“SAAT TEMAN MENJADI MUSUH”

Posted: October 30, 2009 in article
Tags: ,

Radith anD Biyan Bakalan Ngobrolin tentang…

“SAAT TEMAN MENJADI MUSUH”

Scary Story

Percayakah anda bahwa sahabat terdekat adalah musuh yg paling berbahaya??
aku punya temen deket…didepanku dia baek bgt,malah perhatian ama aku..tp di belakangku dia menjelek jelekkan aku.. aku ga pernah menyakitinya&bahkan menyinggungnya pun aku ga pernah..yg aku tau aku punya segala sesuatu yg dia ga punya.jd dia iri ama aku&menjelek2kan aku di belakangku..padahal aku ga prnh pamer dgn apa yg aku miliki..dia selalu merbhg tentang dirinya yg kaya akan sesuatu..itulah kejelekan dia..dia ga mao kalah dgn org yg lbh dr dia..bahkan dia bkn hnya menjelek2kan aku tp temen yg laen jg..dia jg membongkar masalah keluargaku..km prnh bertgkr tp skrg baikan lg..ga tau dia udh berubah ato ga… di tv juga kadang2 udh di perlihatkan pada kita bahwa temen paling dekat adalah musuh yg paling menakutkan..dia bs berbuat apa aza,karna dia tau masalah&kelemahan kita..apakah km mempunyai temen dekat? apakah km percaya pd sahabat anda??apakah dia pernah melukai km??

==================================================
Pertemanan Dalam Islam

Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalah personifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan.

Memilih Teman Yang Baik

Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan ber-perilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.

Cinta Karena Allah

Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabalzia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).

Ungkapkan Cinta Karena Allah

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?

Lemah Lembut dan Bermuka Manis

Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjum-pai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya “Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. al-Bukhari). Dalam hadis lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.”

Saling Memberi Nasihat

Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.

Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Berlapang Dada dan Berbaik Sangka

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”)

Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:

“Dan lucutilah kedengkian dalam hati- ku.” (HR. Abu Daud, Al-Albani berkata ’shahih’)

Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif.

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini adalah dugaan yang tanpa dasar”.

Menjaga Rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata,

”Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Penutup
Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)
http://cahayamata.blogsome.com/2006/02/09/pertemanan-dalam-islam/

==================================================
Kalau dia teman atau musuh?

Kamu sayang sama dia karena dia temanmu. Tapi kamu juga benci dia karena tingkah lakunya menyebalkan! Duh, sebenarnya dia teman atau musuh sih?

Temanmu itu jadi segalanya buat kamu. Dia satu – satunya orang didunia ini yang paling kamu percaya. Selain jadi tempat curhat, dia juga tahu semua rahasia kamu. Setiap pergi belanja, kamu selalu mengajak dia untuk kasih pendapat biar penampilanmu makin keren. Karena dia, kamu jadi anti pakai celana model boot cut yang lagi nge-trend itu. Menurutnya, kamu akan kelihatan semakin gendut dan sebaiknya pakai celana model baggy seperti remaja tahun 80-an saja (padahal sekarang kan tahun 2003! ). Dia selalu tahu yang terbaik buat kamu. Pokoknya kamu tidak bias hidup tanpa dia deh !
Ke mana – mana kalian selalu bersama – mulai dari berangkat ke sekolah sampai jalan – jalan. Tapi lama – lama setiap mau pergi, dia selalu minta diantar sama kamu.

Lho, kok kamu jadi seperti supir pribadinya? Gara – gara dia mengancam bakal membocorkan rahasiamu ke seluruh sekolah, kamu jadi takut untuk menolak. Waduh repot! Kalau sudah begini, kamu harus hati – hati, Non! Persahabatan kamu dengan dia sudah tidak sehat.

Ini dia tanda – tandanya kalau temanmu sudah jadi musuh dalam selimut :

1. Dia tukang kritik. Seorang teman ( apalagi sahabat ) memang harus jujur, walaupun kadang – kadang kejujuran itu menyakitkan. Tapi bukan berarti dia boleh kasih komentar seenaknya yang bikin kamu sakit hati. Bukannya jadi tambah pede, bisa – bisa setelah dengar komentarnya kamu malah jadi benci sama dirimu sendiri.

  1. Dia posesif. Temanmu itu perlu seseorang yang bergantung dan percaya sama dia. Karena itu dia akan berusaha untuk menguasai kamu. Dia akan bikin kamu percaya bahwa dialah satu – satunya teman sejatimu. Kalau kamu dekat dengan teman – teman lain, bukan tidak mungkin dia akan gosipin kamu dan cerita soal kejelekanmu. Dengan begitu mereka bakal menjauh sementara kamu akan tetap jadi temannya.
  2. Dia tidak bisa dipercaya. Teman sejati akan selalu ada untuk kamu dan menjaga rahasia. Tapi dengan alasan ‘tidak sengaja’, dia malah cerita soal rahasiamu ke semua orang.

Menghadapi teman seperti itu memang susah – susah gampang. Jangan mau dikuasai dia! Simak tips berikut ini :

– Ajak bicara

Dia bukan teman yang baik kalau bikin kamu menderita. Tapi mungkin saja dia tidak sadar bahwa selama ini sudah menyakitimu. Cari waktu yang tepat untuk ngobrol sedikit serius dengannya. Ajak bicara baik – baik, straight to the point tapi jangan langsung memojokkan dia. Tatap matanya dan katakana bahwa dia sudah beberapa kali bikin kamu sedih dan kecewa. Kalau dia masih ingin jadi temanmu, minta dia untuk menghentikan semua kebiasaan buruknya itu. Ingatkan dia bahwa kamu bilang begitu karena kamu sayang dan peduli sama dia. Siapa lagi yang bisa mengingatkan dia kalau bukan kamu – sahabatnya?

– Cari teman lain

Kamu bisa lebih tenang setelah berusaha ngobroldengan temanmu itu. Sambil menunggu hasilnya, coba untuk mulai bergaul dengan teman – teman yang lain. Punya banyak teman dekat itu seru , lho! Setelah dua minggu, lihat perkembangannya. Kalau dia tidak menghentikan kebiasaan buruknya juga, mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk meninggalkan dia. Keputusan untuk meninggalkan temanmu itu adalah langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan diri dari persahabatan yang tidak sehat ini. Supaya kamu benar – benar yakin akan keputusanmu, bikin daftar kebaikan dan keburukannya ( kamu harus jujur sama dirimu sendiri ya! ).

Dari situ kamu bisa menimbang apakah dia memang pantas jadi temanmu atau tidak. Meninggalkan dia atau bukan berarti kalian berdua lalu jadi musuhan. Kamu masih bisa berteman dengan dia, tapi tidak usah terlalu dekat seperti dulu. Kamu tidak mau sakit hati lagi, kan?

Kamu mungkin akan merasa bersalah, bahkan kasihan dan juga kangen sama temanmu itu. Satu hal yang harus diingat : kalau dia tidak menghargai kamu, she’s not worth it!

Intinya Persahabatan tidak bisa hanya satu arah. Kalian harus bisa saling menghargai. Kalau temanmu tidak menghargai kamu, untuk apa terus memaksakan diri berteman sama dia? Teman itu bukan Cuma dia seorang kok. So, don’t worry! True friends will find you.

==================================================
TTM (Teman Tapi Musuh)

www.madadopost.com
Sahabat sejati memang susah dicari. Banyak yang kelihatan seperti teman baik, tapi diam-diam ternyata musuh dalam selimut!

Kenalan Yuk!

Apakah salah satu anggota geng-mu adalah seorang backstabber? Cari tanda-tandanya di sini.

BERMUKA DUA: Curigai teman yang hanya tersenyum manis di depanmu saja! Biasanya ketika kamu tidak melihat, dia malah menertawakan kejelekanmu bersama orang lain. Ingat, teman yang tidak berani menegur kesalahanmu secara langsung tidak bisa dibilang sebagai sahabat sejati!

TIDAK BISA DIPERCAYA:Tidak lama setelah kamu curhat sama dia, rahasiamu pun jadi gossip umum. Biarpun tidak mengaku, kamu yakin banget sang teman yang menyebarkannya! Kalau tidak mau terus-terusan menjadi korban, hentikan kebiasaanmu berbagi cerita dengannya – sekarang juga..

MAU MENANG SENDIRI: Kalau temanmu termasuk tipe yang senang bersaing, kemungkinan besar dia tidak akan rela melihatmu sukses melakukan sesuatu. Ini artinya, sang teman akan selalu berusaha menghalangi langkahmu demi membuktikan kepada semua orang bahwa dia lebih baik dari dirimu.

BERTEMAN DENGAN LAWAN

Siapa bilang kamu tidak bisa menjalin hubungan baik sama seorang musuh? Begini caranya:

  1. Ekstra hati-hati
  2. Bicara jujur
  3. Maafkan dari hati
  4. Bersikap baik.

==================================================
Bayi Bisa Menilai ‘Teman’ dan ‘Musuh’

http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=AVMHBVYGWgMD
Pada usia enam bulan sebagian besar bayi belum lagi bisa duduk, apalagi merangkak, berjalan atau berbicara. Tapi, berdasarkan riset terbaru, mereka sudah bisa menaksir tujuan seseorang terhadap mereka, memutuskan siapa yang tampaknya teman atau musuh.
Para ilmuwan dari Yale University, AS, percaya bayi membutuhkan kemampuan untuk membuat penilaian sosial dalam beberapa bulan pertama usia mereka. Kemampuan itu, tulis para ilmuwan dalam jurnal Nature, akan memberikan dasar bagi pemikiran moral dan tindakannya pada tahun-tahun selanjutnya. ”Pada usia enam bulan, bayi sudah belajar cukup banyak dan mereka memasukkan apa saja,” kata Kiley Hamlin, pemimpin riset itu.
Eksperimen
Eksperimen Kiley Hamlin dan kawan-kawan di Yale University bertujuan untuk menguji apakah bayi berusia enam dan 10 bulan bisa mengevaluasi perilaku orang lain. Dalam penelitian itu, mereka menggunakan boneka kayu dengan beragam bentuk yang dirancang untuk menarik hati si bayi. Saat penelitian, para bayi mungil itu didudukkan di pangkuan ayah bunda mereka. Dan, pada responden mungil ini dipertunjukkan karakter yang tengah belajar menaiki bukit.

Karakter yang memanjat mempunyai mata sehingga mirip manusia itu mengalami dua hal. Di bukit itu ia dijatuhkan oleh karakter lain (mainan dengan bentuk dan warna berbeda) bukit atau dibantu figur kartun (bentuk dan warna berbeda) yang mendorongnya ke atas.Setelah menonton ‘pertunjukan boneka’ itu beberapa kali, tiap bayi dipertunjukkan mainan representasi dua karakter tadi. Bayi diminta mengambil salah satu. Bagaimana reaksi mereka?

Semua (12 orang) bayi berumur enam bulan yang diuji dan 14 dari 16 bayi berumur 10 bulan meraih karakter yang membantu ketimbang memilih karakter yang antisosial. ”Temuan kami menunjukkan bahwa manusia terlibat dalam evaluasi sosial jauh pada usia awalnya dari yang sebelumnya diduga,” kata para penulis riset itu. Selain itu, temuan mereka mendukung pandangan bahwa kapasitas evaluasi pada individu sehubungan interaksi sosial itu bersifat universal.

Makhluk sosial
Bukti bahwa bayi yang begitu muda menujukkan intelijensia sosial tak mengejutkan bagi Kiley Hamlin. Ia mengatakan, ini satu pesan bagi para orangtua bahwa bayi bisa menyimpulkan banyak hal sendiri. ”Mereka makhluk sosial yang cukup kompeten,” katanya, ”Mereka menyimpulkan orang baik tanpa perlu banyak bantuan.”
Profesor Oliver Braddick dari the University of Oxford, Inggris yang tak terlibat dalam studi itu sepakat. ”Itu menunjukkan bagaimana mempersiapkan bayi untuk belajar interaksi sosial yang mendasar pada usia yang sangat awal,” katanya. Tapi, katanya, masih belum jelas apakah kapasitas yang dimiliki bayi itu digambarkan oleh kelompok Yale sebagai pemahaman nyata tentang kehidupan sosial. ”Bayi-bayi ini memerhatikan interaksi antara pihak lain yang mereka lihat,” kata Braddick.

Interaksi tersebut, lanjut Braddick, bisa dibayangkan sebagai dasar dari pemahaman sosial. ”Tapi, saya belum yakin itu betul-betul mencerminkan pemahaman sosial dalam pengertian yang diterapkan pada orang dewasa atau anak lebih besar.” Sebelum ini sudah ada penelitian di mana bayi dalam enam bulan pertama menunjukkan kegemaran pada orang lain berdasarkan ‘daya tarik’ di wajahnya. bbc.co.uk

teman, mungkin adalah segalanya bagi kita, tempat berbagi cerita, suka dan duka,, orang yang selalu ada dalamj hidup kita,, tapi kerabat muda “kalau teman terdekatkita tiba2 menjadi musuh apa yg kamu lakukan? mencoba untuk kembali menjalin tali pertemanan denganya? atau tetap memusuhinya? kenapa?share ke qt..by sms 0857 4338 8876. phone (0293)325090, atau comment di sini.thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s