“CURIOUSITY(Penasaran)”

Posted: October 31, 2009 in article
Tags:

with Radith n BiyanTonite Lets Talk About …

“CURIOUSITY(Penasaran)”…Plissss Read article n Post a coment

“Curiousity kills the cat” (Kucing bisa mati karena ingin tahu) Keingintahuan!

Sumber : www. Hinamagazine.com

Tampaknya manusia memang dilahirkan Tuhan dengan fitrah itu. Sembilan bulan sepuluh hari, manusia bayi berada di perut ibunda dengan tempat yang gelap dan sempit. Ketika lahir, dunia gemerlap tentu saja menyimpan banyak misteri yang menarik untuk dicari tahu apa itu. Tentu saja, keingintahuan membuat kita mampu mencari tahun seperti apa dunia ini.
Maka..

manusia yang diberi kelebihan dari makhluk-makhluk Tuhan lain berupa akal berlomba-lomba mencari tahu seperti apa dunia itu. Lewat pemikiran-pemikiran, lahirlah penemuan-penemuan luar biasa, seperti listrik, lampu, telepon, mesin uap, dan lain sebagainya yang membantu peradaban manusia. Ilmu-ilmu pengetahuan juga muncul satu demi satu, ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu astronomi dan lain sebagainya. Terus berkembang sampai sekarang ini dimana dunia sudah sangat modern dan semakin tanpa batas.
Ilmu dan penemuan adalah tingkat tertinggi dari rasa keingintahuan manusia akan fenomena-fenomena yang ada di dunia. Bahkan Al-Quran di dalam satu suratnya menyatakan, bahwa dunia ini penuh dengan tanda-tanda kebesaranNya bagi orang-orang yang berpikir.

Yang paling rendah dari keingintahuan manusia adalah gosip. Sekarang ini, televisi di Indonesia mempunyai lebih dari 50 tayangan infotainment yang ditayangkan setiap hari. Lagi dan lagi, kita diterpa oleh tayangan itu lebih dari 10 kali setiap hari. Kita jadi tahu dan hafal apa yang terjadi dengan para public figure, dan tampaknya kita tersihir untuk terus mengikuti perkembangannya. Infotainment disinyalir juga menjadi kompor bagi beberapa kasus yang terjadi. Bahkan tak jarang, gosip memang diciptakan. Biar seru, katanya

“if knowledge is power, then passion is the engine, body is the vehicle, and conscience is the driver”

Sumber :www.pikiranrakyat-online.com
Curiousity Does (NOT) Kill the Man

RASA ingin tahu mungkin adalah kutukan bagi seekor kucing. Sehingga muncul istilah “Curiousity killed the cat”. Namun bagi manusia, rasa ingin tahu adalah suatu anugerah. Rasa ingin tahu adalah bahan bakar bagi terciptanya ilmu pengetahuan sekaligus perkembangan peradaban manusia.
Keingintahuan merupakan amunisi bagi Belia yang ingin maju dan berkembang lebih jauh. Karena rasa ingin tahu bisa memicu masa pencarian tiada akhir. Yang merupakan salah satu fondasi untuk kehidupan yang lebih baik. Didorong rasa ingin tahu yang besar, para ilmuwan di Eropa Barat pada abad pertengahan berusaha mencari sejenis batu bertuah (batu yang sama seperti yang digambarkan dalam buku Harry Potter dan Batu Bertuah). Yang dipercaya bisa mengubah atau menghasilkan emas dan perak dari logam biasa. Sebagai akibatnya lahirlah Ilmu Kimia.

Karena sering memerhatikan fenomena alam, seorang Claudio Ptolomeus (70-168) merasa tertarik dan ingin mencari tahu mengenai perilaku sinar cahaya yang datang dari udara dan diteruskan ke air. Rasa ingin tahu ini kemudian melahirkan hukum pembiasan cahaya awal yang kemudian berguna untuk membantu mereka yang bermasalah dalam penglihatan dalam bentuk kacamata.
Anda pasti pernah mendengar cerita bagaimana sebuah apel yang jatuh dari pohon mampu menginspirasi Sir Isaac Newton untuk menemukan hukum gravitasi. Demikian juga cerita tentang penemuan penicillin oleh Sir Alexander Fleming di tahun 1928.

Di suatu hari yang santai, Edward Jenner teringat kejadian pada usianya yang ke-19, ketika seorang gadis pemerah susu sapi memberitahu Jenner bahwa dia tidak akan pernah terkena cacar karena sudah pernah terkena cacar sapi. Gadis tersebut memberitahunya bahwa hal seperti itu umum terjadi di desanya. Ingatan tersebut akhirnya membuat Jenner berhasil mengembangkan vaksin cacar.
Ketika berjalan-jalan di salah satu laboratorium Raytheon Company, Percy L. Spencer kebetulan melewati sebuah perangkat radar yang memancarkan medan magnet. Secara tidak sengaja dia menemukan coklat yang tersimpan di kantongnya meleleh. Sebagai seorang jenius elektronik, dia langsung menyadari mengapa hal itu bisa terjadi. Dengan segera dia melakukan percobaan dengan popcorn. Ternyata seperti diduga, popcorn tersebut langsung “terpanggang” di tempat itu. Berbekal kejadian tersebut, Raytheon mengembangkan oven microwave pertama.

anda mungkin berpikir kejadian-kejadian seperti di atas hanya berjodoh dengan kalangan intelektual. Tidak juga. Ketika perusahaan pembuat obat Belanda Organon (bagian dari Akzo-Nobel) melakukan test klinis terhadap obat antihistamine baru, seorang sekretaris yang mendata para sukarelawan secara periodik memperhatikan adanya suatu kejanggalan. Dia mengamati sebagian sukarelawan tersebut menjadi sangat periang. Ketika dia mengabarkan hasil observasi tersebut kepada para manajer yang menjalankan percobaan tersebut, penelitian lebih lanjut disetujui. Obat itu ternyata tidak efektif sebagai obat alergi seperti yang diperkirakan semula, tetapi ternyata sangat efektif sebagai obat untuk mengatasi depresi.

Pada tingkatan individu, jawabannya tersebut terletak pada kesiapan mental mereka pada saat kejadian. Ketika mengalami kejatuhan apel tersebut, Newton mampu segera menarik makna di balik kejadian tersebut karena pikirannya sudah terlatih. Fleming, Jenner, dan Spencer juga sudah memiliki kompetensi di bidangnya, dan ketika hal tak terduga tersebut terjadi, mereka bisa menarik hubungan dengan apa yang mereka ketahui. Bukankah seperti kata Louis Pasteur, “Chance favors the prepared mind“?

Selain kesiapan mental, syarat penting lainnya adalah observasi dan rasa ingin tahu. Tanpa kedua hal itu, Fleming dan Jenner mungkin tidak akan dikenang sejarah. Observasi dan rasa ingin tahu juga menjadi alasan mengapa sang sekretaris mampu melihat kejanggalan para sukarelawan tersebut.
Sementara itu pada tingkatan organisasi, yang dibutuhkan adalah kesediaan menerima kejadian tak terduga tersebut sebagai sesuatu yang layak untuk diselidiki lebih lanjut. Bila para manajer Ornagon menanggapi masukan dari sekretaris tersebut secara acuh tak acuh, penemuan tersebut mungkin tidak akan berarti apa pun. Kelihatannya syarat tersebut sangat mudah. Namun pada kebanyakan organisasi, perencanaan (planning) adalah raja. Semua hal yang tidak termasuk dalam perencanaan harus dikesampingkan. Ego juga sering menjadi penghambat. Para eksekutif atau manajer yang berada di posisi yang lebih tinggi sering merasa enggan menerima masukan dari bawahannya.

Rasa ingin tahu pula yang melandasi eksperimen para musisi sehingga mampu menghasilkan bentuk-bentuk sound yang unik. Bahkan, mampu melahirkan genre musik baru yang membuat dunia musik selalu dinamis dan berkembang. Serta masih banyak lagi contoh mengenai pencarian yang didorong oleh rasa ingin tahu di berbagai bidang kehidupan.

Maka rasa ingin tahu sebaiknya senantiasa dipelihara dalam berbagai kata tanya. Pertanyaan kenapa dan mengapa adalah kunci bagi pembukaan wawasan yang lebih luas. Rasa ingin tahu bisa dimulai dengan mempertanyakan berbagai hal yang selama ini diterima sebagai teori atau pelajaran. Bisa mengenai asal-usul terciptanya teori tersebut ataupun mengenai sejarah di balik suatu hal. Dengan demikian, pelajaran pun akan terasa lebih menarik dan mudah dimengerti ketimbang hanya dihafalkan secara membabi buta.

Keingintahuan juga bisa diawali dengan melihat dan memerhatikan segala sesuatu yang berada di sekitar Belia. Sekaligus berusaha mengaitkannya dengan pelajaran yang telah Belia terima. Karena sangat banyak pengetahuan praktis yang bisa di gali dari kehidupan sehari-hari.

Misalnya, pernahkah Belia berusaha mencari tahu kenapa langit berwarna biru bukannya putih atau pink? Atau mengapa seorang nelayan andal biasanya mengartikan langit yang berwarna merah di pagi hari adalah pertanda datangnya hujan bahkan badai di hari itu.

Apakah Belia tidak tertarik dengan daya kerja sabun yang kelihatannya begitu hebat dalam membersihkan sekaligus memberi wangi pada tubuh? Karena pelajaran kimia sebenarnya telah memberi modal yang cukup bahkan sebagai dasar bagi Belia untuk bisa membuat sabun sendiri. Sabun pada dasarnya dibentuk dan dibuat oleh pencampuran senyawa organik yang bisa didapat dari lemak hewan maupun minyak kelapa atau minyak zaitun dengan senyawa alkali (basa yang kuat) seperti soda api atau natrium hidroksida maupun kapur atau abu kayu (seperti resep sabun orang Romawi kuno). Oleh karena itu, molekul sabun memiliki sifat yang bisa menggandeng air sekaligus membersihkan kotoran berminyak/lemak. Adapun berbagai bahan pewangi maupun bahan lainnya hanyalah unsur tambahan belaka.

Bahkan, berbagai bahan yang ada di dapur Belia pun sesungguhnya mengandung sifat yang istimewa bagi mereka yang tertarik dan mau mencari tahu. Mengambil contoh garam misalnya. Sifatnya yang mudah larut dan bisa menurunkan temperatur campuran air dan es minus 3 derajat Celsius atau lebih membuatnya terpilih sebagai bahan pembuat es krim yang murah meriah. Garam juga bisa menaikkan temperatur titik didih air.

Pelajaran biologi pun bisa dijadikan pijakan untuk mencari tahu mengenai berbagai fenomena yang ada di alam ini. Lebih jauh lagi, rasa ingin tahu bisa menghindarkan Belia dari pembodohan atau bahkan penipuan. Dengan membiasakan diri untuk selalu mencari tahu mengenai apa pun. Seperti dengan mencari tahu kebenaran suatu cerita atau berita, tayangan sinetron atau film terlebih lagi klaim dari suatu iklan. So seek & you shall find!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s