“manajemen keuangan”

Posted: October 30, 2009 in article
Tags:

kita ngobrolin “manajemen keuangan” yukk,, Radith sama Biyan bakalan ada buat nemenin kamu…

scary story :

“susah ya jadi anak kos,, semuanya musti sendiri, apalagi moneter keuangan. selalu merasa kurang bila mendapat kiriman dari ortu baik yang dikirim di awal, tengah atau akhir bulan, belum lagi buat yang punya pacar pasti bakal kurang banget.. ya kan? terutama cowo nih yang kadang suka gengsian kalo lagi jalan ma cewenya ga jajan bareng n ntraktir dia??

mau minta lagi ma ortu ga tega, kecuali buat mahasiswa/i yg ortunya mampu. belum lagi adanya perasaan malu terhadap ortu sendiri sebagai anak yang “sudah” mencoba tuk belajar mandiri hidup jauh dari ortunya. Selain itu rasa susah semakin hari semakin bertambah dengan semakin menipisnya jumlah kiriman yang sudah terpakai.

Kalo udah mulai terdesak keadaan kaya gini selalu muncul pemikiran macam-macam. ada yang punya pikiran “kayanya perlu nyari tambahan uang saku nih? kerja aja kali ya” atau “kayanya gw emang ga bisa ngatur uang sendiri nih” atau yang lebih parah lagi cuma merenungi nasib tanpa ada pemecahan masalah yang dihadapinya.

sebetulnya kalo kita coba melihat mahasiswa/i yang berhasil memecahkan masalah ini tidak sedikit juga loh. banyak dilingkungan kita terutama di kaval, banyak yang mencoba memecahkan masalah ini dengan membuka usaha, contohnya ipam yang terkenal dengan habatusauda nya bahkan sekarang ipam dapat berdagang online via websitenya. cara marketingnya pun sangat efektif.. dia cuma pasang signinya aj dengan logo situs dia di semua forum yang dia ikutin.

Ada juga yang membuka usaha voucher elektronik ataupun jasa printan. buat yang punya skill pemrograman atau design banyak yang ngambil jalan bekerja freelance. Lain lagi dengan kk2 yang sudah bekerja, menurut gw sih mereka sudah berkecukupan dan lepas dari kiriman ortu, kecuali yang susah ngatur pemasukannya..”

bisa ga kamu ngatur keuangan kamu disaat kamu kuliah atau lagi cari kerja??? apalagi kalo ada kebutuhan mendadak?? gimana caranya??

http://www.wikimu.com
Dari Kampus ke Dunia Kerja

Langsung mendapat pekerjaan adalah dambaan semua orang setelah LULUS dari bangku kuliah. Bagaimana tidak senang, setelah bosan duduk di bangku kuliah, memasuki dunia kerja bagaikan masuk ke dunia baru yang penuh dinamika dan tantangan. Tetapi masalahnya, tidak semua para fresh graduate bisa langsung dapat kerja. Karena belakangan ni untuk mendapatkan pekerjaan, persaingan semakin sengit dan ketat. Maka bersyukurlah anda yang bisa langsung bekerja begitu keluar dari dunia kampus.

Tetapi umumnya anda para fresh graduate ingin langsung mendapat pekerjaan bagus dengan gaji besar. Padahal untuk mendapatkan semua itu jelas tidak mudah. Makanya banyak yang merasa “down” begitu mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai. Padahal tidak perlu patah semangat jika anda mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan anda.

Jangan pernah menganggap pekerjaan sepele tidak memberi konstribusi terhadap kehidupan anda. Justru dari pekerjaan sepele itu akan mengajarkan anda tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Paling tidak anda akan digembleng untuk tahan mental dan menjadi pribadi yang tangguh menghadapi tantangan. Anda akan disadarkan pada kenyataan bahwa hidup ini memang tidak mudah.

Lebih baik anda pupuk rasa tanggung jawab anda terhadap pekerjaan, seberapapun sepelenya pekerjaan itu.

Dengan demikian anda akan semakin memahami seluk beluk pekerjaan. Karena dari tugas-tugas yang kurang berarti itu anda akan memperoleh kesempatan dan peluang yang lebih berarti. Sekaligus dapat lebih memahami karakter orang-orang yang bekerja dengan anda. Oleh karena itu jangan pernah sekalipun merasa “down” atau menyesal, apabila anda tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan anda. Lebih baik anda jalani dulu pekerjaan yang ada. Kalau anda rajin dna bertanggung jawab terhadap pekerjaan, bukan tidak mungkin anda akan mendapatkan posisi yang lebih baik.

Yang jelas anda juga, jangan menutup mata terhadap kesempatan yang datang. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada, karena begitu kesempatan datang, maka berjuta peluang akan mengampiri anda. Karena sekali kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan, maka tidak akan pernah dua kali kesempatan itu datang kembali kepada anda, dan anda akan menyesalinya. Seperti kata orang bijak, MASA DEPAN bukan tergantung pada pekerjaan yang dilakukan, melainkan pada orang yang mengerjakan.

Satu hal yang tak kalah penting, saat memasuki dunia kerja, tinggalkan mental anak kampus yang selama ini melekat pada diri anda. Ingat..! dunia kampus jelas berbeda dengan dunia kerja. Jangan membawa sikap kekanak-kanakan dan emosionil yang identik dengan sikap mahasiswa belakangan ini. Kalau anda menunjukkan resposibilitas, kredibilitas dan loyalitas terhadap pekerjaan, bukan mustahil pekerjaan yang sepele itu hanya tinggal kenangan. Artinya, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik akan anda raih. Yang penting jangan pernah berhenti berusahan dan berdoa.
Seperti uraian di atas bahwa hidup ini memang tidak mudah. Selain tidak mudah, hidup ini juga penuh dengan aneka pilihan. Oleh karena itu selain anda harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan harapan, anda juga harus menentukan pilihan karir anda. Menentukan atau memilih karir tidak sama dengan memilih barang yang anda beli. Memilih karir adalah salah satu keputusan yang paling penting dalam kehidupan anda.

Anda harus teliti, cermat dan konsisten. Sekali saja anda salah pilih, maka anda akan menyesal berkepanjangan. Dalam memilih karir, anda perlu pertimbangan beberapa aspek agar dapat menentukan karir yang tepat. Anda yang masih bingung menentukan karir, anda bisa coba tips berikut ini.

1. Evaluasi Kekuatan dan Kelemahan Diri

Dalam menentukan karir, awali dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan diri anda sendiri. Coba tanyakan pada diri anda sendiri.
•• Apa kelebihan & kekurangan yang saya miliki ?

•• Apa yang ingin saya kerjakan, dan pekerjaan apa yang ingin saya  hindari ?

•• Dalam lingkungan seperti apa, saya ingin bekerja ?

•• Tingkat ekonomi seperti apa yang ingin saya capai ? dan sebagainya.

2. Pilih karir yang sesuai dengan gaya hidup yang anda idamkan

Sampai saat ini uang masih menjadi pertimbangan dominan dalam memilih karir. Untuk itu tentukan ditingkat mana anda ingin hidup, berapa penghasilan yang anda inginkan. Hal ini akan membantu anda dalam menetukan pilihan karir. Paling tidak kalau anda ingin kaya raya tidak bisa memilih profesi yang idealis seperti menjadi guru SD atau ilmuwan. Mungkin pilihan menjadi pengusaha bisa anda pertimbangkan
3. Kaji tren karir dari berbagai media informasi

Ikuti tren dan perkembangan usaha dari berbagai media informasi seperti majalah, surat kabar dan internet. Ikuti informasi peluang kerja, tren usaha dan ekonomi dari media cetak. Bisa juga anda baca terbitan khusus untuk bidang-bidang yang lebih spesifik dari asosiasi atau lembaga yang sesuai. Kemudian buat kliping tentang lapangan kerja dan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Pikirkan mana yang sekiranya sesuai dengan bidang & kelebihan anda, serta tujuan hidup anda. Kaji peluangnya di masa mendatang, mana yang prospeknya cerah dan mana yang tidak.

4. Konsultasikan dengan mereka yang berpengalaman dan ahli
Kalau anda masih bingung menentukan karir, bicarakan masalah anda dengan orang yang kompeten di bidangnya. Konsultasikan minat, bakat dan cita-cita anda dengan ahli karir. Anda juga bisa mendiskusikan masalah ini dengan keluarga, teman atau mungkin dosen anda. Paling tidak mereka bisa memberikan saran dan nasihat, kira-kira bidang apa yang sesuai dengan anda. Bisa juga anda bicarakan di forum diskusi di internet (milis)
5. Kunjungi perusahaan yang anda incar

Jangan malu untuk mendatangi perusahaan di mana anda ingin sekali menjadi karyawannya. Usahakan untuk mendapat kenalan dengan orang yang bekerja di bidangnya atau posisinya yang anda inginkan. Dengan demikian anda bisa mendapatkan informasi jika ada peluang yang ditawarkan. Kalau anda masih kuliah, usahakan untuk bisa PKL/riset atau magang di perusahaan tersebut.
6. Konsisten pada pilihan karir

Konsisten memang diperlukan jika anda ingin sukses dalam karir. Jika anda ingin menjadi penulis, maka pelajari dan tekuni terus bidang tersebut. Begitu juga jika anda ingin menjadi pilot atau dosen. Ingat, konsistensi akan memudahkan dalam meraih apa yang anda cita-citakan. Jangan pernah sekalipun menyerah apalagi putus asa. Sekali anda menyerah, keberuntungan akan semakin sulit anda jangkau.

7. Jangan takut beralih karir

Meski anda konsisten dengan karir yang anda pilih, tidak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu anda beralih karir. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meramalkan masa depan. Dalam perjalanan karir anda, mungkin saja akan menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan anda ingin banting setir. Misalnya karena kondisi ekonomi, perubahan kondisi atau mungkin karena anda dihadapkan pada keadaaan yang kurang menguntungkan. Jika anda menghadapi situasi demikian tentu pidah karir, bukanlah hal yang dilarang, tetapi tentu saja anda harus siap menghadapi RESIKO dengan keputusan anda sendiri
Sudahkan anda menentukan pilihan karir anda? Kalau belum mungkin anda bisa segera menentukannya dengan cara di atas. Jangan lupa, semakin cepat anda menentukan karir anda maka akan semakin baik.

Diambil dari www.assalambook.as.funpic.org

Penulis : Ida S.W.
KotaSantri.com : Patut disyukuri bahwa kini makin banyak wanita khususnya muslimah yang dapat memasuki perguruan tinggi. Pada zaman dulu prosentase perempuan yang masuk perguruan tinggi sangatlah rendah. Akibatnya, perempuan yang bekerja di berbagai sektor umumnya menempati posisi yang rendah dengan upah yang juga rendah. Demikian pula kebanyakan wanita yang menjadi ibu rumah tangga yang mendidik anak-anak pun tidak memiliki dasar pendidikan yang cukup tinggi.

Perjalanan anak perempuan memasuki dunia perkuliahan tidak semudah anak laki-laki. Hal ini diakibatkan oleh beberapa kendala baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri. Kendala dari luar biasanya terkait dengan masih adanya pemikiran para orangtua bahwa setinggi apapun anak perempuan akan menjadi ibu rumah tangga dan kembali ke dapur juga. Oleh karena itu dalam keadaan ekonomi yang terbatas, anak laki-laki akan lebih diprioritaskan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Persepsi bahwa sekolah tinggi adalah bertujuan untuk memperoleh penghasilan tinggi masih mendominasi pemikiran sebagian besar masyarakat.
Kendala dari dalam diri wanita biasanya berkaitan dengan masalah rendah diri akan kemampuannya dan apa yang disebut oleh para psikolog sebagai “Cinderella kompleks” yaitu rasa ketakutan wanita untuk menjadi sukses dan mandiri. Masih ada asumsi pada diri wanita bahwa umumnya para laki-laki kurang menyukai pasangan hidup yang terlalu pintar dan sukses.

Hasil survei menunjukkan pula bahwa dengan makin tingginya tingkat pendidikan kaum perempuan selain meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, juga telah menurunkan angka kematian ibu maupun anak. Oleh karena itu, saat ini, menyekolahkan anak perempuan ke perguruan tinggi menjadi sama pentingnya dengan anak laki-laki.

Akan tetapi perlu dicatat bahwa dengan masuknya anak gadis ke perguruan tinggi, bukan berarti secara otomatis sang anak dijamin sukses masa depannya. Dunia perkuliahan mengundang resiko-resiko yang tidak sederhana, bahkan mungkin malah berdampak fatal. Hal ini tergantung beberapa hal, diantaranya :
1. Menjaga Pergaulan

Dunia kampus selain menawarkan peluang untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman, juga memberikan kesempatan memperluas pergaulan. Perlu dicatat bahwa pergaulan sangat menentukan kepribadian dan kebiasaan seseorang. Sulit menghindar dari pengaruh pergaulan. Oleh karena itu harus selektif dalam memilih teman dekat dan teman bergaul.
Pada masa remaja menuju usia dewasa dini, seringkali pengaruh teman dan sahabat jauh lebih besar dibanding pengaruh orangtua maupun saudara kandung. Tak jarang seorang yang yang tadinya pemahaman dan pengamalan agamanya minim, setelah berinteraksi dengan temannya di kampus, berubah menjadi seorang aktivis rohani yang militan. Atau bahkan bisa sebaliknya. Seorang yang dididik agamanya secara ketat, berubah menjadi terseret gaya hidup serba boleh (permisif) dan terbawa pergaulan bebas. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang mustahil bahkan sudah banyak terbukti.
Mahasisiwi yang tinggal jauh dari rumah orangtua, harus berhati-hati dalam memilih tempat kos. Sebaiknya dipilih tempat kos khusus putri dan tidak bercampur dengan laki-laki, karena inilah salah satu sumber adanya pergaulan bebas. Bahkan kalau perlu memilih tempat kos yang menjaga hijab dengan baik, dan memberlakukan aturan-aturan yang ketat.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa lebih dari 50% mahasiswa pernah melakukan hubungan bebas. Bahkan menurut survei 1992 saja, 47% siswa SLTA di Jawa Timur pun pernah berzina (Dr. Fuad Amyari, Mizan 1993). Astaghfirullah! Banyak kejadian, seseorang yang tadinya alim terjerumus pada perzinahan. Mungkin awalnya hanya mengerjakan tugas atau belajar bersama di kamar kos. Kebiasaan keluar masuk kamar kos yang bukan muhrimnya sangat berpeluang mengundang fitnah perzinahan. Dengan alasan apapun, tidak dibenarkan seseorang membawa teman non muhrim ke dalam kamar kosnya.

2. Memilih Kegiatan

Masa kuliah adalah masa yang paling tepat untuk aktif dalam berbagai kegiatan. Kegiatan organisasi sangat baik untuk memupuk sifat kepemimpinan dan belajar bergaul. Selain itu wawasan juga akan bertambah. Orang yang hanya mengunci diri di kamar dengan melalap tumpukan buku belum tentu menjadi orang yang sukses ketika terjun di masyarakat kelak.
Hasil penelitian psikologi membuktikan bahwa orang yang biasa berorganisasi dan terlatih untuk menjadi pemimpin umumnya memiliki konsep diri dan cita-cita yang realistik; tidak mudah frustasi; memiliki kemampuan menyatakan perbedaan pendapat dengan bijaksana; memiliki kemampuan menerima keberhasilan atau kegagalan secara simpatik; memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang lain; dan memiliki kemampuan bekerja secara berkelompok dan bersosialisasi.
Kegiatan yang dipilih bisa beragam baik kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan keorganisasian di kampus berupa kegiatan senat, himpunan, rohani, kegiatan sosial kemasyarakatan, atau bisa juga memilih kegiatan kewirausahaan.
Beberapa mahasiswa yang kurang mampu biasanya terpaksa harus menambah biaya hidup sendiri. Beberapa kegiatan bisa dipilih seperti memberi les privat pelajaran maupun mengaji, menerjemahkan, membuat kerajinan tangan, atau membuat makanan ringan. Hal ini merupakan kegiatan positif. Banyak terbukti pengusaha yang sukses yang dimulai dari kegiatan usaha kecil-kecilan di dalam kampus.

3. Mengelola Waktu

Orang yang sukses adalah orang yang mampu mengatur waktu. Semakin sibuk seseorang ia akan terlatih untuk mengatur waktu. Sebaliknya, semakin santai seseorang biasanya justru semakin tak mampu mengelola waktu.
Pada masa-masa perkuliahan mahasiswa biasanya selalu merasa kekurangan waktu. Meski banyak kegiatan itu baik, harus cukup waktu juga untuk beristirahat. Jangan dibiasakan belajar atau mengerjakan tugas dengan sistem SKS alias sistem kebut semalam. Sebaiknya belajar dicicil karena akan lebih memudahkan dibanding dengan belajar ditumpuk. Demikian pula dalam menyelesaikan tugas, lebih baik menyegerakan mengerjakan pekerjaan atau tugas yang sudah pasti harus dikerjakan.
Biasakan membuat program jangka panjang dan jangka pendek. Buat skedul waktu baik tahunan, bulanan, mingguan maupun harian. Duapuluh empat jam adalah waktu yang sudah sangat tepat yang diberikan oleh Allah selama satu hari, tinggal kita mengaturnya, berapa lama untuk belajar, beribadah, makan, ngobrol dan istirahat.
Masa kuliah antara tiga sampai lima tahun akan terasa sangat singkat oleh karena itu manfaatkan sebaik mungkin untuk sebanyak-banyaknya menggali ilmu, menambah wawasan dan pengalaman.

4. Mengatur Keuangan

Membuat anggaran keuangan adalah hal yang penting. Seorang mahasiswa biasanya mendapat kiriman secara bulanan. Oleh karena itu perlu pengaturan keuangan yang baik agar bisa mencukupi untuk kebutuhan selama satu bulan, bahkan kalau bisa menyisihkan dana tak terduga, jika kiriman telat atau hal-hal lainnya. Anggarkan berapa kebutuhan makan, trasportasi, buku, dan biaya lainnya.
Jangan membiasakan berhutang pada teman atau warung, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. Kebiasaan meminjam ini kurang baik, karena akan terbawa terus hingga berumah tangga.

5. Menjaga Konsumsi Makanan

Penyakit yang kerap diderita anak kos adalah maag. Hal ini biasanya karena kebiasaan makan yang kurang baik. Jauh dari orangtua malas memasak atau malas ke warung biasanya menjadi penyebab utama. Akhirnya lagi-lagi mengkonsumsi mie instant, atau jajan makanan yang tidak memenuhi syarat empat sehat lima sempurna. Hal yang penting juga memilih makanan yang dijamin kehalalannya. Banyak yang berjualan bakso, atau makanan yang tidak jelas kehalalannya.

  1. 6. Mengatasi Stress dan Mengelola Konflik

Tugas yang bertumpuk, ujian yang mata kuliah yang tidak disenangi, menghadapi dosen killer, konflik dengan teman, dan seribu satu permasalahan lainnya merupakan penyebab stress para mahasiswa. Banyaknya kesenjangan antara harapan dan kenyataan seringkali membuat putus asa dan frustrasi. Dalam kondisi semacam ini kuliah bukannya lancar malah akan berantakan. Kondisi fisik pun akan rentan, karena beberapa penyakit mudah terpicu oleh stress seperti terserang migrain, maag, thypus dan lain-lain.
Diperlukan latihan kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi semua hambatan dan tantangan. Yakinlah bahwa dibalik semua kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan membebani sesuatu yang di luar jangkauan kemampuan kita. Yakini pula bahwa Allah akan memudahkan siapa saja yang berusaha dengan baik.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%Disadur dari : www.bagusco.blogdetik.com
Beberapa hal yang saya pelajari, dari beberapa tahun memiliki penghasilan sendiri selepas kuliah adalah sebagai berikut:
1. Kenali kapan umumnya ‘bulan menabung’ dan kapan ‘bulan memanen tabungan’. Ini penting untuk mengatur kapan kita harus menekan pengeluaran atau bekerja lebih. Sebelum berangkat sekolah lagi, saya termasuk orang yang punya siklus Maret-Agustus sebagai bulan memanen, dan selebihnya bulan menabung. Tapi sekarang siklus itu berubah, karena sekarang saya hanya punya satu sumber penghasilan.

2. Ada baiknya kita mencatat atau memiliki daftar pengeluaran, sehingga kita atau persis apakah ada pengeluaran yang bisa kita tekan di bulan-bulan berikutnya. Atau ada beberapa pengeluaran yang masih bisa kita naikkan. Jangan tiba-tiba menyalahkan istri ketika pengeluaran membengkak.

3. Pelajari buku-buku investasi atau sering-seringlah ngobrol dengan teman yang mengerti tentang ini. Jangan takut dibilang serakah oleh teman ketika dia tahu kita membaca buku ‘Aku Ingin Kaya’ atau buku ‘Muda Kaya, Tua Tambah Kaya’. Dengan begitu kita akan dapat informasi jenis investasi apa yang tepat bagi kita. Tidak ada salahnya juga cari informasi mengenai produk tabungan dan asuransi. Jika perlu konsultasi sama teman yang lebih ahli pada saat memilih produk investasi.

4. Beberapa orang bilang asset tertentu kadang-kadang menambah besar pengeluaran kita karena pajak, biaya perawatan, dan sebagainya. Ada baiknya juga dipikirkan. Tapi bukan berarti harus menjual semua asset yang ada sekarang dan tinggal di kontrakan lagi saja.

5. Oh ya, kartu kredit. Lebih hati-hati saja menggunakan. Jangan sampai hidup kita tiap bulan hanya memikirkan bayar tagihan kartu kredit saja. Gunakan secara bijak. Pikirkan mana yang harus dibeli pakai kartu mana yang tidak. Beberapa kali saya juga menyarankan ke teman yang kecanduan pakai kartu kredit, untuk tidak menaruh kartu kredit (dan debit) di dompet. Tinggal saja dulu di rumah. Nanti kalau udah terbiasa, boleh masukkan lagi ke dompet.

6. Teknik lain yang boleh dicoba: Taruh uang satu lembar 100.000 ribu saja di dompet dan gak ada yang lain. Biar hemat terus. Mau naik angkot, pasti gak ada kembalian. Mau makan somay pinggir jalan juga segan. Jadinya pulang jalan kaki dan uang utuh. hehe.
Dikutip dari buku karya Safir senduk “Siapa Bilang Karyawan Nggak Bisa Kaya”

“ATUR PENGELUARAN ANDA”
Bagaimana Melakukannya?
1. Usahakan─kalau perlu sedikit lebih keras pada diri Anda sendiri─untuk tidak mengalami defisit karena defisit adalah sumber semua masalah besar yang mungkin muncul di masa mendatang.

2. Prioritaskan pembayaran cicilan utang, lalu premi asuransi, kemudian biaya hidup.

3. Pelajari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda
memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan. Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan.
Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya.
Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain
yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya.

 

Pertama, “butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa dilakukan dilakukan setelah yang “butuh” terpenuhi.
Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai gaji untuk hal-hal yang memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita “butuhkan”.

 

Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan
sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.
Kedua, “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak.

Kebutuhan membeli sembako, membayar transportasi, pulsa HP, pasti ada batasan rupiahnya, jumlahnya pasti segitu-gitu saja. Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada batasnya. Apa pun yang Anda lihat di toko atau mal saat ini bisa jadi Anda inginkan. Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau ke mal, setiap kali itu juga
biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar. Tidak ada jaminan bahwa keinginan Anda setiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari rupiahnya. Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan depannya,tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga. Jadi, kenapa gaji Anda sering kali habis?
Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas. Padahal, kalau hanya difokuskan pada kebutuhan, biasanya gaji Anda cukup.
Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda “inginkan” dan “ingin” biasanya tidak selalu Anda “butuhkan”. Apa pun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti sembako, pulsa HP, membayar telepon, listrik, dan seterusnya tidak selalu Anda inginkan. Beberapa di antaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi karena Anda butuh, ya Anda beli.

 

Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tapi toh Anda beli juga karena memang Anda ingin. Baju bagus misalnya (padahal baju Anda sudah penuh sampai satu lemari), HP keluaran terbaru, atau hal-hal semacam itu.
2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.

Masih ingatkah Anda berapa pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan setiap bulan? Mencapai 20─25 pos, bukan? Apa yang harus Anda lakukan adalah membagi pos-pos pengeluaran tersebut menjadi 3 kelompok:

Biaya Hidup, Cicilan Utang, dan Premi Asuransi.
Biaya Hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan agar Anda, keluarga Anda, serta rumah Anda bisa tetap hidup. Contohnya sembako (agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup), telepon, listrik,
dan air (agar rumah Anda bisa tetap hidup), SPP anak dan semacam itu (agar anak Anda bisa menjalani hidupnya), dan seterusnya.
Cicilan Utang adalah semua pos pembayaran utang yang biasa Anda lakukan setiap bulan, seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, cicilan kartu kredit, dan seterusnya.
Premi Asuransi adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi Anda, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian, seperti asuransi rumah dan asuransi kendaraan.
3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos
pengeluaran Masih ingatkah Anda ketika saya meminta Anda menuliskan pos-pos pengeluaran? Nah, hal ketiga yang harus anda lakukan adalah mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos tersebut. Pos-pos pengeluaran Anda sampai 20-an; telepon, listrik, air, sembako, iuran arisan, transportasi, dan lain-lain.

 

Nah, yang harus Anda lakukan adalah mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk pembayarannya. Contohnya, Anda harus mengetahui cara yang baik dalam menggunakan telepon agar pembayaran Anda di Akhir bulan tidak mahal. Misalnya, pakailah telepon seperlunya, hati-hati dengan penggunaan internet, jangan sering menghubungi handphone kalau tidak perlu.

 

Oke, kita bicara tentang listrik. Anda juga harus tahu bagaimana menggunakan listrik agar pembayaran Anda tidak mahal. Misalnya, matikan alat elektronik kalau Anda memang sedang tidak memakainya, kurangi pemakaian alat elektronik secara bersamaan pada waktu tertentu, ganti lampu yang boros dengan lampu hemat energi, dan seterusnya.
Tips Keuangan Bagi Anak Kuliahan
Kamu sedang menjalani kuliah kamu dan keuangan kamu sangat ketat. Berikut ada beberapa tips yang bisa menolong anda mengatur keuangan dan pinjaman kuliah dengan bijak.

Meminjam dengan pintar

• Sebelum meminjam, telaah semua pilihan untuk dana bantuan (“uang gratis”) yang memungkinkan, seperti dari saudara, gereja / saudara seiman, organisasi pelayanan. Atau cari beasiswa secara online.
• Pinjam apa yang hanya kamu butuhkan.

Mulailah persiapkan budget
• Setiap awal bulan, pikirkan apa yang akan menjadi sumber pemasukan kamu untuk minggu-minggu ke depannya. Apakah kamu akan memiliki pemasukan dari pekerjaan part-time ? Apakah kamu akan menerima uang dari orang-tua kamu ? Sisihkan jumlah standar untuk digunakan persediaan kuliah dan rekreasi serta taruh sisanya untuk tabungan.
• Minimalkan penggunaan kartu kredit dan buat penggunaan pembayaran minimum bulanan tepat waktu. Selain itu, seimbangkan pembayaran secara penuh setiap bulannya. Gunakan kartu kredit hanya untuk keadaan darurat, tidak untuk hiburan atau berbelanja.
• Bekerja sepanjang liburan, atau paruh waktu selama kuliah untuk menjadikan level hutang kamu rendah.
• Tetaplah menggunakan layanan basic kampus, hindari pilihan-pilihan mahal untuk televisi kabel, layanan telepon, cemilan-cemilan.
• Jika memungkinkan, gunakan transportasi publik.
• Jika kamu tidak memiliki paket handphone rendah biaya, pikirkan menggunakan email atau Instant Messenger.
• Pulang bersama dengan teman-teman lain untuk menghemat ongkos. Bawa sendiri snack kegemaran kamu.
• Pikirkan kemungkinan tinggal di rumah bukan kost, jika itu bisa menjadi pilihan buat kamu.
Tips tambahan
• Selalu tepat waktu membayar pinjaman kuliahan kamu (student loan payments).

• Tetaplah bergaya hidup sederhana.

Sumber : nelliemaedotcom

PAHAMI SIKLUS HIDUP FINANSIAL ANDA 1
Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda
Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif yang bergulat dengan tagihan kartu kredit Menjelang pensiun di usia sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja, cari aman deh !
Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia – yang saya kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.
Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain didalamnya.
Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an
• Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. “Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. ” kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya meminta uang pada orang tua??? Tidak.
• Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkian memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.
Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool & gaul. Lebih bebas menntukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan, maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,
Di usia 20-an
• Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dihabiskan, maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.

• Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama ? Penghasilan Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.
• Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji,
• Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan
• Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri, bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi
Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mencover biaya ini. Oleh: Mike Rini .

PAHAMI SIKLUS HIDUP FINANSIAL ANDA 2

Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda

 

Di usia 30-an
• Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat

• Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.
• Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda
• Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran
• Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.
• Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.
• Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.
• Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.

• Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.

Di usa 40-an
• Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.

• Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan

• Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.
• Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.
Di usia 50-an
• Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target
• Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,
• Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,

• Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup Anda,
Di usia pensiun, 55 atau 60-an
• Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga.
• Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan utnuk mengajukan klaim

• Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.

• Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.

• Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan Anda.

• Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,
Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan. Oleh: Mike Rini

Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Memilih jurusan kuliah bukanlah hal/perkara yang mudah dan gampang. Banyak factor yang harus kalian perhitungkan dengan cermat. Jangan sampai hanya karena kalian ingin mendapat gelar S1, kalian memilih jurusan asal-asalan. Udah gitu pas kuliah berlangsung, kalian frustasi karena tidak bias mengikuti mata kuliah tersebut. Parahnya lagi adalah DO (Drop Out). Maka dari itu, kalian harus memilih jurusan yang tepat. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu kalian dalam memilih jurusan :

1. Sesuaikan dengan cita-cita, minat dan bakat kalian. Kalian kan pasti memiliki cita-cita, lihatlah jurusan apa saja yang dapat membawa kalian menuju profesi atau cita-cita kalian tersebut. Janganlah kalian memilih jurusan yang tidak sesuai. Misalnya, kalian ingin jadi dokter gigi, lalu kalian memilih jurusan sastra. Kan gak nyambung… Kemudian lihatlah bakat yang kalian miliki saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan, akan menjadi sebuah pilihan yang tepat. So, sesuaikan jurusan dengan cita-cita, minat dan bakat kalian.
2. Carilah informasi yang sempurna. Carilah informasi yang banyak dan dari berbagai sumber sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jurusan.Bisa saja kalian tanyakan pada Orang Tua, Guru, Saudara, Teman, Tetangga, Konsultan Pendidikan, Kakak Kelas, dll. Kalian pun dapat mencari informasi via internet. Cari situs forum ataupun chatting via messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Informasi-informasi yang kalian dapat, dirangkum dan dijadikan bahan pertimbangan untuk membantu dalam pemilihan jurusan.
3. Lokasi dan biaya Dana yang terbatas haruslah disiasati dengan memilih lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal. Seandainya harus memilih lokasi di luar kota, usahakan untuk memilih kota yang biaya hidupnya rendah. Pilih juga universitas yang biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada belum cukup, carilah beasiswa, keringanan, ataupun sponsor untuk membiayai perkuliahan kalian. Jika dirasa perlu, pekerjaan paruh waktu (part time) pun dapat kalian lakukan sambil menjalani masa perkuliahan. Dan yang paling penting adalah kalian harus dapat mengatur keuangan kalian. Kalian harus bisa me-manage diri kalian dan keuangan kalian dari se-dini mungkin.

4. Daya tampung jurusan / peluang diterima Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN ataupun PTS favorit yang biasanya memiliki kuantitas terbatas dan diperebutkan. Jangan bebani diri kalian dengan taget untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan favorit. Kalian akan merasa kecewa jika keinginan kalian tidak terpenuhi. Kalian juga haru pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan dalam mengukur kemampuan kalian.
5. Masa depan karir dan pekerjaan. Lihatlah ke depan setelah kalian lulus nanti. Apakah jurusan yang kalian ambil nanti dapat mengantar kalian pada pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan yang saat ini lulusannya tidak mendaptkan pekerjaan. Ingat, sebuah perusahaan tidak selalu melihat latar belakang pendidikan saja, tetapi juga pengalaman dan kualitas diri kalian. Kalian kuliah di manapun dengan jurusan apapun, kalau kalian tidak memiliki kualitas, yaa… sama aja dech. Maka dari itu, persiapkan diri kalian untuk masa depan kalian sendiri.

6. Strategi untuk lulus SNMPTN Berkesempatan untuk kuliah di PTN adalah harapan semua siswa dan juga orang tua. Suatu kebanggaan tersendiri apabila dapat lulus seleksi yang diikuti oleh ratusan ribu siswa yang mencoba kemampuan akademik mereka. Dari sekitar 400 ribuan peserta seleksi, yang diterima melalui jalur ini tidaklah banyak. Yang diterima hanya kurang dari 15% setiap tahunnya. Maka dari itu, diperlukan kerja keras serta strategi yang tepat, untuk menghadapi SNMPTN. Beberapa faktor “6M” di bawah ini, dapat kalian lakukan jika ingin ingin berhasil :
a. Menguasai materi

b. Memilih jurusan yang tepat

c. Memiliki keterampilan dalam mengerjakan soal

d. Mempersiapkan diri secara mental/psikologis

e. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

 

So, Pilih yang terbaik untuk diri kalian… “kesuksesan tiadalah lain dari usaha diri sendiri”… “Semoga Berhasil” (dikutip dari: pendidikanmaju.blogspot.com, Bandung Advertiser Edisi 4

==============================================

KEBUTUHAN VS KEINGINAN

Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Majalah ALIA

Hati-hati kalau Anda tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kalau Anda tidak bisa membedakan yang mana itu yang masuk sebagai kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, bisa-bisa Anda menjadi orang yang boros.

Dan boros ini bisa menjadi biang masalah dalam keuangan Anda. Dengan hidup boros, lama kelamaan bisa terjadi defisit. Pemasukan Anda sudah tidak mampu lagi membiayai pengeluaran yang terus membesar karena sifat boros. Dan kalau sudah defisit, seringkali mencari jalan keluar yang singkat yaitu dengan berhutang. Hutang, apalagi yang berbunga, bisa membuat Anda bangkrut. Dan bangkrut itu adalah akhir dari nasib keuangan Anda.
Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau sekiranya digunakan untuk hal lainnya.

Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Apa sih bedanya antara kebutuhan dan keinginan?
Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi sebagai panduan, seroang kawan saya memberi definisi berikut:
Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.
Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.
Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.
Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.

Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.

Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.

Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk “pamer”, sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.
Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.
Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.

Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.

Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.
Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.
Tidak ada salahnya memang kita memenuhi keinginan kita untuk sekali-kali makan di restoran untuk merayakan sesuatu, atau memasang aksesori mobil agar lebih aman dan nyaman. Tapi ingat, jangan sampai hal iu mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.

Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.

Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan. Dan jangan sampai melupakan bahwa kebutuhan tidak musti semua datang sekarang, karena masih ada kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan. Sedangkan yang namanya keinginan manusia tidak akan pernah ada batasnya, nanti atau sekarang.

Jadi, buat apa memenuhi keinginan Anda sekarang tapi mengorbankan kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan.

MEMBIASAKAN DIRI MENABUNG

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari detikcom
“Saya ingin sekali menabung, tetapi sepertinya uang saya habis terus. Selain itu, anak-anak juga minta dibelikan sepatu, dan saya kan juga perlu beli ini, itu……”
Kata-kata tersebut di atas mungkin akrab di telinga, atau mungkin Anda sendiri mengalaminya: Anda ingin sekali bisa menabung, tetapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu? Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung?
Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti mengalaminya. Menabung, atau melakukan investasi secara rutin, seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Dengan menyisihkan uang Anda secara rutin, maka uang yang terkumpul tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun lamanya, ia mengatakan seringkali penghasilannya habis dipakai dalam sebulan sehingga ia tidak bisa menabung. Padahal, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulannya, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya!
Menabung Dulu, Baru Sisanya Dibelanjakan

Saya akan memberi satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu berbelanja dulu dan tak sempat menabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu? Ketika Anda mendapatkan gaji pada tanggal 25, misalnya, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk menabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.

Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi, itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan!

Sebagai contoh, penghasilan Anda adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu saja pada bulan yang bersangkutan. Bila merasa itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu di antara tiga pilihan dibawah ini:
1. Meningkatkan pendapatan Anda

Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tetapi kembali menjadi Rp 1 juta.

2. Menekan Pengeluaran Anda

Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu.
3. Melakukan Keduanya

Dengan meningkatkan pendapatan dan menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda justru memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan.

Semua berpulang pada Anda. Yang paling penting, biasakan diri untuk menabung. Apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan. Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.
Ke mana Menabung?
Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di Bank.
Kelebihannya, dana dalam tabungan bisa diambil kapanpun Anda inginkan. Kelemahannya, pada saat ini, umumnya tabungan di Bank hanya memberikan bunga kecil.
Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar – katakan – Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.
Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti reksa dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi di mana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim manajer investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu.
Jadi, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Baca salah satu triknya.

MENGANTISIPASI PENGELUARAN TAK TERDUGA

Oleh: Safir Senduk
Anda sering mendengar istilah “Pengeluaran Tak Terduga” bukan? Saat menjadi pembicara seminar, saya berkali-kali mendengar keluhan dari peserta seminar yang sering mengalami defisit hanya karena adanya pengeluaran tak terduga. Entah pengeluaran itu memang muncul tak diduga atau sebenarnya sudah diduga, hanya saja munculnya terlalu cepat.
Ada beberapa contoh pengeluaran tak terduga. Misalnya, Anda sakit. Mau tak mau harus pergi ke dokter. Bisa juga kendaraan anda ditabrak hingga Anda harus pergi ke bengkel. Atau saudara yang menginap berberapa hari di rumah, sehingga Anda harus keluar uang lebih dari biasanya untuk membeli sembako.
Bukan hanya itu. Listrik, telepon atau iuaran PAM pun bisa menjadi pengeluaran tak terduga. Memang, sih, tiap bulan, pos-pos tersebut sudah kita anggarkan. Hanya saja, kadang tagihan melebihi dari jumlah yang kita sediakan.
Begitu juga pos-pos lain, misalnya, pengeluaran untuk hiburan. Misalnya, di awal bulan kita sudah menganggarkan biaya untuk hiburan Rp 300 ribu. Tapi kenyataannya, membengkak menjadi Rp 500 ribu. Nah, pembengkakan ini, mau tak mau masuk di pengeluaran tak terduga. Bahkan, jika Anda membeli baju tanpa ada perencanaan lebih dulu, bisa juga dikatakan sebagai sebuah pengeluaran tak terduga.
Apakah Anda sering mengalami hal-hal seperti di atas? Jika jawabannya, ya, maka Anda harus bisa mengatasinya. Caranya sebagai berikut ini.
Tidak Semua Harus Dituruti

Anda tidak harus menuruti semua pengeluaran tak terduga Anda.

Memang, ada pengeluaran tak terduga yang memang betul-betul tidak bisa dihindari. Tetapi, ada yang bisa dihindari. Untuk bisa menghindarinya, salah satunya adalah dengan melihat kepentingannya. Sebagai contoh, kalau Anda melihat barang bagus di toko, coba bedakan apakah barang yang Anda lihat tersebut betul-betul penting atau tidak untuk dibeli. Dengan demikian Anda bisa dengan bijak mengeluarkan uangnya. Anda juga bisa melihat seberapa sering memakai barang tersebut. Bisa jadi sebuah barang memang bagus untuk dibeli, tetapi ternyata Anda tidak akan memakainya sering-sering.
Sekali lagi Bapak-Ibu, tidak semua Pengeluaran Tak Terduga harus Anda turuti. Pakai akal sehat, bukan nafsu Anda.
Membayar dari Uang Simpanan

Ketika Anda membuat anggaran, yang Anda lakukan adalah merencanakan penggunaan pemasukan rutin untuk membayar Pengeluaran Rutin (termasuk setoran tabungan). Lalu, apa yang terjadi jika Anda harus membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin, tidak terduga dan tidak terdapat dalam anggaran yang sudah Anda buat? Kalau Anda membayarnya dengan menggunakan uang dari pemasukan rutin, kemungkinan besar anggaran Anda akan “rusak” karena pemasukan Rutin Anda memang hanya diatur untuk membayar pengeluaran rutin. Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, sebaiknya Anda memiliki simpanan uang tunai dan membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin dan tidak terduga tersebut dari simpanan uang tunai ini. Dengan demikian, pemasukan rutin Anda memang hanya akan digunakan untuk membayar pengeluaran rutin.
Mengambil Sejumlah Asuransi

Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa ada sejumlah pengeluaran yang sebetulnya bisa diasuransikan. Sebagai contoh, seorang teman saya yang tinggal di Bandung pernah mengalami kebakaran rumah yang cukup hebat. Padahal dua bulan sebelumnya orang tuanya baru menerima pesangon pensiun dini yang cukup besar. Suatu kebetulan yang sangat luar biasa sepertinya. Akhirnya, orang tuanya harus mengeluarkan 90 persen uang pesangonnya untuk membangun rumah baru.
Kebakaran memang risiko yang tidak bisa diduga sehingga mau tidak mau kita harus mengeluarkan uang untuk membayar pengeluaran tak terduga. Tapi sebetulnya, Kebakaran Rumah adalah risiko yang bisa diasuransikan bukan? Kalau kita mau mengasuransikannya, kita tidak perlu membayar pengeluaran tak terduga itu.
Jadi untungnya, pada saat ini ada sejumlah risiko yang sudah di-cover oleh asuransi. Dengan memiliki asuransi, Anda akan mampu membayar pengeluaran yang sifatnya tak terduga dari terjadinya risiko-risiko tersebut. Beberapa asuransi yang bisa Anda pertimbangkan untuk Anda ambil adalah: Asuransi Jiwa, Kesehatan, Kecelakaan, Kendaraan, dan Asuransi Rumah.
Bagaimana? Siap mengantisipasi pengeluaran tak terduga Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s