aNak angkat

Posted: June 21, 2009 in Uncategorized
Tags:
Hukum aNak angkat Menurut islam

all material taken from : http://www.dakwatuna.com

1. Islam tidak pernah mengakui status anak angkat yang berubah
menjadi anak kandung secara hukum. Tabanni atau mengangkat anak
memang tidak pernah dibenarkan dalam Islam.

Dahulu Rasulullah SAW pernah mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai
anak angkat dengan segala konsekuensinya termasuk menerima warisan.
Namun Allah menegur dan menetapkan bahwa status anak angkat tidak ada
dalam Islam. Dan untuk lebih menegaskan hukumnya, Allah telah
memerintahkan Rasulullah SAW untuk menikahi janda atau mantan istri
Zaid yang bernama Zainab binti Jahsy.

?…Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya ,
Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang
mu’min untuk isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak
angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya . Dan
adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.?(QS. Al-Ahzab :37)

Dengan menikahi Zainab yang notabene mantan istri ?anak angkat?nya
sendiri, ada ketegasan bahwa anak angkat tidak ada kaitannya apa-apa
dengan hubungan nasab dan konsekuensi syariah. Anak angkat itu tidak
akan mewarisi harta seseorang, juga tidak membuat hubungan anak dan
ayah angkat itu menjadi mahram. Dan ayah angkat sama sekali tidak
bisa menjadi wali nikah bagi anak wanita yang diangkat. Dan juga
tidak boleh bernasab dan menisbahkan nama seseorang kepada ayah
angkat.

Islam telah mengharamkan untuk menyebut nama ayah angkat di belakang
nama seseorang. Allah SWT telah menegaskan di dalam Al-Quran
keharaman hal ini :

?Panggilah mereka dengan nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih
adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak
mereka, maka saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak
ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi apa
yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.?(QS. Al-Ahzab :5)

2. Sedangkan dalam masalah saudara sesusuan, memang ada hukum
tersendiri. Dan hukumnya lepas dari urusan anak atau orang tua
angkat. Saudara sepersusuan bisa terjadi jika ada dua orang atau
lebih menetek kepada satu wanita yang sama. Contohnya: A adalah
seorang anak laki-laki dari keluarga B. Ketika masih kecil ia pernah
disusui oleh istri keluarga D dan keluarga ini memiliki dua orang
anak, F dan G. Maka hubungan antara mereka dengan A adalah saudara
sepersusuan.

Para fuqoha telah sepakat bahwa syarat terjadinya hubungan
saudara/anak sepersusuan adalah jika anak tersebut menyusui dari air
susu wanita yang menyusuinya sebanyak lima kali atau lebih dan anak
tersebut berusia dua tahun ke bawah atau masih dalam masa menyusui.

Hal tersebut ditegaskan oleh hadits Aisyah RA: ?Di antara ayat yang
pernah Alloh turunkan (Asyru radho?aatim ma?luumaatin yuharrimna/
sepuluh kali tetekan/susuan yang diketahui mengharamkan) dinasakh
dengan ayat ?khomsu Radho?aatin? lima kali susuan. Lalu Rasulullah
SAW wafat dan ayat tersebut termasuk yang dibaca dalam Al-Qur?an? (HR
Muslim 2/1075)

Rasulullah SAW bersabda,?Penyusuan itu tidak berlaku kecuali apa yang
bisa menguatkan tulang menumbuhkan daging?. (HR. Abu Daud).

Dari Ummi Salamah ra. Berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,?
Penyusuan itu tidak menyebabkan kemahraman kecuali bila menjadi
makanan dan sebelum masa penyapihan?. (HR. At-Tirmizi).

Apabila hal tersebut di atas terjadi, maka anak tersebut menjadi anak
sepersusuan bagi wanita tersebut serta anak-anaknya menjadi saudara
sepersusuan. Dan berlaku bagi mereka hukum nasab dalam hal
ketidakbolehan menikah dengan mereka dan kemahroman.

Rasulullah SAW bersabda: ?diharamkan karena disebabkan persusuan
sebagaimana diharamkan oleh nasab? (HR Bukhori /Fath 5/253 dan Muslim
2/1072)

Oleh karena itu, orang yang dinikahi oleh anak wanita tersebut, haram
juga dinikahi oleh saudara sepersusuan tetapi tidak sebaliknya.
Contoh: Jika anak wanita tersebut adalah laki-laki maka ia tidak
boleh menikahi bibinya (adik perempuan ibunya) demikian juga dengan
saudara sepersusuannya. Dan jika mereka berdua berlainan jenis maka
dilarang menikah di antara mereka.

Dalam Al-Qur?an Alloh SWT berfirman: ?Diharamkan atas kamu mengawini
ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan,
saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang
perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki,
anak-anak perempuan dari saudar-saudaramu yang perempuan,ibu-ibumu
yang menyusui kamu, saudara perempauan sepersusuan..? (an-Nisa: 23)

3. Sebagaimana sudah kami jelaskan pada nomor 1 bahwa Islam tidak
mengenal anak angkat, sehingga hukumnya secara fiqih tidak lain
adalah orang asing (ajnabi). Dia bukan mahram, tidak mewarisi dan
diwarisi dan Anda tidak bisa menjadi wali baginya.

***********************************************************************************

Bagaimana Cara Mengungkapkan Status kepada Anak Adopsi

all material taken fromwww.rimaolivia.com (DIMUAT DI TABLOID JELITA, AGUSTUS 2003)

Beberapa hari ini Dian (13 tahun) kelihatan uring-uringan, Dian mendengar selentingan dari tetangganya, konon kabarnya dirinya adalah anak pungut. Dian kelihatan resah dengan kabar ini. Berhari-hari Dian enggan keluar dari kamar dan tampak kurang bergairah. Beberapa kali Hanny (45), ibunya memergoki Dian mengamati dirinya di cermin sambil membawa foto ayah dan ibunya. Puguh (48) sanga ayah ikut kebingungan apa yang harus dilakukan kepada putri mereka. Selama ini yang keduanya selalu menyangkal ”kabar burung” itu.

Hanny sengaja menyembunyikan kenyataan itu karena merasa khawatir kehilangan Dian. Hanny takut bila mereka memberi tahu keadaan sebenarnya kepada Dian, ia akan meninggalkan keluarga mereka untuk mencari orang tuanya. Puguh pun resah bila Dian yang menjadi pusat kebahagiaan pasangan ini selama 13 tahun ini akan pergi meninggalkan mereka. Hanny dan Puguh tidak ingin kesunyian bertahun-tahun kembali menyerang sebelum hadirnya Dian di antara mereka melalui proses adopsi. Pasangan ini telah melakukan persiapan dengan sangat rapi untuk menyambut kedatangan Dian, seperti membuat surat –surat kelahiran atas nama Puguh, termasuk pindah ke kota lain agar para tetangga tidak menyadari Hanny tidak pernah mengandung Dian. Semua ini dilakukan untuk merahasiakan status Dian yang juga belum pernah mereka tahu siapa orang tuanya.

Sesungguhnya bagaimana sebaiknya?
Ketika sepasang orang tua mengangkat seorang anak, suatu saat mereka dihadapkan pada pilihan apakah mereka akan memberitahukan status kepada anak adopsi tersebut atau tidak. Ketika Anda memutuskan untuk memberitahukannya, Anda pun menghadapi pilihan tentang kapan waktu terbaik untuk memberitahukan status putra Anda tersebut dan bagaimana memberitahukannya? Pada kasus Dian, orang tuanya memilih untuk memberitahukan status Dian ”pada saatnya yang tepat” nanti. Kapan saat itu tiba, tidak pernah dibahas serius dan tuntas. Sampai ketika tiba saatnya ada orang lain yang telah memberitahukan Dian, bahwa dia bukanlah darah daging orang tuanya. Informasi ini disampaikan dengan cara sembunyi-sembunyi hingga memicu keresahan dalam diri Dian. Berkali-kali ia mengamati wajahnya di cermin, mencari kemiripan wajahnya dengan Hanny dan Puguh, bahkan mencari-cari wajah di koran, siapa tahu ada yang mirip dengannya dan siapa tahu itu adalah orang tuanya. Ia merasa orang tuanya termasuk Hanny dan Puguh telah membohonginya, merasa risau karena tidak pernah mengenal siapa orang tua yang melahirkannya, dan merasa sedih karena hanya sebagai anak pungut dari orang tua antah berantah, yang barangkali adalah seorang bekas penjahat, seorang artis atau bisa siapa saja yang tidak pernah dikenalnya. Beribu pertanyaan seperti ini segera menghujam setelah selentingan itu datang.
Tulisan berikut ini akan membahas apa saja yang dapat dipertimbangkan ketika menghadapi pilihan-pilihan tersebut.

Beritahu atau tidak diberitahu?
Saat ini terdapat trend sebagian orang tua tidak lagi merahasiakan status putra atau putri angkatnya. Beberapa selebriti dunia seperti Angelina Jolie, bahkan beberapa artis Indonesia seperti Yuni Shara atau Rano Karno, bersikap terbuka kepada masyarakat tentang status buah hati mereka. Keterbukaan ini tampaknya menandai bahwa melakukan pengangkatan anak atau adopsi bukanlah suatu aib akibat pandangan miring sebagian masyarakat bahwa pasangan yang tidak memiliki anak adalah sesuatu yang memalukan. Bergesernya pandangan ini menggiring keterbukaan orang tua angkat kepada para putranya.

Keinginan untuk mengetahui asal usul dan garis keturunan orang tuanya adalah sesuatu yang hampir selalu ada pada diri seorang anak. Kebutuhan ini menurut psikoanalis Erik Erikson akan semakin mengental pada usia remaja. Ini disebabkan oleh proses pembentukan identitas diri yang terjadi selama usia remaja. Isu ”Siapa Saya” adalah topik paling penting dalam diri remaja adopsi, termasuk di dalamnya adalah siapa orang tua saya, seperti apa wajahnya dan bagaimana orangnya.

Setiap perubahan pasti membawa rasa tidak nyaman bagi orang yang mengalaminya. Perasaan tidak nyaman itu dapat berlangsung lama atau tidak tergantung pada kematangan anak, pemahaman tentang adopsi, hubungan dan komunikasi anak dengan orang tua selama ini. Bila semuanya berjalan lancar, menurut para ahli, lamanya anak keterkejutan anak ini dan perasaan yang dialaminya bisa berlangsung lebih singkat (Brodzinsky, 1987). Sehingga terimalah perubahan ini sebagai sesuatu yang wajar dan bantulah putra Anda dalam menghadapi kenyataanya dengan bersikap menerima dan memahami reaksi-reaksinya.

Pada keluarga yang merahasiakan statusnya, serapi-rapinya Anda menjaga sebuah rahasia, selalu ada kemungkinan orang-orang di sekitar Anda yang tidak menyepakatinya. Selentingan ini bisa mengusik perasaan buah hati Anda. Ditambah lagi dengan olok-olok sebagian orang pada dirinya. Seolah-olah status ”anak pungut” adalah sesuatu yang sangat memalukan dan patut diledek. Anda dapat membantunya menghadapi ini dengan pemahaman bahwa adopsi bukanlah sesuatu yang memalukan, bahwa dirinya sama berharganya dengan orang yang memiliki orang tua kandung biasa, bahwa dirinya mendapatkan kesempatan untuk mempunyai lebih dari sepasang orang tua dan sebagainya.

Bagaimana jika Anda memilih untuk tidak memberi tahu?
Terdapat sebagian keluarga yang tetap menjaga kerahasiaan keluarga ini hingga anak mereka menikah atau bahkan si anak tidak pernah tahu sama sekali. Beberapa sebab orang tua yang memilih untuk tetap merahasiakannya, misalnya kekhawatiran si anak tidak dapat menerima kenyataan, takut si anak pergi begitu tahu bukan bagian dari keluarga, sehingga tidak ingin statusnya sebagai orang tua angkat sama sekali diketahui.

Anda dapat saja tetap menjaga rahasia tersebut selamanya. Namun pertimbangkanlah hak putra untuk mengetahui statusnya. Dapat Anda bayangkan kemungkinan terburuk yang kadang digambarkan dalam film atau novel tentang sang putra suatu hari bertemu pasangan pilihannya yang ternyata adalah saudara kandungnya sendiri.

Kapan diberitahu?
Anda dapat memberitahu anak ketika ia mulai bertanya tentang anak angkat, anak pungut atau anak adopsi. Anda dapat menjawab pertanyaan anak sesuai dengan taraf pemahamannya. Anda dapat menjawab misalnya, ”Andi lahir dari perut seorang mama lain yang mencintaimu sayangnya saat itu ia dalam kondisi yang sulit merawatmu. Mama yang ini adalah mama yang juga sangat mencintaimu.” Jika pertanyaannya semakin jauh, Anda dapat menambah keterangan yang Anda berikan, misalnya”Ayah dan Ibumu mencintai kamu, namun kami dipertemukan denganmu sebagai orang yang ingin sekali merawatmu dan mencintai kamu seperti halnya orang tuamu sendiri.”
Jika pertanyaannya muncul ketika ia masih dalam usia anak-anak, jawaban yang sederhana sudah dapat memuaskannya. Seiring dengan semakin dewasanya anak, maka pertanyaannya pun semakin kompleks dan dalam. Anda sebaiknya menyiapkan diri dengan apa yang akan Anda sampaikan kepadanya dan bagaiamana cara Anda menyampaikannya.

Siapa yang memberitahu?
Sebaiknya informasi ini didapatnya dari Anda sebagai orang yang paling tahu tentang keadaannya. Bila Anda sendiri sebagai orang tua angkat yang memberitahukan kepada anak adopsi Anda tentang statusnya, Anda memiliki kesempatan untuk meyakinkan putra Anda bahwa kenyataan tentang statusnya ini tidak mengubah kasih sayang Anda padanya. Anda sendiri mempunyai peluang untuk mengendalikan reaksi putri Anda menghadapi kenyataan yang mungkin dapat mengguncangnya.

Bagaimana cara Anda memberitahunya?
Anda dapat mencari waktu yang nyaman bagi Anda, bagi pasangan dan bagi sang putra sendiri. Ciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan dalam menginformasikan kenyataan tentang statusnya. Bila ia belum pernah mengetahui sama sekali, informasi ini tentu akan sangat mengejutkannya. Bila ia sudah pernah mendengar selentingan tentang kabar ini, Anda dapat menggunakannya sebagai pengantar. Hal yang penting dalam penyampaian hal ini adalah sikap Anda terhadap adopsi dapat mempengaruhi cara penyampaian Anda kepadanya. Bila Anda bersikap nyaman dengan proses pengadopsian ini, maka Anda dapat lebih bersikap leluasa dalam menyampaikan hal ini. Untuk itu yakinkanlah dirinya bahwa dengan menjadi anak angkat, ia mempunyai kondisi istimewa yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang lain, misalnya mempunyai lebih dari sepasang orang tua, mendapat kakak adik atau keluarga baru .

Bagaimana menata hati Anda sendiri?
Jujurlah pada diri Anda, perasaan cemas akan reaksi sang buah hati dan ketakutan-ketakutan Anda. Semakin Anda mengenali perasaan tersebut, Anda dapat menjadi tenang dan berpikir jernih, bahwa pengungkapan status ini semata demi kebahagiaan Anda sekeluarga. Anda dan pasangan dapat bekerja sama untuk mengatasi perasaan ini. Misalnya saling mendengarkan, saling mendukung perasaan satu sama lain, bahkan saling menemani dikala salah satu dari Anda membutuhkan teman. Atasi perasaan takut kehilangan Anda dengan mencari kegiatan menyenangkan bersama pasangan. Sementara itu ingatlah, Anda tidak berjuang mengatasi perasaan ini sendirian, si kecil pun tengah berjuang menyesuaikan dirinya dengan kenyataan. Jadikan hal-hal ini sebagai motivasi Anda untuk membenahi perasaan, tegar dan tanggap dengan perubahan yang mungkin muncul.

Bagaimana mengantisipasi kemungkinan yang tidak Anda inginkan?
– Sebelum Anda memberitahu si anak, persiapkanlah informasi sebanyak-banyaknya yang Anda ketahui tentang orang tua kandung anak. Biasanya pertanyaan tentang orang tua kandung adalah pertanyaan pertama yang muncul pada diri anak Anda. Jawablah dengan jujur apa saja yang ingin ia ketahui tentang orang tuanya. Akan sangat baik bila Anda dapat membantunya untuk ingin menemuinya. Pada sebagian anak yang tidak pernah mengenal orang tuanya, hal ini menjadi semacam obsesi yang tetap ada hingga ia dewasa. Bisa jadi agenda ini menetap dalam dirinya dan menjadi topik penting setiap kali pengangkatan anak ini dibicarakan. Di internet misalnya Anda dapat menemukan ratusan groups mailing list anak adopsi yang mencari orang tuanya. Bila memang bertemu dengan orang tuanya sudah tidak dimungkinkan lagi, secara bertahap Anda dapat membantunya menerima keadaan dirinya dan menganggap kenyataan tersebut sebagai bagian dari dirinya.

– Bersikaplah bijak dengan perubahan emosional yang wajar. Jika putra Anda menjadi murung selama beberapa hari, mudah marah atau melamun dapat terjadi setelah Anda memberitahukannya. Sediakan diri Anda menjadi tempat mencurahkan isi hatinya, jadilah temannya dan berkomunikasilah jika ia menginginkannya. sebaliknya jika ia menginginkan untuk sendiri, katakan padanya bahwa Anda memberi kesempatan kepadanya untuk merenung atau mengendapkan kenyataan tersebut dan Anda bersedia kapan saja ia membutuhkan Anda. Setelahnya sampaikan kepadanya bahwa Anda membutuhakan dirinya sebagai bagian dari keluarga Anda yang ceria dan bahagia.

– Bila reaksinya tidak dapat Anda kendalikan, misalnya mengurung diri berhari-hari berusaha lari dari rumah atau menunjukkan tingkah laku yang mengkhawatirkan, mintalah bantuan keluarga, guru atau profesional lainnya. Sementara itu bersikaplah wajar tunjukkan Anda tetap mencintainya apa adanya meski ia telah mengetahui keadaan tersebut.

Tips Singkat bagi Orang Tua Angkat ketika Memilih untuk Memberitahukan Status kepada Anak
1. Pilih situasi yang paling nyaman. Sadari kondisi Anda ketika memutuskan untuk mengungkapkannya. Lakukan hal ini ketika Anda, pasangan, sang putra, adik atau kakaknya dalam kondisi yang sama-sama nyaman
2. Jelaskan dengan penuh kasih sayang. Hindari memberitahukannya pada saat Anda sedang sangat kesal atau marah kepadanya. jangan pernah, misalnya ”Dasar anak haram, pantas saja kamu nakal, pasti orangtuamu bekas penjahat.”
3. Bantu putra Anda untuk menerima kenyataan dengan besar hati. Jadilah teman ketika ia sedang berusaha menghadapi kenyataan ini.
4. Life must go on. Lanjutkan hidup Anda sebagaimana biasa. Lakukan kebiasaan diri Anda seperti sebelumnya, bercanda, mengobrol bahkan mungkin menerapkan hukuman dan disiplin jika ia melakukan pelanggaran aturan keluarga Anda.
5. Jangan menghindari topik ini. Menghindari topik pengangkatan anak atau adopsi hanya akan memperpanjang proses penerimaan diri Anda dan dirinya terhadap kenyataan tersebut

************************************************************************************

ADOPSI ANAK :
tata cara dan akibat hukumnya

all material taken from : http://www.lbh-apik.or.id

Pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak atau yang memutuskan untuk tidak mempunyai anak dapat mengajukan permohonan pengesahan atau pengangkatan anak. Demikian juga bagi mereka yang
memutuskan untuk tidak menikah atau tidak terikat dalam perkawinan. Apa langkah-langkah tepat
yang harus diambil agar anak angkat tersebut mempunyai kekuatan hukum?

1. Pihak yang dapat mengajukan adopsi
a. Pasangan Suami Istri
Ketentuan mengenai adopsi anak bagi pasangan suami istri diatur dalam SEMA No.6 tahun 1983 tentang penyempurnaan Surat Edaran Nomor 2 tahun 1979 tentang pemeriksaan permohonan pengesahan/pengangkatan anak. Selain itu Keputusan Menteri Sosial RI No. 41/HUK/KEP/VII/1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak juga menegaskan bahwa syarat untuk mendapatkan izin adalah calon orang tua angkat berstatus kawin dan pada saat mengajukan permohonan pengangkatan anak, sekurang-kurangnya sudah kawin lima tahun. Keputusan Menteri ini berlaku bagi calon anak angkat yang berada dalam asuhan organisasi sosial.
b. Orang tua tunggal

1. Staatblaad 1917 No. 129
Staatblaad ini mengatur tentang pengangkatan anak bagi orang-orang Tionghoa yang selain memungkinkan pengangkatan anak oleh Anda yang terikat perkawinan, juga bagi yang pernah terikat perkawinan (duda atau janda). Namun bagi janda yang suaminya telah meninggal dan sang suami meninggalkan wasiat yang isinya tidak menghendaki pengangkatan anak, maka janda tersebut tidak dapat melakukannya.
Pengangkatan anak menurut Staatblaad ini hanya dimungkinkan untuk anak laki-laki dan hanya dapat dilakukan dengan Akte Notaris. Namun Yurisprudensi (Putusan Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta) tertanggal 29 Mei 1963, telah membolehkan mengangkat anak perempuan.

2. Surat Edaran Mahkamah Agung No.6 Tahun 1983
Surat Edaran Mahkamah Agung No. 6 tahun 1983 ini mengatur tentang pengangkatan anak antar Warga Negara Indonesia (WNI). Isinya selain menetapkan pengangkatan yang langsung dilakukan antara orang tua kandung dan orang tua angkat (private adoption), juga tentang pengangkatan anak yang dapat dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia yang tidak terikat dalam perkawinan yang sah/belum menikah (single parent adoption). Jadi, jika Anda belum menikah atau Anda memutuskan untuk tidak menikah dan Anda ingin mengadopsi anak, ketentuan ini sangat memungkinkan Anda untuk melakukannya.

2. Tata cara mengadopsi
Surat Edaran Mahkamah Agung RI No.6/83 yang mengatur tentang cara mengadopsi anak menyatakan bahwa untuk mengadopsi anak harus terlebih dahulu mengajukan permohonan pengesahan/pengangkatan kepada Pengadilan Negeri di tempat anak yang akan diangkat itu berada.
Bentuk permohonan itu bisa secara lisan atau tertulis, dan diajukan ke panitera. Permohonan diajukan dan ditandatangani oleh pemohon sendiri atau kuasanya, dengan dibubuhi materai secukupnya dan dialamatkan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat tinggal/domisili anak yang akan diangkat .

3. Isi permohonan
Adapun isi Permohonan yang dapat diajukan adalah:
– motivasi mengangkat anak, yang semata-mata berkaitan atau demi masa depan anak tersebut.
– penggambaran kemungkinan kehidupan anak tersebut di masa yang akan datang.
Untuk itu dalam setiap proses pemeriksaan, Anda juga harus membawa dua orang saksi yang mengetahui seluk beluk pengangkatan anak tersebut. Dua orang saksi itu harus pula orang yang mengetahui betul tentang kondisi anda (baik moril maupun materil) dan memastikan bahwa Anda akan betul- betul memelihara anak tersebut dengan baik.

4. Yang dilarang dalam permohonan
Ada beberapa hal yang tidak diperkenankan dicantumkan dalam permohonan pengangkatan anak, yaitu:
– menambah permohonan lain selain pengesahan atau pengangkatan anak.
– pernyataan bahwa anak tersebut juga akan menjadi ahli waris dari pemohon.
Mengapa?
Karena putusan yang dimintakan kepada Pengadilan harus bersifat tunggal, tidak ada permohonan lain dan hanya berisi tentang penetapan anak tersebut sebagai anak angkat dari pemohon, atau berisi pengesahan saja.
Mengingat bahwa Pengadilan akan mempertimbangkan permohonan Anda, maka Anda perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk pula mempersiapkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kemampuan finansial atau ekonomi. Bukti-bukti tersebut akan memberikan keyakinan kepada majelis hakim tentang kemampuan Anda dan kemungkinan masa depan anak tersebut. Bukti tersebut biasanya berupa slip gaji, Surat Kepemilikan Rumah, deposito dan sebagainya.

5. Pencatatan di kantor Catatan Sipil
Setelah permohonan Anda disetujui Pengadilan, Anda akan menerima salinan Keputusan Pengadilan mengenai pengadopsian anak. Salinan yang Anda peroleh ini harus Anda bawa ke kantor Catatan Sipil untuk menambahkan keterangan dalam akte kelahirannya. Dalam akte tersebut dinyatakan bahwa anak tersebut telah diadopsi dan didalam tambahan itu disebutkan pula nama Anda sebagai orang tua angkatnya.

6. Akibat hukum pengangkatan anak
Pengangkatan anak berdampak pula pada hal perwalian dan waris.

a. Perwalian
Dalam hal perwalian, sejak putusan diucapkan oleh pengadilan, maka orang tua angkat menjadi wali dari anak angkat tersebut. Sejak saat itu pula, segala hak dan kewajiban orang tua kandung beralih pada orang tua angkat. Kecuali bagi anak angkat perempuan beragama Islam, bila dia akan menikah maka yang bisa menjadi wali nikahnya hanyalah orangtua kandungnya atau saudara sedarahnya.
b. Waris
Khazanah hukum kita, baik hukum adat, hukum Islam maupun hukum nasional, memiliki ketentuan mengenai hak waris. Ketiganya memiliki kekuatan yang sama, artinya seseorang bisa memilih hukum mana yang akan dipakai untuk menentukan pewarisan bagi anak angkat.

• Hukum Adat:
Bila menggunakan lembaga adat, penentuan waris bagi anak angkat tergantung kepada hukum adat yang berlaku. Bagi keluarga yang parental, —Jawa misalnya—, pengangkatan anak tidak otomatis memutuskan tali keluarga antara anak itu dengan orangtua kandungnya. Oleh karenanya, selain mendapatkan hak waris dari orangtua angkatnya, dia juga tetap berhak atas waris dari orang tua kandungnya. Berbeda dengan di Bali, pengangkatan anak merupakan kewajiban hukum yang melepaskan anak tersebut dari keluarga asalnya ke dalam keluarga angkatnya. Anak tersebut menjadi anak kandung dari yang mengangkatnya dan meneruskan kedudukan dari bapak angkatnya (M. Buddiarto, S.H, Pengangkatan Anak Ditinjau Dari Segi Hukum, AKAPRESS, 1991).

• Hukum Islam:
Dalam hukum Islam, pengangkatan anak tidak membawa akibat hukum dalam hal hubungan darah, hubungan wali-mewali dan hubungan waris mewaris dengan orang tua angkat. Ia tetap menjadi ahli waris dari orang tua kandungnya dan anak tersebut tetap memakai nama dari ayah kandungnya (M. Budiarto, S.H, Pengangkatan Anak Ditinjau Dari Segi hukum, AKAPRESS, 1991)

• Peraturan Per-Undang-undangan :
Dalam Staatblaad 1917 No. 129, akibat hukum dari pengangkatan anak adalah anak tersebut secara hukum memperoleh nama dari bapak angkat, dijadikan sebagai anak yang dilahirkan dari perkawinan orang tua angkat dan menjadi ahli waris orang tua angkat. Artinya, akibat pengangkatan tersebut maka terputus segala hubungan perdata, yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran, yaitu antara orang tua kandung dan anak tersebut.

– apa yang akan kamu lakukan jika kamu tau kamu adalah anak angkat selain mencari orang tua kandung kamu?

– apakah status anak angkat perlu diberi tahukan kepada anak tersebut? jika iya, kapan waktu yang tepat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s