“LATAH”

Posted: October 31, 2009 in article
Tags:
with Radith n Berto let’s talk about…”LATAH”  pliss read the article then post comment..

Latah, Bawaan Kaum Akhwat?

Posted in OnlyGirl, Pernik by Hafsa Mutazz

Lucu deh punya sohib Ade. Kalau digertak atawa dikagetin, doi ngikutin apa yang kita omongin. Kata orang Ade latah! Tapi benarkah penyakit kagetan itu konon banyak mendera kaum hawa? Apa pula hubungannya ama sakit jantung?

Latah adalah bentuk gangguan kejiwaan berupa meniru ucapan orang lain tanpa sempat berpikir atas ucapan yang ditirunya itu. Latah ada yang ringan, sekadar meniru ucapan but ada yang berat, yakni meniru ucapan sekalighus melakukan perbuatan yang sesuai dengan isi ucapan orang lain itu. Misalnya ada orang yang latah berat kita kagetin sambil ngomong ‘copot sepatu!’ maka doi spontan bakal ngomong ‘copot sepatu’ sembari nyopot sepatu beneran. Coba deh bayangin kalau dia dikagetin sambil ngomong ‘nyebur sumur’ trus nyebur sumur beneran, gaswat! Nah, gimana dong kalo punya sohib latah gitu?

”Kita-kita jadi suka godain Ade. Abis dia latah abis. Celetukannya lucu-lucu lagi, jadi bikin kita seneng. Rame aja ada dia, bikin kita ketawa mulu seh,” terang Dede (16), ABG Bogor yang sohiban ama Ade, si latah. Boro-boro membantu ‘menyembuhkan’ latah Ade, Dede dan gengnya malah suka sengaja merangsang munculnya ‘penyakit’ latah itu.

Lain lagi sama Wida (17), pelajar SMU Negeri di Bogor itu kurang sreg ama orang latah. Apalagi cewek yang suka latah dengan ngomong jorok. ”Ada temen aku di sekolah yang spontan ngomong porno gitu kalo lagi kaget. Sebel juga seh,” katanya pada Permata. Misal ada temen yang kaget karena pensilnya jatuh, si latah itu langsung ngomong jorok (nggak usah disebut ya,…tahu sendiri kan?!!). ”Dengernya jadi kesel. Udah diingetin katanya itu reflek, jadi nggak terkontrol,” keluh Wida. Bener nggak seh itu penyakit, kata Wida lagi balik nanya.

Penyakit vs Tren

Latah bukan bawaan orok sejak lahir, lho! Umumnya timbul karena ada trauma psikologis yang dialami oleh orang tersebut. Trauma psikologis yang dialami seseorang bisa menjelma ke dalam berbagai bentuk seperti phobia, histeris, obsesif-kompulsif, latah, dan sebagainya. But, ada juga orang yang latah sekadar ikutan tren. Tujuannya cuma buat joke dan menambah wawasan pergaulan. Lihat aja para pelawak di teve, banyak yang sengaja latah biar aksi panggungnya jadi lucu. Mereka bahkan dengan sengaja mengasah kemampuan latahnya buat ngeruk duit. Makin latah makin laris.

Memang, orang yang tidak punya penyakit latah tidak akan otomatis jadi latah beneran kalaupun dia coba ikut-ikutan latah sekadar ngikutin tren. Sebab orang yang latah beneran datang dari dalam diri, sedangkan yang cuma ikut-ikutan latah sebenarnya hanya karena faktor kebiasaan/terkondisi.

BTW, bener nggak latah itu karena penyakit jantung? Nggak ada hubungan sama sekali. Artinya bukan karena ada gangguan jantung maka orang pasti jadi latah. Hanya memang, orang yang latah, pada waktu dia dikagetin maka terjadi peningkatan aliran adrenalin dalam darahnya. Adrenalin ini memacu detak jantung sehingga detak jantungnya semakin cepat. Kalau dia sampai kaget sekali selain detak jantung yang meningkat juga disertai otot tubuh yang mengejang dan mata yang melotot. Nah orang yang enggak latah pun kalau dikagetin dan dia kaget betul-betul bisa saja juga jadi kayak orang latah (meniru apa yang dikatakan orang lain yang ngagetin dia).

Cewek Lebih Banyak

Belum ada penelitian tentang perbandingan jumlah penderita latah antara cewek dan cowok. Tapi berdasarkan pengamatan sekilas apa yang terjadi di sekitar kita, latah lebih banyak dialami kaum hawa. Mungkin ini disebabkan karena secara emosional cewek lebih rentan terhadap stress dibandingkan cowok sehingga cewek juga lebih mudah mengalami trauma. Sebut aja kalangan seleb, mulai Viona Rosalia ampe Mpok Atik, pada demen latah.

Nggak ada bedanya seh, latahnya cewek dengan latahnya cowok. Mungkin bedanya hanya dari ucapan yang sering dikeluarkannya. Kalo cewek cenderung mengucapkan sesuatu yang berbau porno atau lucu, sedangkan cowok cenderung ngucapin yang kata-kata yang bersifat kasar seperti (maaf) ‘eh mampus’ dsb.

Di masyarakat seringkali ada pandangan kalau cewek yang latah itu sah-sah aja alias normal. Tapi kalo cowok latah, enggak umum banget. Kesannya kalau cowok itu latah maka dia enggak macho, enggak jantan, orangnya lemah lembut, mudah nangis, dsb. Ini karena orang mengidentikkan orang yang latah sebagai orang yang enggak punya pendirian. Soalnya, kerjanya jadi tukang tiru-tiru orang doang.
Emang nggak dipungkiri, kalangan cowok yang latah ini kebanyakan para banci. Maksudnya, kelompok banci memang paling doyan latah. Tapi bukan berarti kalau dia bencong otomatis pasti latah, atau kalau cowok latah berarti dia bencong. Biasanya ini muncul karena sejak kecil mengalami tekanan batin dan sering menerima perlakuan yang menyakitkan hatinya atau menimbulkan trauma.

Ketika latah itu muncul disertai dengan gaya seorang bencong justru menimbulkan kelucuan buat orang sekitarnya. Akibatnya latahnya bencong jadi ngetren di kalangan masyarakat. Untuk selanjutnya malah muncul latah-latah palsu yang sekadar buat ngegaya dan bergaul tadi. Parahnya, tren kata-kata yang dijadikan bahan latah juga kata-kata yang jorok. Payah banget, kan!

Berpikir Sebelum Berkata

Seorang latah mengucapkan kata-kata spontanitas, kayaknya enggak berpikir dulu. Bahkan ada yang bilang malah enggak sadar ngomong kayak gitu. Padahal kalau dipikir-pikir, setiap manusia yang normal, dikaruniai akal oleh Allah SWT. Gunanya ya buat berpikir. Dan setiap perbuatan manusia, selalu dilandasi oleh pemahaman dia alias pola pikirnya. So, rada aneh memang kalo ada orang yang berbuat tanpa berpikir. Mungkin dia berpikir, tapi kilat banget alias dangkal pola pikirnya.

Sebab pola pikir sendiri emang ada beberapa tingkatan, mulai berpikir dangkal (tafkir suthiy), berpikir mendalam (tafkir amiq) sampai berpikir cemerlang (tafkir mustanir). Pola pikir dangkal umumnya terjadi karena manusia sudah melakukannya sebagai sesuatu kebiasaan. Misal kalo kita laper, otomatis langsung? ngambil makanan trus dimakan. Seolah-olah aktivitas kita itu enggak dilandasi pola pikir karena udah kebiasaan, padahal sebetulnya berpikir tapi udah terpola alias kilat banget.

Nah, latah itu terjadi karena pola pikir saat itu sedang dangkal. Coba aja perhatiin, tiap orang (normal) pasti punya ‘kata-kata khusus’ ketika berhadapan dengan sesuatu yang mengagetkannya. Misal ibu-ibu yang ngelihat anak jatuh atau barang jatuh, ada yang spontan ngomong ‘Eh kodok’, ‘Eh copot’, atau ada yang bilang ‘Astaghfirullah’, dan sebagainya. So, itu karena kebiasaan.

Yang pasti, kalau latah itu emang muncul karena ada riwayat trauma psikologis, musti ‘disembuhkan’ meskipun mungkin rada-rada susah. Caranya, bekali diri dengan pemahaman Islam sehingga pola pikirnya selalu Islami. Pola pikir Islami ini jelas bukan sekadar pola pikir yang dangkal, tapi kudu mendalam dan bahkan mustanir (cemerlang). Insya Allah dengan bekal pola pikir Islam yang menancap kuat, penyakit latah bisa dikikis.

Sementara kalo latahnya sekadar ikut-ikutan, bukan hanya bisa disembuhkan, malah bisa dicegah. Gaul seh gaul, tapi kalo udah nyerempet-nyerempet hal yang haram, kudu dihindari. Mengeluarkan kata-kata jorok jelas melanggar larangan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” (HR Bukhari).

Terlebih lagi Allah SWT mengingatkan kita agar selalu menyertai perkataan dan perbuatan kita dengan ilmu. Dalam firman-Nya yang artinya: ‘Janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya perkataan, perbuatan dan hati kamu akan dimintai pertanggungjawaban.’ (QS Al-Isra:36)

So, berfikirlah dulu sebelum berkata-kata dan berbuat. Jangan asal jeplak dan juga jangan asal-asalan ikutan tren. Gunakan nikmat lidahmu untuk senantiasa berkata yang baik-baik, misal untuk berzikir mengagungkan asma Allah SWT. OK!

http://www.gaulislam.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s