfer data yang masuk menjadi lebih berarti.

Edelman (1992) menyatakan bahwa otak kita membentuk peta dari setiap aktivitasnya, baik yang berasal dari stimulus eksternal maupun dari persepsi. Diperkuat lagi dengan pernyataan Karl Pribram (seorang neurologist), bahwa cara otak memahami informasi melalui pola diskriminasi, bukan melalui daftar fakta-fakta. Hart (1975) menggambarkan pentingnya menyajikan materi pelajaran dalam pola urutan logis, sehingga siswa akan mudah untuk menyusun kembali bagian-bagian yang terpisah menjadi suatu kesatuan yang berarti.

Lebih jauh, Buzan (1989) menyebutkan bahwa setiap kata memiliki prinsip multi-ordinate, yaitu suatu prinsip dimana satu kata merupakan sebuah pusat dari beberapa tautan kata lain yang berhubungan. Dari penelitian Buzan ini, diketahui bahwa setiap kata selalu memiliki tautan asosiasi.

Setiap tautan asosiasi dapat didekatkan pada kata yang lain dan membentuk suatu pengertian yang berbeda. Selain itu, Buzan (1989) juga menyebutkan bahwa di dalam otak manusia jumlah tautan kata yang dibuat tidak terbatas. Setiap individu satu dengan yang lain akan memiliki pengalaman tautan kata yang berbeda-beda. Oleh karena prinsip di atas, Buzan kemudian, mengajukan suatu metode pencatatan dengan menggunakan keywords atau kata-kata kunci yang mempunyai arti individual, sehingga lebih menimbulkan makna bagi setiap individu.

Dari berbagai penelitian di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa otak kita akan lebih mudah bekerja dengan menggunakan mapping. Untuk itu di dalam proses pencatatan siswa juga disarankan mencatat dalam bentuk mapping, daripada dalam bentuk pencatatan linear. Selain itu, pada saat menggunakan peta pikiran, maka kita akan mencatat dengan mengaktifkan kedua belahan otak. Otak kiri, kita gunakan untuk membuat hubungan yang logis dari bahan yang kita catat, sementara otak kanan kita gunakan untuk membuat gambar, warna dan peta yang kita buat. Dengan mengaktifkan kedua belahan otak, maka tentu saja kita tidak hanya mencatat tetapi juga melakukan proses peningkatan kemampuan berpikir secara kreatif dan meningkatkan memori/ingatan.

Selain itu aspek emosi juga memegang peranan penting dalam daya ingat. Itu kenapa informasi yang memiliki aspek emosi akan lebih mudah diingat dan cenderung sulit dilupakan. misal coba diingat bagi yang sudah menikah ketika bertemu belahan hati yang sekarang sudah menjadi istri/suami? Masihkah bisa mengingat getaran-getaran asmara pada saat itu? MAKANYA SANGAT PENTING KITA UNTUK MEMETAKAN PIKIRAN / MIND MAPPING!!!!

APA ITU PEMETAAN PIKIRAN / MIND MAPPING ????

Pemetaan Pikiran (bahasa Inggris Mind Mapping) adalah yaitu suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Metode ini diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari Inggris.

Upaya Tony Buzan sebenarnya muncul dari pengamatannya dalam bidang perkembangan teknologi komputer pada tahun 1971. Tony Buzan berpikir, “kenapa komputer perlu manual pemakaian ribuan lembar untuk dapat beroperasi?” tetapi “Kenapa manusia sebagai makhluk berpikir bisa jauh lebih hebat. Tanpa manual manusia bisa melakukan rekayasa dan tindakan yang dahsyat, misalnya mengubah dunia?”. Perbedaan kemampuan antara komputer dan manusia itu Tony Buzan kemudian mengeksplorasi daya pikir manusia dengan merekayasa model pengembangan potensi manusia yang disebutnya Pemetaan Pikiran.

Pemetaan Pikiran saat ini sudah dikenal luas di berbagai bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM). Penerapannya mencakup manajemen organisasi, penulisan, pembelajaran, pengembangan diri, dll.

________________________________________________________________

Perbedaan Catatan Biasa dan Mind Maping

Catatan Biasa Peta Pikiran
1. hanya berupa tulisan-tulisan saja 1.  berupa tulisan, symbol dan gambar

 

2. hanya dalam satu warna 2.  berwarna-warni

 

3. untuk mereview ulang memerlukan waktu yang lama 3.  waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif
4.  waktu yang diperlukan untuk belajar lebih lama 4. untuk mereview ulang diperlukan waktu yang pendek
5. statis 5. membuat individu menjadi lebih
kreatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“SAAT TEMAN MENJADI MUSUH”

Posted: October 30, 2009 in article
Tags: ,

Radith anD Biyan Bakalan Ngobrolin tentang…

“SAAT TEMAN MENJADI MUSUH”

Scary Story

Percayakah anda bahwa sahabat terdekat adalah musuh yg paling berbahaya??
aku punya temen deket…didepanku dia baek bgt,malah perhatian ama aku..tp di belakangku dia menjelek jelekkan aku.. aku ga pernah menyakitinya&bahkan menyinggungnya pun aku ga pernah..yg aku tau aku punya segala sesuatu yg dia ga punya.jd dia iri ama aku&menjelek2kan aku di belakangku..padahal aku ga prnh pamer dgn apa yg aku miliki..dia selalu merbhg tentang dirinya yg kaya akan sesuatu..itulah kejelekan dia..dia ga mao kalah dgn org yg lbh dr dia..bahkan dia bkn hnya menjelek2kan aku tp temen yg laen jg..dia jg membongkar masalah keluargaku..km prnh bertgkr tp skrg baikan lg..ga tau dia udh berubah ato ga… di tv juga kadang2 udh di perlihatkan pada kita bahwa temen paling dekat adalah musuh yg paling menakutkan..dia bs berbuat apa aza,karna dia tau masalah&kelemahan kita..apakah km mempunyai temen dekat? apakah km percaya pd sahabat anda??apakah dia pernah melukai km??

==================================================
Pertemanan Dalam Islam

Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalah personifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan.

Memilih Teman Yang Baik

Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan ber-perilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.

Cinta Karena Allah

Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabalzia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).

Ungkapkan Cinta Karena Allah

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?

Lemah Lembut dan Bermuka Manis

Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjum-pai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya “Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. al-Bukhari). Dalam hadis lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.”

Saling Memberi Nasihat

Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.

Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Berlapang Dada dan Berbaik Sangka

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”)

Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:

“Dan lucutilah kedengkian dalam hati- ku.” (HR. Abu Daud, Al-Albani berkata ’shahih’)

Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif.

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini adalah dugaan yang tanpa dasar”.

Menjaga Rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata,

”Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Penutup
Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)
http://cahayamata.blogsome.com/2006/02/09/pertemanan-dalam-islam/

==================================================
Kalau dia teman atau musuh?

Kamu sayang sama dia karena dia temanmu. Tapi kamu juga benci dia karena tingkah lakunya menyebalkan! Duh, sebenarnya dia teman atau musuh sih?

Temanmu itu jadi segalanya buat kamu. Dia satu – satunya orang didunia ini yang paling kamu percaya. Selain jadi tempat curhat, dia juga tahu semua rahasia kamu. Setiap pergi belanja, kamu selalu mengajak dia untuk kasih pendapat biar penampilanmu makin keren. Karena dia, kamu jadi anti pakai celana model boot cut yang lagi nge-trend itu. Menurutnya, kamu akan kelihatan semakin gendut dan sebaiknya pakai celana model baggy seperti remaja tahun 80-an saja (padahal sekarang kan tahun 2003! ). Dia selalu tahu yang terbaik buat kamu. Pokoknya kamu tidak bias hidup tanpa dia deh !
Ke mana – mana kalian selalu bersama – mulai dari berangkat ke sekolah sampai jalan – jalan. Tapi lama – lama setiap mau pergi, dia selalu minta diantar sama kamu.

Lho, kok kamu jadi seperti supir pribadinya? Gara – gara dia mengancam bakal membocorkan rahasiamu ke seluruh sekolah, kamu jadi takut untuk menolak. Waduh repot! Kalau sudah begini, kamu harus hati – hati, Non! Persahabatan kamu dengan dia sudah tidak sehat.

Ini dia tanda – tandanya kalau temanmu sudah jadi musuh dalam selimut :

1. Dia tukang kritik. Seorang teman ( apalagi sahabat ) memang harus jujur, walaupun kadang – kadang kejujuran itu menyakitkan. Tapi bukan berarti dia boleh kasih komentar seenaknya yang bikin kamu sakit hati. Bukannya jadi tambah pede, bisa – bisa setelah dengar komentarnya kamu malah jadi benci sama dirimu sendiri.

  1. Dia posesif. Temanmu itu perlu seseorang yang bergantung dan percaya sama dia. Karena itu dia akan berusaha untuk menguasai kamu. Dia akan bikin kamu percaya bahwa dialah satu – satunya teman sejatimu. Kalau kamu dekat dengan teman – teman lain, bukan tidak mungkin dia akan gosipin kamu dan cerita soal kejelekanmu. Dengan begitu mereka bakal menjauh sementara kamu akan tetap jadi temannya.
  2. Dia tidak bisa dipercaya. Teman sejati akan selalu ada untuk kamu dan menjaga rahasia. Tapi dengan alasan ‘tidak sengaja’, dia malah cerita soal rahasiamu ke semua orang.

Menghadapi teman seperti itu memang susah – susah gampang. Jangan mau dikuasai dia! Simak tips berikut ini :

– Ajak bicara

Dia bukan teman yang baik kalau bikin kamu menderita. Tapi mungkin saja dia tidak sadar bahwa selama ini sudah menyakitimu. Cari waktu yang tepat untuk ngobrol sedikit serius dengannya. Ajak bicara baik – baik, straight to the point tapi jangan langsung memojokkan dia. Tatap matanya dan katakana bahwa dia sudah beberapa kali bikin kamu sedih dan kecewa. Kalau dia masih ingin jadi temanmu, minta dia untuk menghentikan semua kebiasaan buruknya itu. Ingatkan dia bahwa kamu bilang begitu karena kamu sayang dan peduli sama dia. Siapa lagi yang bisa mengingatkan dia kalau bukan kamu – sahabatnya?

– Cari teman lain

Kamu bisa lebih tenang setelah berusaha ngobroldengan temanmu itu. Sambil menunggu hasilnya, coba untuk mulai bergaul dengan teman – teman yang lain. Punya banyak teman dekat itu seru , lho! Setelah dua minggu, lihat perkembangannya. Kalau dia tidak menghentikan kebiasaan buruknya juga, mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk meninggalkan dia. Keputusan untuk meninggalkan temanmu itu adalah langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan diri dari persahabatan yang tidak sehat ini. Supaya kamu benar – benar yakin akan keputusanmu, bikin daftar kebaikan dan keburukannya ( kamu harus jujur sama dirimu sendiri ya! ).

Dari situ kamu bisa menimbang apakah dia memang pantas jadi temanmu atau tidak. Meninggalkan dia atau bukan berarti kalian berdua lalu jadi musuhan. Kamu masih bisa berteman dengan dia, tapi tidak usah terlalu dekat seperti dulu. Kamu tidak mau sakit hati lagi, kan?

Kamu mungkin akan merasa bersalah, bahkan kasihan dan juga kangen sama temanmu itu. Satu hal yang harus diingat : kalau dia tidak menghargai kamu, she’s not worth it!

Intinya Persahabatan tidak bisa hanya satu arah. Kalian harus bisa saling menghargai. Kalau temanmu tidak menghargai kamu, untuk apa terus memaksakan diri berteman sama dia? Teman itu bukan Cuma dia seorang kok. So, don’t worry! True friends will find you.

==================================================
TTM (Teman Tapi Musuh)

www.madadopost.com
Sahabat sejati memang susah dicari. Banyak yang kelihatan seperti teman baik, tapi diam-diam ternyata musuh dalam selimut!

Kenalan Yuk!

Apakah salah satu anggota geng-mu adalah seorang backstabber? Cari tanda-tandanya di sini.

BERMUKA DUA: Curigai teman yang hanya tersenyum manis di depanmu saja! Biasanya ketika kamu tidak melihat, dia malah menertawakan kejelekanmu bersama orang lain. Ingat, teman yang tidak berani menegur kesalahanmu secara langsung tidak bisa dibilang sebagai sahabat sejati!

TIDAK BISA DIPERCAYA:Tidak lama setelah kamu curhat sama dia, rahasiamu pun jadi gossip umum. Biarpun tidak mengaku, kamu yakin banget sang teman yang menyebarkannya! Kalau tidak mau terus-terusan menjadi korban, hentikan kebiasaanmu berbagi cerita dengannya – sekarang juga..

MAU MENANG SENDIRI: Kalau temanmu termasuk tipe yang senang bersaing, kemungkinan besar dia tidak akan rela melihatmu sukses melakukan sesuatu. Ini artinya, sang teman akan selalu berusaha menghalangi langkahmu demi membuktikan kepada semua orang bahwa dia lebih baik dari dirimu.

BERTEMAN DENGAN LAWAN

Siapa bilang kamu tidak bisa menjalin hubungan baik sama seorang musuh? Begini caranya:

  1. Ekstra hati-hati
  2. Bicara jujur
  3. Maafkan dari hati
  4. Bersikap baik.

==================================================
Bayi Bisa Menilai ‘Teman’ dan ‘Musuh’

http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=AVMHBVYGWgMD
Pada usia enam bulan sebagian besar bayi belum lagi bisa duduk, apalagi merangkak, berjalan atau berbicara. Tapi, berdasarkan riset terbaru, mereka sudah bisa menaksir tujuan seseorang terhadap mereka, memutuskan siapa yang tampaknya teman atau musuh.
Para ilmuwan dari Yale University, AS, percaya bayi membutuhkan kemampuan untuk membuat penilaian sosial dalam beberapa bulan pertama usia mereka. Kemampuan itu, tulis para ilmuwan dalam jurnal Nature, akan memberikan dasar bagi pemikiran moral dan tindakannya pada tahun-tahun selanjutnya. ”Pada usia enam bulan, bayi sudah belajar cukup banyak dan mereka memasukkan apa saja,” kata Kiley Hamlin, pemimpin riset itu.
Eksperimen
Eksperimen Kiley Hamlin dan kawan-kawan di Yale University bertujuan untuk menguji apakah bayi berusia enam dan 10 bulan bisa mengevaluasi perilaku orang lain. Dalam penelitian itu, mereka menggunakan boneka kayu dengan beragam bentuk yang dirancang untuk menarik hati si bayi. Saat penelitian, para bayi mungil itu didudukkan di pangkuan ayah bunda mereka. Dan, pada responden mungil ini dipertunjukkan karakter yang tengah belajar menaiki bukit.

Karakter yang memanjat mempunyai mata sehingga mirip manusia itu mengalami dua hal. Di bukit itu ia dijatuhkan oleh karakter lain (mainan dengan bentuk dan warna berbeda) bukit atau dibantu figur kartun (bentuk dan warna berbeda) yang mendorongnya ke atas.Setelah menonton ‘pertunjukan boneka’ itu beberapa kali, tiap bayi dipertunjukkan mainan representasi dua karakter tadi. Bayi diminta mengambil salah satu. Bagaimana reaksi mereka?

Semua (12 orang) bayi berumur enam bulan yang diuji dan 14 dari 16 bayi berumur 10 bulan meraih karakter yang membantu ketimbang memilih karakter yang antisosial. ”Temuan kami menunjukkan bahwa manusia terlibat dalam evaluasi sosial jauh pada usia awalnya dari yang sebelumnya diduga,” kata para penulis riset itu. Selain itu, temuan mereka mendukung pandangan bahwa kapasitas evaluasi pada individu sehubungan interaksi sosial itu bersifat universal.

Makhluk sosial
Bukti bahwa bayi yang begitu muda menujukkan intelijensia sosial tak mengejutkan bagi Kiley Hamlin. Ia mengatakan, ini satu pesan bagi para orangtua bahwa bayi bisa menyimpulkan banyak hal sendiri. ”Mereka makhluk sosial yang cukup kompeten,” katanya, ”Mereka menyimpulkan orang baik tanpa perlu banyak bantuan.”
Profesor Oliver Braddick dari the University of Oxford, Inggris yang tak terlibat dalam studi itu sepakat. ”Itu menunjukkan bagaimana mempersiapkan bayi untuk belajar interaksi sosial yang mendasar pada usia yang sangat awal,” katanya. Tapi, katanya, masih belum jelas apakah kapasitas yang dimiliki bayi itu digambarkan oleh kelompok Yale sebagai pemahaman nyata tentang kehidupan sosial. ”Bayi-bayi ini memerhatikan interaksi antara pihak lain yang mereka lihat,” kata Braddick.

Interaksi tersebut, lanjut Braddick, bisa dibayangkan sebagai dasar dari pemahaman sosial. ”Tapi, saya belum yakin itu betul-betul mencerminkan pemahaman sosial dalam pengertian yang diterapkan pada orang dewasa atau anak lebih besar.” Sebelum ini sudah ada penelitian di mana bayi dalam enam bulan pertama menunjukkan kegemaran pada orang lain berdasarkan ‘daya tarik’ di wajahnya. bbc.co.uk

teman, mungkin adalah segalanya bagi kita, tempat berbagi cerita, suka dan duka,, orang yang selalu ada dalamj hidup kita,, tapi kerabat muda “kalau teman terdekatkita tiba2 menjadi musuh apa yg kamu lakukan? mencoba untuk kembali menjalin tali pertemanan denganya? atau tetap memusuhinya? kenapa?share ke qt..by sms 0857 4338 8876. phone (0293)325090, atau comment di sini.thx